Kondom Perempuan sebagai Peranan Penting Bagi Perempuan HIV Positif

Perempuan HIV positif lebih mengalami stigma dan diskriminasi. Ketika mereka telah dinyatakan positif HIV, maka hak-hak seksual dan kesehatan reproduksi diabaikan dan mereka dipaksa untuk menghentikan segala kegiatan berhubungan seksual, tetap abstinent sepanjang hidup mereka. Ketika mereka hamil dipaksa untuk melakukan aborsi dan sterilisasi sehingga tidak lagi mempunyai anak.

Tekanan-tekanan yang mereka hadapi bukan saja pada saat status HIV terbuka tapi ketika mereka menutupi status tersebut karena ketakutan terhadap reaksi yang akan muncul. Tekanan tersebut datang dari pasangan atau secara hukum untuk melakukan hubungan seksual dan menghasilkan anak yang tidak mereka inginkan karena takut akan menyebarkan virus ke anak mereka melalui persalinan atau menyusui. Bukan hanya penyangkalan terhadap hak-hak seksual dan kesehatan reproduksi tetapi juga akses terhadap terapi antiretroviral (ARV) terbatas. Perempuan HIV positif di Afrika diperbolehkan melakukan terapi ARV hanya jika telah mendapatkan suntikan Depo-Provera.

Pemakaian kondom perempuan merupakan suatu cara untuk menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran tersebut. Menurut Alice, motivasi utama dalam memakai kondom perempuan ini adalah mendapatkan kembali pemenuhan terhadap kebutuhan seksual yang menyenangkan, aman dalam artian dia dan pasangannya melakukan seks yang aman. Alice yakin bahwa dengan memakai kondom perempuan, pasangannya akan terlindung dari infeksi virus tersebut dan tidak akan hamil. Kondom perempuan juga lebih menyenangkan daripada kondom laki-laki.

Seperti segitiga kualitas kehidupan atau the quality of life, di mana setiap bagian saling terkait. Jika salah satu bagian mempunyai masalah, misal seksual maka bagian lain akan terganggu atau sebaliknya, dan kesejahteraan hidup tidak akan tercapai.

Pemakaian kondom perempuan mendapatkan tantangan yang besar dari perempuan itu sendiri disebabkan cara pemakaiannya yang dimasukkan ke dalam tubuh. Hal ini menjadi masalah karena perempuan kurang mengetahui anatomi tubuhnya sendiri, malu akan keadaan tubuhnya, cemas akan ketidaknormalan tubuhnya, malu kalau terjadi kesalahan yang menyangkut tubuhnya, kepercayaan budaya akan selaput dara dan penetrasi, dan akses untuk masuk ke vagina dipunyai oleh laki-laki. Namun hal ini dapat dihilangkan sedikit demi sedikit jika pengetahuan dan informasi mengenai hak seksual dan reproduksi, dan pemakaian kondom perempuan itu sendiri diberitahukan terus menerus.

Kesimpulan

Kondom perempuan merupakan bagian penting dalam kehidupan perempuan HIV positif karena pemakaiannya merupakan pernyataan terhadap hak untuk hidup sehat, positif, saling menghormati, kehidupan seksual yang memuaskan dan saling mengisi, dan perlindungan terhadap diri mereka sendiri dan pasangannya.

Pernyataan ’tubuhku adalah diriku’ adalah bagian penting dari kesenangan dan tantangan dalam mempromosikan kondom perempuan. Perempuan HIV positif diajak untuk mengetahui dan mengenal bagian tubuh sebagai miliknya sendiri. Bagi mereka, pemakaian kondom tidak hanya sekadar masalah pencegahan terhadap kehamilan, namun lebih besar dari hal tersebut, yaitu masalah hidup dan mati. Mereka yang belum mendapatkan terapi ARV berisiko untuk terinfeksi ISR/IMS. Kesempatan untuk hidup sangat penting bagi perempuan HIV positif, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki anak. Hidup bukan untuk diri sendiri tapi juga untuk menjaga anak mereka tetap mendapat kasih sayang dan perawatan yang maksimal.

Kondom perempuan bagi perempuan HIV positif sangat penting karena hal-hal tersebut di atas. Jika dunia memang membuat kondom tersebut buat perempuan – dalam harga yang terjangkau atau gratis, tersedia di mana saja, dalam berbagai ukuran, menarik, aman dan seksi, maka akan ada kelompok-kelompok yang aktif mempromosikan pemakaian kondom ini. Jadi, sebagai perempuan HIV positif, harapan mereka adalah ikut serta dalam kehadiran kondom perempuan ini, bukan hanya bagi seluruh perempuan di dunia yang diharapkan tetap negatif tetapi juga kepada mereka yang telah terinfeksi HIV yang juga membutuhkan dukungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: