Teknologi bagi Per-PR-an dan Per-iklan-an

Perkembangan teknologi komunikasi menyentuh semua aspek kehidupan termasuk di bidang PR (public relation) dan periklanan. Per-PR-an dan periklanan pun menjadi semakin mudah dengan teknologi-teknologi yang semakin maju.

 

Teknologi Per-PR-an

Di tahun 1900-an, alat-alat per-PR-an yang biasa digunakan antara lain : news release, pitch letters, dan press kits. News release adalah rangkuman berita dan informasi yang dibuat untuk pihak media. Pitch letter adalah angle topik diberikan, dibuat khusus untuk para reporter dan editor untuk kepentingan pembuatan laporan berita. Press kit adalah kumpulan produk-produk promosi yang diberikan untuk pihak media.

Perkembangan teknologi membawa perubahan. Teknologi per-PR-an yang tadinya sangat sederhana pun berubah menjadi lebih menarik.

Video News Release. Bentuk press release yang disiarkan pada berita televisi. Isinya hampir sama dengan press release cetak. Perbedaannya, pada VNR, aktivitas perusahaan direkam kemudian hasil liputan tersebut dikirimkan kepada media dipublikasikan pada khalayak melalui berita. Durasi VNR biasanya antara 1,5 – 2 menit. Semakin singkat VNR, maka semakin besar kemungkinan stasiun-stasiun TV mau menyiarkan VNR secara keseluruhan. VNR dibuat dengan format yang masih bisa di edit oleh media yang akan menayangkannya. Bahan mentah VNR dapat didistribusikan lewat satelit, pita rekam, internet dan transmisi digital dari perusahaan yang ingin mempublikasikan kepada media. VNR dapat juga ditayangkan di website perusahaan yang bersangkutan dengan menggunakan teknologi streaming. Penempatan VNR di media tidak membutuhkan biaya tetapi biaya pembuatannya masih tergolong mahal.

Webcasts. Berisi video streaming dan audio. Biasanya digunakan untuk menayangkan konferensi pers secara langsung.

SMTs. Menyiarkan wawancara langsung yang disiarkan langsung oleh 15-25 stasiun TV. Durasinya 3-4 jam.

E-SMTs. Serupa dengan webcasts dan SMTs tetapi media yang digunakan adalah internet.

Edited B-Roll (Outtake). Seperti VNR namun durasinya lebih pendek dan lebih mudah untuk proses editing.

Online Advocacy Systems. Contoh : ARENA dari Legislative Demographic Services. Sebagai media kampanye online bagi para pekerja, investor, konsumen dan para empunya kepentingan lainnya untuk mempromosikan kepentingan dan keinginannya.

Online Media Database. Berisi data-data ribuan jurnalis seperti alamat dan nomor telepon. Memudahkan untuk mendapatkan informasi mengenai jurnalis-jurnalis.

Interactive News Release. News release yang dikirim lewat email atau website untuk dilihat oleh khalayak baik secara umum. Isinya mencakup 5W+1H serta links yang membawa khalayak ke informasi lain yang juga berhubungan.

Electronic Press Kits (E-Kits). Seperti press kits edisi cetak namun dibuat lebih menarik dan interaktif.

Blogs or Weblogs. Berisi rumor, serangan terhadap perusahaan. Para PR harus waspada, karena blog menjadi media yang cepat untuk memengaruhi orang.

Online Tracking and Monitoring Systems. Membantu PR mengikuti jejak media, kompetitor, konsumen dan orang lain yang mengatakan sesuatu tentang pekerja atau kliennya. Contoh : CyberAlert

E-mail. Inovasi E-mail seperti Internet Messenger (IM) membuat para PR bisa berkomunikasi dengan media dan khalayak lain yang sedang online. Rata-rata perusahan menyediakan ruang bagi pers di situsnya. Dengan begitu memudahkan pihak media untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan itu.

Teknologi Periklanan

Percaya tidak percaya, di setiap sudut kecil sekalipun kadang-kadang kita bisa melihat ada iklan yang terselip. Iklan, saat ini semakin kreatif dan bentuk juga media penyajinya pun semakin banyak. Iklan tidak lagi hanya dilihat dan didengar melalui TV dan radio saja. Iklan pun merambah dunia maya.

Viral marketing. Mirip dengan Multi Level Marketing (MLM) tapi bedanya tekniknya adalah berusaha menarik target audience untuk berdiskusi tentang produk yang sedang dipasarkan melalui chat room atau message/buletin board. Tujuannya adalah agar berita/ide tentang produk menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang yang lainnya di dunia maya.

Database marketing. Pengiklan berusaha memperoleh dan mengumpulkan informasi tentang konsumen sehingga informasi tersebut dapat dipakai untuk pembuatan atau pemasaran produk di masa datang baik secara strategis maupun taktisnya (prospek, diversifikasi produk) untuk memenuhi gaya hidup dan kebutuhan konsumen. Membantu pengiklan untuk fokus pada pembeli yang potensial daripada mereka yang cenderung tidak berminat untuk membeli produk.

Permission marketing. Berusaha untuk menciptakan komunikasi antara produsen dan konsumen yang saling menguntungkan.

E-commerce. Di dalam situs disediakan ruang untuk bertansaksi antara produsen dengan konsumen baik penjualan maupun pembelian secara online. Pembayaran dapat dilakukan dengan kartu kredit dan debit.

Spam. Adalah e-mail yang tidak diinginkan oleh pengguna internet. Tetapi spam ini seringkali justru digunakan oleh para pengiklan, karena langsung dikirimkan ke e-mail-e-mail dan dibaca secara pribadi oleh sang empunya e-mail.

Pengiklan senang memasang di internet, karena media internet dianggap sebagai media dua arah tidak seperti media lainnya. Melalui internet, pengiklan menganggap juga bisa berinteraksi dengan konsumennya. Selain itu, penempatan iklan di internet pun mudah dan sangat efektif karena dilihat oleh semua orang di seluruh dunia.

Iklan di internet dianggap mempunyai masa depan yang cerah. Ribuan situs bekerja sama dengan perusahaan seperti DoubleClick dan ValueMEdia untuk menciptakan iklan-iklan. Iklan-iklan dibuat unik, untuk lebih menarik massa untuk menjadi konsumen produk-produk yang ditawarkan.

Ternyata tidak hanya sampai disitu saja, pengiklan pun tetap menemukan media-media baru untuk beriklan.

Satellite radio. Memanfaatkan fasilitas satelit yang mampu melingkupi wilayah yang luas sehingga hanya dengan menggunakan radio, televisi, maupun handphone, pengguna yang sedang bepergian dan berada di area tertentu dapat memperoleh informasi tentang banyak hal.

DVR’s (Digital Video Recorder). Merekam siaran acara TV namun tetap menampilkan logo produk yang diiklankan pada saat pemirsa melakukan fast-forward. Dengan demikian, simbol produk yang ditampilkan diharapkan tetap mampu mengarahkan target audience pada produk tertentu dalam pikiran bawah sadar mereka.

Advertainment. Menempatkan produk menjadi bagian dalam script ataupun isi acara. Sehingga produk tersebut mau tidak mau dapat dilihat oleh khalayak saat menonton acara itu.

Digital Imaging Technology. Bernentuk seperti billboard tetapi bersifat digital. Gambar yang ditayangkan bisa berganti-ganti. Media ini dianggap lebih atraktif dibandingkan dengan billboard biasa, selain itu DIT bisa menampilkan lebih banyak iklan daripada billboard yang hanya bisa menampilkan satu iklan saja.

Video Game Advertising. Iklan yang ditampilkan pada video game, dengan target audiencenya biasanya anak-anak dan remaja. Iklan ditampilkan pada intro, jeda, ataupun setelah permainan.

Kiosk. Menyediakan komputer dengan touch screen monitor di dekat tempat penjualan produk yang berisi tentang informasi mendalam tentang produk itu.

Iklan akan selalu ada di sekitar kita. Kitalah sasaran dari setiap iklan yang ada. Hati-hati jadi korban iklan!

Referensi :

Straubhaar, Joseph &LaRose, Robert. Media Now: Communications Media in the Information Age. Wardworth, 2004, chap 10-11.

%d blogger menyukai ini: