Bab II Karya Tulis


BAB II

PEMBAHASAN

A. SEJARAH ROKOK

Manusia
di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian
di Amerika, untuk keperluan ritual seperti pemujaan dewa atau roh. Pada
abad 16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika (Christopher
Colombus), sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba
menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian
kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi
berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di
Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Pada abad ke-17
para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok
mulai masuk ke negara-negara Islam.

B. JENIS-JENIS ROKOK

Secara umum rokok dibagi menjadi 3 jenis besar, yaitu rokok mild, rokok kretek, dan cerutu.

  • Rokok Mild

Rokok
jenis ini mempunyai kandungan tar dan nikotin yang paling rendah
dibanding rokok kretek dan hal ini dikontrol dengan baik/dijamin oleh
pabriknya, karena kerendahan kadar tar dan nikotin ini justru menjadi
“nilai jual” bagi mereka berkaitan dengan isu kesehatan (tar dan
nikotin adalah penyebab kanker). Rokok mild memiliki sekitar 14-15 mg
tar dan 5 mg nikotin. Karena ringan kandungan tar dan nikotinnya, maka
rokok jenis mild juga diberi istilah light. “Keringanan” kandungan tar
dan nikotin ini dikarenakan:

* Pengolahan lebih lanjut dilakukan terhadap tembakau sebelum dicacah halus menjadi setengah serbuk.

* Penggunaan
teknologi “filterisasi” pada batangan rokok, yaitu menambah busa dari
bahan serabut sintetis nikotin pada bagian yang akan dihisap. Busa
berfungsi sebagai penyaring nikotin dan tar.

  • Rokok kretek

Rokok
jenis ini memiliki sekitar 20 miligram tar dan 4-5 miligram
nikotin.Lebih besar kandungan tar dan nikotin nya dari rokok mild,
sehingga resiko kanker menurut dokter jadi lebih besar pula. Disebut
rokok “kretek” karena menurut penggemarnya kalau rokok jenis ini
dibakar akan mengeluarkan bunyi “kretek-kretek”, yaitu suara kertas
bercampur tembakau cacahan agak kasar yang terbakar.

  • Cerutu

Cerutu
pada umumnya berbentuk seperti torpedo/kapal selam dengan ukuran lebih
besar dan panjang dari dua jenis rokok pertama. Terdiri dari daun
tembakau kering yang digulung-gulung menjadi silinder gemuk, lalu
dilem. Cerutu juga adalah jenis rokok yang paling tinggi kadar tar dan
nikotinnya dari segala jenis rokok dan menjadi jenis rokok yang paling
berbahaya.

C. RACUN-RACUN YANG TERDAPAT PADA ROKOK

Faktanya,
rokok mengandung sekurang-kurangnya 4.000 macam zat kimia yang
berbahaya bagi tubuh. Di antara zat kimia tersebut, ada beberapa jenis
zat yang bersifat karsinogenik, contohnya tar. Rokok-rokok produksi
Indonesia pada umumnya memiliki kandungan tar yang lebih tinggi
dibandingkan rokok sejenis dari negara lain, sehingga rokok Indonesia
lebih memungkinkan terjadinya penyakit kanker pada perokok. Karena
jumlah racun pada rokok yang begitu banyak, racun yang berada dalam
sebatang rokok saja baru dapat hilang secara total dari tubuh manusia
setelah 6 bulan berikutnya. Hal itu tentu saja sangat mengganggu
kesehatan kita.

Secara umum ada tiga macam zat kimia yang sangat membahayakan dan berkonsentrasi tinggi, yaitu:

  • NIKOTIN

Nikotin
adalah jenis zat yang menimbulkan ketergantungan atau ketagihan. Zat
ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui asap rokok yang dihisap ketika
seseorang sedang merokok. Sifat nikotin terdiri dari sifat kimiawi dan
sifat farmakologis. Sifat kimiawi nikotin adalah tidak berwarna,
bersifat basa yang mudah menguap sehingga berubah warna menjadi warna
coklat dan memberikan bau tembakau bila terkena udara. Sifat
farmakologis nikotin ialah merangsang dan meredam terhadap beberapa
sistem dalam tubuh. Nikotin dapat menimbulkan depresi, gangguan daya
tangkap, alam pikiran, tingkah laku, dan mempengaruhi kecerdasan, serta
menyebabkan peningkatan kebutuhan tubuh akan oksigen. Nikotin juga
mengakibatkan melemahnya organ tubuh, antara lain:

*Anemia dan kekurangan oksigen dalam darah.

*Wajah agak pucat, kaku dan kebiruan.

*Penyumbatan pembuluh nadi (serangan jantung).

*Penyumbatan pembuluh nadi otak (stroke).

  • TAR

Tar
adalah komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah
dihilangkan nikotin dan tetesan-tetesan cairan di mana dalam racun ini
terdapat bahan-bahan yang bersifat karsinogenik. Hal inilah yang
menyebabkan mengapa tar sangat cepat menyebabkan penyakit kanker.

  • KARBON MONOKSIDA (CO)

Karbon
monoksida merupakan gas beracun yang mempunyai daya ikat yang kuat
terhadap butir darah merah, padahal seharusnya butir-butir darah merah
ini membawa oksigen. Kondisi ini bertolak belakang dengan kondisi yang
diakibatkan oleh nikotin. Jika nikotin menyebabkan peningkatan
kebutuhan tubuh akan oksigen, karbon monoksida justru mengurangi
pemasukan oksigen dalam darah. Karbon monoksida mengakibatkan hal-hal
berikut:

* Perokok sering bernapas lebih pendek.

*Stamina berkurang.

*Pengurangan kemampuan otak dan susunan saraf.

*Para olahragawan yang perokok biasanya mengalami penurunan prestasi.

*Penyempitan pembuluah darah (terutama pada jantung dan kaki) terjadi semakin cepat.

*Menurunnya nafsu makan, kemampuan alat perasa, dan kemampuan alat pembau.

Selain
ketiga zat kimia di atas, masih banyak lagi zat kimia lainnya yang
terkandung pada rokok, antara lain: Acetone (penghapus cat kuku),
Naphtylamnine (karsinogenik), Methanol (bahan bakar roket), Pyrene
(karsinogenik), Naphtalene (kapur barus), Cadmium (karsinogenik, aki
mobil dan batu baterai), Carbon Monoxide (gas dari knalpot kendaraan
bermotor), Benzopyrene (karsinogenik),Vinyl Chloride (karsinogenik,
bahan plastik PVC), Hydrogen Cyanide (racun untuk hukuman mati),
Toluidine, Ammonia (pembersih lantai), Urethane (karsinogenik), Toluene
(pelarut industri), Arsenic (racun semut putih), Dibenzacridine
(karsinogenik), Phenol, Butane (korek api), Polonium-210
(karsinogenik)..

D. ALASAN UNTUK MEROKOK

Hasil
wawancara singkat dengan beberapa perokok yang duduk di bangku Sekolah
Menengah Pertama (SMP) menunjukkan bahwa perokok muda pada umumnya
mulai merokok karena bujukan teman dekatnya. Hal ini patut diwaspadai,
karena sebagian perokok yang saat ini sudah tua memulai aktivitas
merokok pada usia muda. Padahal, semakin muda usia seseorang mulai
merokok, semakin tinggi resikonya untuk menjalani berbagai penyakit
sebagai akibat dari aktivitas merokoknya tersebut.

Hasil
survey dari Yayasan Jantung Indonesia di 10 SMP di Jakarta pada tahun
1990 menunjukkan, 77% siswa mulai merokok karena ditawari oleh teman,
dengan alasan 26% karena menghargai teman, 25% karena takut
mengecewakan teman, dan 8% karena solidaritas kepada teman. Ini
menunjukkan bahwa teman memiliki pengaruh yang kuat dalam aktivitas
merokok, terutama di kalangan remaja, yang mana sedang mencari jati
diri.

Selain hal-hal di atas, ada beberapa alasan lain bagi para pelajar untuk merokok di usia muda, antara lain:

*Merokok membuat pandai bergaul

*Orang yang merokok terkesan lebih keren, gagah, dan lebih dewasa dibandingkan dengan yang tidak merokok

*Merokok meningkatkan prestasi belajar

*Merokok dapat menghangatkan tubuh

*Merokok membuat penampilan lebih tampan atau lebih keren.

Selain
itu, perokok berusia muda cenderung mendapatkan perhatian yang kurang
dari orang tuanya dan merasa bebas melakukan apa saja.

E. PEROKOK PASIF

Perokok
pasif ialah orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok dari
orang lain. Perokok pasif harus menjaga kesehatannya secara ekstra
untuk mengurangi efek dari asap rokok yang dihirupnya.

Perokok
pasif terdiri dari orang yang tidak merokok dan janin yang dikandung
oleh ibu yang merokok. Janin yang dikandung oleh ibu yang merokok
mendapatkan kerugian yang lebih besar dibanding perokok pasif lainnya.
Janin yang baru berkembang dapat meninggal dalam kandungan karena
keracunan zat-zat yang terkandung pada rokok. Selain itu jika janin
yang dikandung dapat lahir dan hidup, biasanya bayi akan lahir dalam
kondisi cacat akibat pembentukan janin yang kurang sempurna akibat
keracunan zat-zat kimia dari rokok.

Kerugian
lain yang diterima bayi adalah kemungkinan untuk menderita
ketergantungan terhadap rokok karena kebiasaan sehari-hari saat masih
berada dalam kandungan mendapat asupan nikotin dalam darah ibunya.
Selain itu, nikotin yang terdapat pada rokok dapat menyebabkan denyut
jantung janin meningkat dan menyebabkan kontraksi pembuluh darah uterus
dan plasenta, sedangkan karbon monoksida menyebabkan kurangnya oksigen
yang dibutuhkan janin.

Berdasarkan
penelitian, diketahui pula bahwa pada ASI dari seorang ibu perokok
terdapat nikotin yang dapat menyebabkan bronkhitis dan pneumonia pada
bayi.

Selain
hal-hal yang disebutkan di atas, janin yang terpolusi oleh asap rokok,
pada perkembangannya akan memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan
janin yang sehat. Janin dengan asap rokok ini juga memiliki
kecenderungan memiliki masalah dengan perilaku, seperti hiperaktif.
Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa asap dari tembakau ini
berakibat anak lahir dengan usia prematur, kematian mendadak pada
janin/bayi, infeksi telinga, asma, dan infeksi saluran pernapasan
bawah. Infeksi saluran pernapasan ,pada bayi terutama, dapat
menyebabkan mekanisme pertahanan terhadap kuman terganggu dan penurunan
fungsi paru-paru yang dapat menimbulkan penyakit paru-paru kronik saat
mereka dewasa seperti bronkhitis kronik dan emfisema.

Perokok
pasif juga menanggung resiko terkena penyakit kardiovaskuler dan
paru-paru. Asap rokok yang dapat meningkatkan pembentukan gumpalan
darah pada manusia menjadi fakta penting untuk menjelaskan patogenesis
atau proses terjadinya penyakit kardiovaskuler dan paru-paru. Beberapa
penelitian menunjukkan resiko relatif seorang non perokok yang tinggal
seruangan dengan perokok terkena kanker paru-paru 1,3 kali lebih besar
dibandingkan non perokok yang tinggal seruangan dengan non perokok
lainnya.

Perokok
pasif juga sangat dirugikan jika perokok aktif merokok di ruang terbuka
dan berpendingin udara (AC), karena tidak terjadi pertukaran udara
sehingga asap rokok hanya berkumpul di satu ruangan. Dalam hal ini, hak
asasi orang non perokok dilanggar, yaitu hak untuk bernapas dengan
sewajarnya, dengan udara yang tidak tercemar asap rokok.


F. PENGARUH ROKOK BAGI MANUSIA SECARA BIOLOGIS, PSIKOLOGIS, DAN SOSIAL

Dalam
suatu percobaan, dua ekor mencit diperlakukan secara berbeda. Mencit
pertama ditempatkan di kotak yang dimasukkan asap rokok dalam jumlah
tertentu setiap hari selama satu minggu, sedangkan mencit kedua
ditempatkan di kotak yang bersih dari asap rokok. Setelah satu minggu
keduanya dimasukkan ke kotak berlabirin yang di salah satu sisinya
ditempatkan makanan berupa wortel. Hasilnya, mencit pertama
sehari-harinya cenderung pasif dan sulit menanggapi rangsangan. Ketika
pengasapan di kotak mencit pertama dihentikan, mencit tampak semakin
tertekan, pasif, dan nafsu makannya berkurang drastis. Selain itu saat
berada di dalam kotak berlabirin, mencit justru menabrakkan dirinya ke
dinding labirin serta melalui rute salah yang sudah beberapa kali
dilewati sebelumnya. Sebaliknya, mencit kedua cenderung aktif dan mudah
menanggapi rangsangan yang diberikan. Saat mencit kedua berada di kotak
berlabirin, mencit dapat menemukan wortel dengan lebih cepat.

Dari
percobaan di atas, dapat dibuktikan bahwa rokok sangatlah berpengaruh
pada tubuh kita. Jika pada mencit saja asap rokok dapat berpengaruh
besar, bagaimana dengan kita manusia?

Bagi
perokok aktif, biasanya pengaruh rokok pada awalnya berupa pengaruh
psikologis, seperti timbulnya perasaan gelisah jika tidak merokok dalam
waktu yang tidak terlalu lama dan ketergantungan kepada rokok yang
berlebihan. Sedangkan pengaruh berupa penyakit biasanya muncul setelah
jangka waktu yang cukup panjang. Contohnya kanker, stroke, bronkhitis,
asma berat, dan lain sebagainya.

Perokok
pasif memiliki kans yang lebih besar untuk menerima pengaruh rokok bagi
kesehatan dibandingkan dengan perokok aktif. Hal ini dikarenakan asap
yang diterima oleh perokok pasif lebih tinggi kadar racunnya. Perokok
pasif menerima asap utama dan asap sampingan dari perokok. Asap utama
adalah asap yang dikeluarkan dari ujung rokok yang terbakar, sedangkan
asap sampingan adalah asap yang dikeluarkan dari mulut perokok aktif.
Asap sampingan tersebut memiliki karbon monoksida lima kali lipat lebih
tinggi, tar dan nikotin tiga kali lipat lebih tinggi, dan amonia 46
kali lipat lebih tinggi daripada asap utamanya sendiri.

  • Pengaruh Rokok Terhadap Saluran Pernapasan

Rokok
dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan
jaringan paru-paru. Pada saluran pernapasan akan terjadi radang karena
penumpukan lendir. Akibatnya fungsi paru-paru akan berubah dengan
segala macam gejala klinisnya yang menyebabkan Penyakit Obstruksi Paru
Menahun (POPM), termasuk asma, bronkhitis kronis, dan emfisema
paru-paru.

Asma
adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya reaktivitas saluran
pernapasan terhadap berbagai macam rangsangan sehingga timbul sesak
napas akibat adanya obstruksi di saluran pernapasan. Diagnosis asma
didasarkan atas:

*Adanya riwayat sesak setelah menghirup atau makan bahan makanan tertentu

*Adanya bising sesak ekspirasi (wheezing expiratory)

Gejala
kanker paru-paru tergantung pada letak tumor, penyebaran, dan anak
sebar kanker paru-paru. Gejala yang sering ditemukan adalah batuk yang
berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, penurunan nafsu makan,
penurunan berat badan, dan rasa cepat lelah.

Klasifikasi
berdasarkan gejala di atas membagi kanker paru-paru menjadi empat
stadium. Stadium I adalah stadium yang paling awal, stadium II dan III
adalah stadium sedang/menengah, dan stdium IV adalah stadium yang sudah
sangat lanjut/parah. Stadium IV ini ditandai dengan adanya anak sebar
atau metastatis di alat tubuh lain selain paru-paru.

Klasifikasi
yang berdasarkan pada perbedaan gambaran yang tampak di bawah mikroskop
disebut klasifikasi hispatologik. Lebih dari 90% kanker paru-paru
berawal dari bronkus yang disebut karsinoma bronkogenik. Secara
hispatologik, kanker paru-paru dibagi menjadi empat jenis tumor, yaitu
karsinoma epidermoid, adenokarsinoma, karsinoma sel besar, dan
karsinoma sel kecil. Di antara keempat jenis tersebut, karsinoma sel
kecil adalah jenis kanker yang paling ganas dan paling sering
menimbulkan kematian. Adapun faktor yang menyebabkan resiko terkena
kanker paru-paru adalah konsumsi rata-rata rokok, jenis tembakau, pola
menghirup rokok, usia mulai merokok, dan lama merokok.

