Pencegahan Hidung Tersumbat

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki kondisi internal tubuh kita yaitu fisik dan fikiran karena dengan memperbaiki faktor tersebut setidaknya secara kasar 50% masalah sudah dapat diatasi. Memperbaiki kondisi fisik dilakukan dengan memperbaiki pola hidup yaitu diantaranya:

  1. Selalu menjaga kebersihan, baik itu kebersihan tubuh maupun lingkungan atau selalu berada di lingkungan yang sehat dan bersih. Menjaga kebersihan rongga mulut pun sangat penting, usahakan selalu membersihkan gigi dari berbagai macam kotoran maupun karang, secepatnya lakukan pengobatan apabila mengalami infeksi gig dan gusi. Penulis pernah mengalami penyakit radang gusi kronis yang mengakibatkan gigi goyang. Sehingga diputuskan untuk mencabut gigi tersebut dan ternyata dampaknya baik sekali, hidung jarang tersumbat.
  2. Makan dan minum makanan dan minuman yang halal dan baik untuk tubuh. Makan dan minumlah sesuai dengan diet berdasarkan golongan darah. Penulis bergolongan darah B seringkali merasakan dampak buruk setelah makan ayam apalagi fried chicken dicampur saus buatan pabrik. Setelah menjalani diet golongan darah, hidung jarang mampet. Adalagi pengalaman baru yaitu setelah penulis secara rutin menggunakan porpolis dengan cara meneteskan satu atau dua tetes propolis ke dalam mulut, penulis jarang sekali mengalami hidung tersumbat / mampet / pilek bahkan tidak mudah ketularan flu terbukti ketika anak sedang mengalami flu, penulis tetap bercengkrama dengan anak namun tidak tertular samasekali.
  3. Istirahat yang cukup. Tidurlah di saat tubuh kita sudah mengisyaratkan untuk tidur.
  4. Olah raga yang teratur. Pilihlah olah raga yang tepat untuk tubuh kita, misalnya joging, renang, ping – pong, badminton, bersepeda ataupun yang paling murah adalah jalan cepat.
  5. Tidak sembarangan membersihkan kotoran hidung dengan jari, kecuali bila kita pastikan kondisi jari benar – benar bersih.

Selain kondisi fisik yang musti dikendalikan, kondisi fikiran tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan, bahkan fikiran yang sakit dapat merusak kondisi fisik tanpa kita sadari. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengendalikan fikiran agar tidak rusak atau sakit, diantaranya adalah:

  1. Mengurangi tekanan (stress) akibat pekerjaan, tugas atau pun hal lain yang selalu mengganggu fikiran kita. Caranya dapat bermacam – macam, bisa dilakukan dengan pembagian tugas, atau konsultasi dengan pihak yang lebih berpengalaman, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta (ber zikir atau banyak mengingat Sang Pencipta), meluangkan waktu untuk relaks atau rekreasi, bermain dengan anak – anak, atau yang paling sederhana dapat dilakukan dengan menarik nafas dalam – dalam kemudian menahan beberapa saat dan mengeluarkannya perlahan – lahan. Kadang ketika kita mengalami tekanan, organ tubuh kita secara tidak disadari mengalami gangguan, tarikan nafas menjadi lemah, badan menjadi lesu – lemas, mudah mengantuk dsb. Oleh karena itu kita dapat alihkan perhatian kita dari sumber permasalah yang mengganggu fikiran untuk lebih memusatkan kepada pengembalian kinerja organ tubuh kita ke keadaan normal seperti tadi mengolah pernafasan.
  2. Mencari kegiatan atau aktifitas yang bersifat positif seperti mengembangkan hobi badminton, atau hobi apapun yang bermanfaat.
  3. Menyuburkan fikiran – fikiran positif (ini akan di bahas secara tersendiri di bagian ahlakul karimah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: