Archive for Dunia

SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda versi orisinal:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Leave a comment »

SUPPORTING TECHNOLOGIES FOR PR AND ADVERTISING

PR and Its Supporting Technologies

Saat ini semua peralatan (tools) seorang profesional PR secara dominan dibuat dalam bentuk cetak (print), seperti news release, pitch letter, dan press kit. News release digunakan untuk menyampaikan berita-berita umum dan informasi kapada editor dan reporter. Pitch letter digunakan untuk menyampaikan suatu cerita-cerita tertentu kepada orang-orang yang dikiriminya. Sedangkan press kit meliputi cover letter dan news release mengenai informasi apa yang sedang dipromosikan beserta materi-materi pendukung lainnya seperti brosur, biografi, foto, dan kartu nama.

Seiring dari perkembangan teknologi, para profesional PR berusaha mengkonversi berbagai peralatan PR-nya tersebut dari bentuk cetak menjadi audio, video, dan komunikasi lewat komputer. Penggantian dari teknologi cetak menjadi audio, video, dan komunikasi lewat komputer memungkinkan PR dapat menjangkau jutaan orang secara lebih personal dan langsung.

Video News Release (VNR) adalah berita TV siap mengudara (ready-to-air) yang disajikan program berita dan bebas biaya penyiaran. Secara konten VNR ekivalen dengan news release dalam versi cetak. Saat ini, sebagian besar video yang kita saksikan pada program berita TV adalah VNR. Pembuatan VNR memakan biaya cukup besar, karena jangkauan publisitas VNR dilakukan baik dalam tingkat pasar kecil, medium, hingga besar. VNR tidak boleh memiliki panjang lebih dari 90 detik hingga 2 menit dan termasuk soundbyte interview dan voice over sehingga stasiun TV dapat mengganti suara reporter mereka. VNR didistribusikan melalui satelit dan tape serta lebih menguntungkan lagi lewat internet dan transmisi digital.

Edited B-Roll (Outtake) Packages merupakan salah satu bentuk VNR, yang meliputi tiga hingga lima menit video yang belum diedit dengan diiringi naskah yang disebut ‘slate’ yang membantu proses editing. B-Roll memiliki biaya pembuatan yang lebih murah ketimbang VNR dan seringkali digunakan untuk proyek-proyek yang cepat berubah konsep.

Webcast merupakan salah satu bentuk dari produksi siaran yang menggabungkan streaming video dan audio. Webcast khususnya digunakan untuk mengirimkan sebuah acara konferensi pers langsung atau acara lain ke layar komputer para target audience. Webcast hanya merupakan ‘supplement’ bagi VNR dan Satellite media tour (SMT), namun jika digunakan memiliki dampak yang sangat besar karena Internet dianggap sebagai sumber utama penggunaan media dan pencarian informasi bagi khalayak. Selain itu, webcast juga memiliki fitur ‘on-demand request’, sehingga orang dapat menyaksikan video-video yang ia lewatkan.

Satellite Media Tour (SMT) merupakan sebuah peralatan PR yang menggunakan narasumber untuk diinterview secara langsung oleh 15-25 stasiun TV di suatu Negara selama 3-4 jam. Sehingga narasumber harus berpindah-pindah dari satu stasiun TV ke stasiun TV lainnya. Interview dilakukan oleh seorang presenter berita dan ditampilkan secara live sepanjang 2-3 menit serta direkam oleh stasiun TV untuk penggunan berikutnya atau kutipan dalam program berita. Bentuk SMT yang menggunakan internet disebut e-SMT. E-SMT menggunakan sedikit peran satelit namun lebih menggunakan komputer dan internet. Sama halnya dengan Webcast, e-SMT memberikan kemudahan bagi klien PR untuk menyajikan interview secara langsung melalui web dalam bentuk streaming video sehingga seseorang dapat menyaksikan interview tersebut secara langsung dan bertanya langsung kepada narasumber melalui email, baik sebelum, selama, maupun sesudah acara.

Interactive News Release dikirim melalui email atau dimasukkan dalam website untuk dapat disaksikan oleh publik secara luas atau sebaliknya ditempatkan dalam protected area yang membutuhkan password untuk mengaksesnya. Selain berisi 5W+1H mengenai topic yang disajikan, terdapat juga beragam ‘hotlink’ yang memungkinkan para penerima mendapatkan beragam informasi yang berkaitan dengan topik secara langsung tremasuk brosur, foto-foto, dan sebagainya.

Electronic Press Kit (e-Kit) merupakan versi internet dari Press Kit tradisional yang versi cetak, bedanya dalam e-Kit terdapat audio seperti semua kegiatan via internet lainnya. E-Kit dapat dihasilkan dalam bentuk CD-Rom atau ‘home page’ yang memiliki beragam daftar link mengenai beragam informasi mengenai topic yang disajikan seperti news release, biografi, foto dan video, presentai melalui PowerPoint, dsb. Interactive News Release dan E-Kit memungkinkan para praktisi PR untuk memperbaharuinya setiap saat.

Blog atau Web log menyebarkan berita, rumor, kecaman, serta opini sangat cepat sehingga PR harus menanggapinya dengan cepat.

Perkembangan internet juga menyajikan fitur yang memberikan kemudahan para prakisi PR untuk menjalankan profesinya. Fitur tersebut antara lain:

Online Advocacy System memungkinkan suatu organisasi PR menyusun dan mengurus suatu kampanye online yang memadukan peran karyawan, investor, konsumen, serta peran-peran penting lainnya untuk kepentingan promosi mereka.

Online Media Database dipenuhi dengan informasi-informasi menegnai puluhan ribu reporter dan editor di AS dan seluruh dunia. Hal ini untuk keperluan PR untuk menyelenggarakan Press Conference dan sejenisnya.

Online Tracking and Monitoring System membantu PR untuk mengetahui pendapat media, competitor, pelanggan, dan yang lainnya mengenai para pekerjanga dan kliennya. Untuk melakukan hal ini, para praktisi PR tersebut menggunakan perusahaan-perusahaan yang menghasilkan berita dan artikel feature.

Pitch Letter digunakan oleh para praktisi PR untuk menghubungi satu-satu individu yang ingin mereka hubungi. Saat ini, posisi pitch letter tersebut diganti dengan teknologi yang kita sebut ‘email’. Namun, masih ada para editor dan reporter tidak mau menerima lansung email tersebut, mereka menginginkan perusahaan PR untuk bertanya dahulu pada mereka. Mereka tidak mau menerima materi-materi yang tidak mereka minta dan khawatir terhadap virus yang terdapat pada email attachment. Inovasi email yang cukup menguntungkan adalah software Instant Messenger (IM) yang membuat praktisi PR dapat berkomunikasi langsung dengan media dan audiensnya yang online pada saat yang sama dengan mereka. Salah satu keuntungan menggunakan IM yaitu IM tidak meninggalkan bekas seperti email. Selain itu melalui IM seseorang dapat menyimpan alamat IM-nya lebih pribadi dibanding alamat email-nya, alamat Im hanya diberikan pada orang-orang yang mereka percayai.

Beragam perusahaan besar memiliki Press Room yang mempermudah editor dan reporter untuk mengakses pengumuman baru. Press Room juga dijadikan sebagai arsip mengenai beragam release event baru, fact sheet, foto-foto, serta materi pendukung lainnya. Selain itu, PR dari beberapa perusahaan mandirikan ‘dark site’ yang dapat di-upload pada saat tertentu seperti ketika krisis terjadi dan dapat juga disebut sebagai press room khusus.

Advertising and Its Supporting Technologies

Internet menjadi media paling besar dalam dunia iklan saat ini, hal ini mungkin dikarenakan sifat alami internet yang disebut interaktivitas. Interaktivitas internet terhadap penggunanya memungkinkan para pengiklan untuk berkomunikasi dengan konsumennnya dalam cara yang nontradisional, internet membuat pengiklan untuk membuat hubungan interpersonal dengan konsumennya hal ini dapat menimbulkan ikatan yang kuat terhadap brand produksi mereka. Internet juga tidak hanya menjadi cara yang paling unggul dalam menjangkau khalayak yang beragam tetapi juga memperluas efektivitas media tradisional seperti suratkabar, majalah, radio, dan televisi (Kaye & Medoff, 2001).

Beragam bentuk iklan dalam internet yang paling marak meliputi blog (chat room dalam bentuk e-newsletter), intermercial (iklan yang muncul sebelum ISP terhubung ke Internet), dan button (banner iklan yang kecil). Sedangkan salah satu perkembangan paling baru dalam dunia iklan via internet adalah viral marketing. Viral marketing merupakan bentuk iklan yang menggunakan tim marketing untuk mengajak beberapa peserta untk bercakap-cakap mengenai produk mereka dalam chat room atau message board. Strategi pengiklan melalui viral marketing ini adalah untuk menstimulasi diskusi brand-related dan berharap salah satu peseta yang tertarik akan menyebarkan dan mempengaruhi peserta yang lain, seperti virus bagi peserta lainnya.

Saat ini, internet ads memenuhi sebagian besar halaman web, mulai dari bagian atas, tengah hingga margin paling bawah. Selain itu, Google juga memiliki link-link dengan sponsor dan pengiklan. Para pengiklan dapat meraih konsumen secara lebih efisien melalui jaringan sistem online yaitu internet.

Perkembangan teknonogi komunikasi saat ini digunakan untuk memperkuat hubungan yang kuat antara brand suatu produk dengan konsumennya. Saat ini, tim marketing perusahaan memiliki database marketing masing-masing konsumen. Database marketing memuat beragam informasi mengenai konsumen, dan yang paling penting adalah email dan telepon para konsumen. Database marketing ini bergantung pada proses yang disebut ‘data mining’. Data mining merupakan himpunan dan analisis yang berhubungan dengan tujuan untuk memperbaharui strategi marketing yang membutuhkan keterlibatan lebih dari konsumen. Data mining memeprmudah pengiklan untuk mendapatkan target individunya, karena data mining merupakan himpunan informasi mengenai kebiasaan membeli seseorang, preferensi bacaan online, informasi tagihan dan langganan, informasi registrasi produk, serta personal credit history orang tersebut.

E-commerce merujuk pada aktivitas transaksi komersial dan pembelian yang terjadi di internet. Melalui e-commerce perusahaan dapat mengunjungi suatu situs dengan beragam informasi dan spesifikasi produk tertentu serta informasi harga, konsumen juga dapat bertanya, membaca review mengenai produk dari konsumen lainnya, bakan melengkapi proses pembeliannya. Spam juga merupakan salah satu bentuk iklan melalui internet. Spam merupakan email-email yang muncul tanpa diminta oleh penerima.

Saat ini, beragam teknologi mempermudah proses pengiklanan, termasuk radio satelit yang memiliki jangkauan sangat luas. Radio satelit juga memungkinkan pengiklan menjangkau konsumen lebih banyak. Digital Video Recorder (DVR) juga menjadi kekuatan baru bagi pengiklan. lebih dari 75% pengiklan professional merasakan bahwa DVR akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembuatan metode alternatif beriklan melalui TV. (Ad Pros, 2004, hlm. 1)

Perkembangan teknologi telah me-makeover bentuk-bentuk iklan lama untuk outdoor seperti yang terdapat di tepi-tepi lapangan saat pertandingan sepak bola. Saat ini, iklan di tepi-tepi lapangan tersebut menggunakan teknologi yang disebut digital imaging technology, sehingga iklan dapat berganti-ganti dalam screen dengan cepat. Bentuk ‘virtual ads’ seperti ini mampu meraih konsumen dalam jumlah besar dan lebih efisien. Hal ini disebabkan, ketika menyaksikan pertandingan oleh raga banyak sekali orang-orang yang berduyun-duyun ke lapangan untuk menyaksikan pertandingan, selain itu pertandingan yang diliput di TV akan disaksikan pula oleh khalayak di rumah hal ini mempeluas khalayak bagi iklan tersebut. Selain di lapangan, penggunaan digital imaging technology juga tampak dalam billboard-billboard iklan di tempat-tempat ramai seperti mall dan indoor venue lainnya. Dalam digital imaging technology ini terdapat fitur yang disebut tri-face, sehingga gambar terlihat berputar seperti tiga dimensi.

Sedangkan iklan dalam bidang perfilman, saat ini dikenal istilah yang disebut trailer dan preview. Keduanya merupakan bentuk mengiklankan suatu film baru dalam bioskop, misalnya sebelum film dimulai di bioskop, kita menyaksikan video berdurasi pendek yang menampilkan ringkasan film yang akan atau sedang tayang di bioskop. Ringkasan ini mengandung bagian-bagian terpenting dalam suatu film sehingga orang tertarik untuk membeli tiket lagi dan menyaksikan film tersebut. Selain itu, para pengiklan juga seringkali bekerja sama dengan produser film untuk menempatkan produk mereka dalam suatu film ini disebut dengan ‘brand placement’, contohnya dalam film James Bond setiap tokoh utama dalam film tersebut di-shot berkali-kali menggunakan telepon seluler bermerk Sony Erricson.

Sedangkan iklan dalam video game (video game advertising) masih terus ditingkatkan. Bentuk-bentuk belanja iklan dalam video game meliputi product placement, advergaming, dan game featuring commercial brands akan mencapai 260 juta US$ pada tahun 2008, jauh meningkat dibanding tahun 2003 yang mencapai 79 juta US$. (Kerner, 2004).

Sedangkan para pengiklan lain mencoba bereksperimen menggunakan kiosk, yaitu suatu terminal tunggal yang memberikan informasi mendalam mengenai suatu produk terutama mengenai penjualannya. Salah satu bentuk dari iklan jenis ini adalah ‘intelligent shopping cart’ yang mengarahkan para konsumen produk tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai tempat-tempat yang menjual produk tersebut beserta variasi harganya dan promosi khusus produk tersebut di supermarket-supermarket.

Leave a comment »

Teknologi bagi Per-PR-an dan Per-iklan-an

Perkembangan teknologi komunikasi menyentuh semua aspek kehidupan termasuk di bidang PR (public relation) dan periklanan. Per-PR-an dan periklanan pun menjadi semakin mudah dengan teknologi-teknologi yang semakin maju.

 

Teknologi Per-PR-an

Di tahun 1900-an, alat-alat per-PR-an yang biasa digunakan antara lain : news release, pitch letters, dan press kits. News release adalah rangkuman berita dan informasi yang dibuat untuk pihak media. Pitch letter adalah angle topik diberikan, dibuat khusus untuk para reporter dan editor untuk kepentingan pembuatan laporan berita. Press kit adalah kumpulan produk-produk promosi yang diberikan untuk pihak media.

Perkembangan teknologi membawa perubahan. Teknologi per-PR-an yang tadinya sangat sederhana pun berubah menjadi lebih menarik.

Video News Release. Bentuk press release yang disiarkan pada berita televisi. Isinya hampir sama dengan press release cetak. Perbedaannya, pada VNR, aktivitas perusahaan direkam kemudian hasil liputan tersebut dikirimkan kepada media dipublikasikan pada khalayak melalui berita. Durasi VNR biasanya antara 1,5 – 2 menit. Semakin singkat VNR, maka semakin besar kemungkinan stasiun-stasiun TV mau menyiarkan VNR secara keseluruhan. VNR dibuat dengan format yang masih bisa di edit oleh media yang akan menayangkannya. Bahan mentah VNR dapat didistribusikan lewat satelit, pita rekam, internet dan transmisi digital dari perusahaan yang ingin mempublikasikan kepada media. VNR dapat juga ditayangkan di website perusahaan yang bersangkutan dengan menggunakan teknologi streaming. Penempatan VNR di media tidak membutuhkan biaya tetapi biaya pembuatannya masih tergolong mahal.

Webcasts. Berisi video streaming dan audio. Biasanya digunakan untuk menayangkan konferensi pers secara langsung.

SMTs. Menyiarkan wawancara langsung yang disiarkan langsung oleh 15-25 stasiun TV. Durasinya 3-4 jam.

E-SMTs. Serupa dengan webcasts dan SMTs tetapi media yang digunakan adalah internet.

Edited B-Roll (Outtake). Seperti VNR namun durasinya lebih pendek dan lebih mudah untuk proses editing.

Online Advocacy Systems. Contoh : ARENA dari Legislative Demographic Services. Sebagai media kampanye online bagi para pekerja, investor, konsumen dan para empunya kepentingan lainnya untuk mempromosikan kepentingan dan keinginannya.

Online Media Database. Berisi data-data ribuan jurnalis seperti alamat dan nomor telepon. Memudahkan untuk mendapatkan informasi mengenai jurnalis-jurnalis.

Interactive News Release. News release yang dikirim lewat email atau website untuk dilihat oleh khalayak baik secara umum. Isinya mencakup 5W+1H serta links yang membawa khalayak ke informasi lain yang juga berhubungan.

Electronic Press Kits (E-Kits). Seperti press kits edisi cetak namun dibuat lebih menarik dan interaktif.

Blogs or Weblogs. Berisi rumor, serangan terhadap perusahaan. Para PR harus waspada, karena blog menjadi media yang cepat untuk memengaruhi orang.

Online Tracking and Monitoring Systems. Membantu PR mengikuti jejak media, kompetitor, konsumen dan orang lain yang mengatakan sesuatu tentang pekerja atau kliennya. Contoh : CyberAlert

E-mail. Inovasi E-mail seperti Internet Messenger (IM) membuat para PR bisa berkomunikasi dengan media dan khalayak lain yang sedang online. Rata-rata perusahan menyediakan ruang bagi pers di situsnya. Dengan begitu memudahkan pihak media untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan itu.

Teknologi Periklanan

Percaya tidak percaya, di setiap sudut kecil sekalipun kadang-kadang kita bisa melihat ada iklan yang terselip. Iklan, saat ini semakin kreatif dan bentuk juga media penyajinya pun semakin banyak. Iklan tidak lagi hanya dilihat dan didengar melalui TV dan radio saja. Iklan pun merambah dunia maya.

Viral marketing. Mirip dengan Multi Level Marketing (MLM) tapi bedanya tekniknya adalah berusaha menarik target audience untuk berdiskusi tentang produk yang sedang dipasarkan melalui chat room atau message/buletin board. Tujuannya adalah agar berita/ide tentang produk menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang yang lainnya di dunia maya.

Database marketing. Pengiklan berusaha memperoleh dan mengumpulkan informasi tentang konsumen sehingga informasi tersebut dapat dipakai untuk pembuatan atau pemasaran produk di masa datang baik secara strategis maupun taktisnya (prospek, diversifikasi produk) untuk memenuhi gaya hidup dan kebutuhan konsumen. Membantu pengiklan untuk fokus pada pembeli yang potensial daripada mereka yang cenderung tidak berminat untuk membeli produk.

Permission marketing. Berusaha untuk menciptakan komunikasi antara produsen dan konsumen yang saling menguntungkan.

E-commerce. Di dalam situs disediakan ruang untuk bertansaksi antara produsen dengan konsumen baik penjualan maupun pembelian secara online. Pembayaran dapat dilakukan dengan kartu kredit dan debit.

Spam. Adalah e-mail yang tidak diinginkan oleh pengguna internet. Tetapi spam ini seringkali justru digunakan oleh para pengiklan, karena langsung dikirimkan ke e-mail-e-mail dan dibaca secara pribadi oleh sang empunya e-mail.

Pengiklan senang memasang di internet, karena media internet dianggap sebagai media dua arah tidak seperti media lainnya. Melalui internet, pengiklan menganggap juga bisa berinteraksi dengan konsumennya. Selain itu, penempatan iklan di internet pun mudah dan sangat efektif karena dilihat oleh semua orang di seluruh dunia.

Iklan di internet dianggap mempunyai masa depan yang cerah. Ribuan situs bekerja sama dengan perusahaan seperti DoubleClick dan ValueMEdia untuk menciptakan iklan-iklan. Iklan-iklan dibuat unik, untuk lebih menarik massa untuk menjadi konsumen produk-produk yang ditawarkan.

Ternyata tidak hanya sampai disitu saja, pengiklan pun tetap menemukan media-media baru untuk beriklan.

Satellite radio. Memanfaatkan fasilitas satelit yang mampu melingkupi wilayah yang luas sehingga hanya dengan menggunakan radio, televisi, maupun handphone, pengguna yang sedang bepergian dan berada di area tertentu dapat memperoleh informasi tentang banyak hal.

DVR’s (Digital Video Recorder). Merekam siaran acara TV namun tetap menampilkan logo produk yang diiklankan pada saat pemirsa melakukan fast-forward. Dengan demikian, simbol produk yang ditampilkan diharapkan tetap mampu mengarahkan target audience pada produk tertentu dalam pikiran bawah sadar mereka.

Advertainment. Menempatkan produk menjadi bagian dalam script ataupun isi acara. Sehingga produk tersebut mau tidak mau dapat dilihat oleh khalayak saat menonton acara itu.

Digital Imaging Technology. Bernentuk seperti billboard tetapi bersifat digital. Gambar yang ditayangkan bisa berganti-ganti. Media ini dianggap lebih atraktif dibandingkan dengan billboard biasa, selain itu DIT bisa menampilkan lebih banyak iklan daripada billboard yang hanya bisa menampilkan satu iklan saja.

Video Game Advertising. Iklan yang ditampilkan pada video game, dengan target audiencenya biasanya anak-anak dan remaja. Iklan ditampilkan pada intro, jeda, ataupun setelah permainan.

Kiosk. Menyediakan komputer dengan touch screen monitor di dekat tempat penjualan produk yang berisi tentang informasi mendalam tentang produk itu.

Iklan akan selalu ada di sekitar kita. Kitalah sasaran dari setiap iklan yang ada. Hati-hati jadi korban iklan!

Referensi :

Straubhaar, Joseph &LaRose, Robert. Media Now: Communications Media in the Information Age. Wardworth, 2004, chap 10-11.

Komentar dimatikan

Ciri-Ciri Susu Murni

Saat ini banyak beredar susu oplosan, susu yang dicampur dengan cairan lain seperti air, santan, air kelapa, dll, yang dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang besar dengan biaya yang relatif tidak bertambah. Hal ini merugikan konsumen (menzalimi pihak pemakai). Untuk menghindari ini kita perlu mengetahui ciri – ciri fisik dari susu murni.


Susu langsung diambil dari puting susu sapi, kerbau atau kambing, susu ini masih steril. Pencemaran akan terjadi karena tangan pemerah, infeksi kulit susu atau peralatan yang digunakan.

 

Pasteurisasi dan Sterilisasi : Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu secara berulang pada suhu 60o C untuk membebaskan susu dari kuman pathogen. Ini merupakan syarat agar susu dapat dikatakan layak untuk di konsumsi tanpa khawatir akan penyakit bawaan dari sumbernya.

Ciri-ciri Susu yang Baik :

  • Warna putih susu dan kental
  • Cairannya konstan dan tidak menggumpal.
  • Aromakhas susu, tidak bau asam, tengik atau bau amis.
  • Berat jenis lebih tinggi dari air ( diatas 1,0 ).
  • Kalau dituang dari gelas masih menempel di dinding gelas.
  • Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak ( foam ).
  • Bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu serangga dan lain-lain.

Leave a comment »

Peran Ibu Menumbuhkan Kecerdasan Anak

Peran Ibu Menumbuhkan Kecerdasan Anak

Suatu sore, tampaklah seorang ibu, dengan lima orang anaknya, sedang berkumpul di dapur. Mereka mengelilingi sebuah meja dimana diatasnya terdapat ‘potongan’ kertas dan kotak melukis yang berisi delapan warna dan sebatang kuas. Mereka akan melukis bersama-sama, belajar menggambar bunga.

Di tengah keasyikan dan kegembiraan melukis, tiba-tiba ada nuansa ketidaksenangan dari anak perempuan terkecilnya. “Ada apa, sayangku?”,tanya si ibu. “Salah satu kelopak bungaku tampak seperti daun” jawab anak kecil itu, hampir menangis karena kelopak bunganya tidak tampak seperti kelopak bunga. “Biar kulihat”, ujar si Ibu. “Oh ya, baiklah. Tambahkan dengan warna hijau. Sekarang, kelopak bunga itu berubah menjadi daun”. Tentu saja si anak tidak jadi menangis. Ia tertawa gembira.

Cerita di atas saya cuplik dan tutur ulang dari pengalaman nyata Margo Marshall – Olmstead akan ibunya saat mereka tinggal di Ferryden, sebuah desa nelayan si pesisir timur Skotlandia (Lesson from Mom, 2004).

POTENSI IBU

Briliyan !!!! Hebat !!!!! Luar biasa !!!!!. Itulah yang deretan kata (dan masih banyak lagi yang lainnya) yang pantas kita ucapkan sebagai apresiasi terhadap cara ibu tersebut mengatasi ‘masalah’ yang dihadapi anak perempuannya. Ia seakan paham betul dengan kata bijak Pablo Picasso, seorang pelukis genius, bahwa ‘Setiap bocah adalah seniman. Masalahnya bagaimana cara mempertahankannya agar ia tetap menjadi seniman ketika
dewasa’. Itu sebabnya ia berupaya agar anak perempuan terkecilnya tidak patah semangat, sehingga dapat terus mengembangkan potensinya sebagai seniman.

Tindakan yang ia ambil, tidak saja mencerminkan kecerdasan intelektualnya, namun juga menggambarkan kecerdasan emosinya, kemampuannya berempati. Ia memahami betul bila anak perempuannya bukanlah dirinya, yang sudah piawai melukis bunga. Ia mampu membuat anaknya tetap merasa berhasil (menggambar daun), walaupun hal tersebut akibat dari ia gagal menggambar bunga. Ia mengajar anaknya agar bisa mengambil hikmah (dan terobosan) ketika
menghadapi sebuah kegagalan.

Si ibu tahu betul bahwa kepada anak harus diajarkan keberanian untuk mencoba kemampuan, kejelian untuk melihat kemungkinan, keyakinan dalam memilih strategi dan kesempatan untuk melaksanakanan strategi pilihannya. Ia juga tahu betul bahwa semua proses itu harus dikenalkan sejak dini, agar proses belajar untuk memecahkan masalah bila memberikan hasil optimum. Ia sadar bahwa semakin banyak contoh cara memecahkan masalah yang ia berikan, akan membuat makin berkembang pula kemampuan anaknya dalam menangani masalah.

Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya bila ketika menghadapi ketidakbisaan anak perempuannya, si ibu berkata “Kamu bodoh, menggambar bunga saja nggak bisa !!!”. Atau berkata “Gimana sich kamu ini, membuang-buang kertas dan cat saja”. Tentu saja si anak akan merasa gagal. Ia akan kehilangan kepercayaan diri, merasa rendah diri. Dan ini bukan masalah sepele. Karena akan sangat menghambat kemampuannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang lain. Tentu kita masih ingat dengan begitu banyaknya kasus bunuh diri di kalangan anak-anak, akibat dari ketidakmampuannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah.

Atensi si ibu akan aktivitas melukis dari anak-anaknya juga merupakan hal tepat sebab memang sesungguhnya otak belahan kananlah yang lebih dulu berkembang. Dalam tulisannya yang berjudul Pendidikan Dimulai dari otak Kanan (bagian dari buku Mencetak Anak Cerdas dan Kreatif, 2001), Salomon Simanungkalit mengungkapkan bahwa perkembangan otak belahan kanan sudah dimulai sejak anak berusia nol tahun. Sedangkan otak belahan kiri umumnya
mulai berkembang pada saat anak berumur enam tahun. Dan aktivitas melukis yang mengandalkan kemampuan akan berkhayal, mengasah rasa seni adalah kerja otak kanan.

Otak kanan juga yang bertanggungjawab atas kemampuan mengendalikan emosi. Sehingga sungguh sebuah tindakan luar biasa, yang sangat tepat, ketika sambil melukis bunga, si ibu juga mengajarkan cara mengoper kuas dan cat, sehingga ia dan kelima anaknya mempunyai kesempatan yang sama untuk menggambar. Secara tidak langsung hal ini melatih anak untuk mengendalikan
ego masing-masing, menanamkan makna bekerja sama dan berbagi, melatihnya mengandalikan emosi. Artinya menstimulus kecerdasan emosi anak-anaknya.

SELAIN KECEDASAN INTELEKTUALl

Hingga kni masih banyak orang (tua) yang memuja kecerdasan intelektual yang mengandalkan kemampuan berlogika semata. Orang tua merasa bangga dan berhasil mendidik anak, bila melihat anak-anaknya mempunyai nilai rapor yang bagus, menjadi juara kelas. Tentu saja hal ini tidak salah, tetapi tidak juga benar seratus persen. Karena beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spirituallah yang lebih berpengaruh bagi kesuksesan seorang anak.

Hasil penelitian Daniel Goleman (1995 dan 1998) memperlihatkan bahwa kecerdasan intelektual hanya memberi kontribusi 20 persen terhadap kesuksesan hidup seseorang. Yang 80 persen bergantung pada kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritualnya. Bahkan dalam hal keberhasilan kerja, kecerdasan intelektual hanya berkontribusi empat persen.
Sebuah survei terhadap ratusan perusahaan di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kemampuan teknis/analisis bukan hal yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin/manajer. Yang terpenting justru kemauan, keuletan mencapai tujuan, kemauan mengambil inisiatif baru, kemampuan bekerja sama dan kemampuan memimpin tim.

Hasil identik juga disimpulkan dari penelitian jangka panjang terhadap 95 mahasiswa Harvard lulusan tahun 1940-an. Puluhan tahun kemudian, mereka yang saat kuliah dulu mempunyai kecerdasan intelektual tinggi, namun egois dan kuper, ternyata hidupnya tak terlalu sukses (berdasar gaji, produktivitas, serta status bidang pekerjaan) bila dibandingkan dengan
yang kecerdasan intelektualnya biasa saja tetapi mempunyai banya teman, pandai berkomunikasi, mempunyai empati, tidak temperamental sebagai manifestasi
dari tingginya kecerdasan emosi, sosial dan spiritual.

Pertanyaannya adalah, bagaimana cara untuk menumbuhkan kecerdasan emosi, sosial dan spiritual pada anak-anak kita?

KERJA PENGASUHAN

Menurut John Gottman dan Joan DeClaire dalam The Heart of Parenting (Kiat – kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional, 1997), cara pembelaja-ran pengetahuan emosional adalah dengan menyadari perasaan anak dan mampu berem-pati, menghibur dan membimbing mereka. Sementara Marsha Sinetar dalam bukunya Spiritual Intelligence (Kecerdasan Spiritual, 2000) mengungkapkan bahwa melalui teladanlah, anak bisa meningkatkan kecerdasan
spiritualnya.

Ini artinya, upaya untuk meningkatkan kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual anak tidak bisa sepertihalnya upaya meningkatkan kecerdasan intelektual yang bisa dipacu dengan memasukkan ke sekolah-sekolah favorit (yang umumnya adalah sekolah mahal), atau menjejali anak dengan aneka macam les. Sementara orang tua dituntut menyediakan
uang sebanyak mungkin. Yang pada akhirnya kerap dianggap sebagai alasan tepat oleh para ibu untuk ikut mencari uang (umumnya di ruang publik).

Dan hasilnya, setiap tahunnya terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan
kerja (TPAK) perempuan, khususnya di sektor informal dibandingkan dengan TPAK laki-laki. Bila pada tahun 1980, prosentase TPAK perempuan ‘baru’ mencapai 58,1persen, pada tahun 2000 sudah menjadi 70 persen, naik 11,9 persen. Sangat terbuka kemungkinan prosentase ini akan terus meningkat, terlebih saat ini gencar disosialisasikan bahwa agar supaya perempuan
mempunyai posisi tawar (terhindar dari aneka bentuk kekerasan) maka ia harus mandiri, termasuk dalam hal ekonomi. Di sinilah letak permasalahannya. Kondisi ini, dimana kedua orang tua sibuk di ruang publik, akan mereduksi kemungkinan anak bisa meningkatkan
kecerdasan emosi, sosial dan spiritualnya. Sebab kecerdasan seperti ini sangat dipengaruhi oleh teladan dan sentuhan personal yang penuh rasa cinta, atensi dan apresiasi. Dalam konteks itulah aktivitas pengasuhan menjadi urgen. Dan pengasuh terbaik bagi seorang anak adalah ibunya. Sebab ibulah, sosok yang paling dikenal oleh anak.

Bukankah mereka (ibu dan anak) pernah mengalami ‘hidup bersama’ selama sembilan bulan?
Bukankah ibu pula sosok yang melalui payudaranya memberinya makan di awal kehidupannya. Jadi tidaklah berlebihan bila ada ikatan yang sangat kuat antara ibu – anak. Belum lagi kondisi natural seorang perempuan yang memang sangat tepat untuk melaksanakan kerja pengasuhan. Kondisi – kondisi ini merupakan modal besar dalam proses pembelajaran emosi, sosial dan
spiritual anak. Akankah hal ini disia-siakan?

Leave a comment »

Ingat Kamu

1 (do) = E

Intro: E   A (2x)
[Lirik Lagu Maia: Ingat Kamu + Chord – LirikLaguMusik.com]

E               A
Apakah ini namanya cinta

E                           A
Begitu membingungkan

E                      A
Aku kini sedang jatuh cinta

E                          A
Kutanyakan mengapa

C#m
(*)   Hatiku resah…

G#m             A
Hatiku gundah

B
S’muanya jadi serba salah

Maia

E                         A
Aku sedang sedih juga ingat kamu

E                   C#m
Aku sedang bosan kuingat kamu

F#m
O, Cinta…

B7                     E
Inikah benar ku jatuh, jatuh cinta …

Interlude: E   F#m (2x)

E                    F#m
S’mua tertawa lihat tingkahku

E                            A/E
Yang jadi tak menentu

E                     A/E
Ini salah, begitupun salah

E                          A/E
Kutanyakan mengapa

Kembali ke: (*)

Modulasi: 1 (do) = F#

F#              D#m
Reff I I:  Aku mau makan kuingat kamu

F#           B
Aku mau tidur kuingat kamu

F#           D#m
Aku mau pergi kuingat kamu

G#m
O, Cinta…

C#7
Mengapa semua serba kamu

F#                    D#m
Aku sedang bingung kuingat kamu

(Aku sedang bingung…)

F#                B
Aku sedang sedih kuingat kamu

(Aku sedang sedih…)

F#                 D#m
Aku sedang bosan kuingat kamu

(Aku… ingat kamu… uu…)

G#m
O, Cinta…

C#7                    F#
Inikah benar ku jatuh, jatuh cinta …

Coda:

Apakah ini namanya cinta

F#sus
Begitu membingungkan

Leave a comment »

Kucinta Kau Apa Adanya (Aku Mau)

Intro: D – E/G# – A    G – F#m – E – A…

D                 A/C#        Bm
Kau boleh acuhkan diriku

G            F#m            Em
Dan anggap ku tak ada

G        A                 Bm
Tapi tak ‘kan merubah

Em    G – F#m – Em
Perasaanku…

D         A
Kepadamu

D               A/C#         Bm
Ku yakin pasti suatu saat

G         F#m          Em
Semua ‘kan terjadi

G               A           Bm
Kau ‘kan mencintaiku

Em             Bm/D#
Dan tak akan pernah

A…
Melepasku

D                  DM7 –  D6 – DM7
Reff I: Aku mau mendampingi dirimu
[Lirik & Chord Aku Mau by Once – liriklagumusik.com]

Bm     E            A
Aku mau cintai  kekuranganmu

D      F#             Bm
S’lalu bersedia bahagiakanmu

F#            G
Apapun terjadi

Gm         A    D
Ku janjikan aku ada

Interlude: D – E/G# – A    G – F#m – E – A

D                A/C#   Bm
Kau boleh jauhi diriku

G    F#m             Em
Namun ku percaya

G               A           Bm
Kau ‘kan mencintaiku

Em             Bm/D#
Dan tak akan pernah

A…
Melepasku

Kembali ke: Reff I:

Em    A
Ow yeah…

D    Em          A
Aku ada

Interlude: D – E – A – Bm – F#m/C# – D

D                 DM7  –  D6 – DM7
Reff I I : Aku mau mendampingi dirimu

Bm     E            A
Aku mau cintai  kekuranganmu

D            F#
Aku yang rela terluka…

Bm           F#   G
Untukmu selalu… u… u u u u

Kembali ke: Reff I:

Coda: D – E/G# – A    G – F#m – E – A

Leave a comment »