Terkadang
sebagian orang meremehkan penyakit flu dan batuk. Padahal penyakit yang
dianggap remeh ini dapat berkembang menjadi bronkhitis. Hal-hal
penyebab bronkhitis antara lain asma, polusi udara, berada dalam
kondisi dingin atau lembab secara terus menerus, dan yang menjadi
penyebab utamanya adalah merokok. Bronkhitis terjadi jika pada cabang
tenggorok mengalami infeksi yang dapat menimbulkan lendir. Akibatnya
jalan udara ke paru-paru terhambat, padahal fungsi lendir yang
sebenarnya adalah menjaga agar saluran pernapasan agar saluran
pernapasan tetap basah dan lembab. Lendir yang berlebihan merupakan
sesuatu yang tidak normal dan dapat merusak bulu getar pada saluran
pernapasan.

Kelainan
morfologis yang dapat terjadi pada bronkhitis adalah pembesaran
kelenjar mukus, hiperplasia otot, atrofi tulang rawan, peradangan, dan
penebalan dinding bronkus. Gejala bronkhitis antara lain adalah demam,
rasa sakit atau tidak nyaman pada dada saat batuk, dan rasa sakit pada
tulang di bawah dada saat bernapas dalam. Jika tidak segera diatasi,
maka bronkhitis dapat berkembang menjadi pneumonia.

Emfisema
paru-paru adalah melebarnya saluran pernapasan bagian distal dari
bronkiolus terminalis dan disertai dengan kerusakan (destruksi) pada
dinding bronkiolus terminalis sampai dengan alveolus. Diagnosis
emfisema tidak harus berdasarkan pemeriksaan patologis dan anatomis,
akan tetapi cukup berdasarkan manifestasi klinisnya.

Bronkhitis
emfisema adalah campuran bronkhitis kronik dengan emfisema. Faktor
penyebabnya antara lain polusi udara (polusi lingkungan kerja), umur,
genetik, dan merokok. Dalam hal ini, wanita dan pria mempunyai resiko
yang sama besar.

Pengelolaan penderita POPM ditujukan pada tiga hal penting, yaitu:

*Mencegah komplikasi

*Meringankan gangguan pada fungsi paru-paru

*Meningkatkan kualitas hidup

Rokok
dapat menyebabkan tuberkulosis serta dapat memperburuk tuberkulosis
yang telah diderita. Kebiasaan merokok juga dapat merusak mekanisme
pertahanan paru-paru, yang disebut muccociliary clearance.
Bulu-bulu getar dan bahan lain di paru-paru tidak mudah membuang racun
yang sudah masuk karena bulu getar dan alat lain di paru-paru rusak
akibat asap rokok. Selain itu, asap rokok juga dapat meningkatkan
tahanan jalan napas (airway resistance) serta menyebabkan mudah
bocornya pembuluh darah di paru-paru, dan juga akan merusak makrofag.
Adapun makrofag adalah sel yang dapat memakan bakteri pengganggu. Asap
rokok juga diketahui menurunkan respon terhadap antigen, sehingga jika
ada benda asing yang masuk ke paru-paru, maka benda itu tidak akan
dikenali sebagai antigen dan tidak akan dilawan.

  • Pengaruh Rokok Terhadap Sistem Saraf

Tidak hanya berkisar pada penyakit-penyakit di atas, merokok juga menimbulkan resiko dua kali lipat untuk terkena penyakit Multiple Sclerosis, yaitu penyakit yang menghancurkan protein (myelin) yang menyelimuti serabut saraf. Gejala Multiple Sclerosis berupa timbulnya berbagai keluhan rasa nyeri, kesulitan berjalan, menelan makanan, dan gangguan penglihatan.

Nikotin
yang sampai ke otak melalui darah akan menimbulkan efek pada sistem
saraf pusat yang manifestasinya dapat timbul dengan cepat, akhirnya
dapat mempengaruhi berbagai sistem di dalam tubuh. Jika kadar nikotin
yang dihisap perokok tinggi, maka kandungan nikotin pada rokok yang
selanjutnya dihisap harus sesuai dengan kadar nikotin yang dibutuhkan,
dengan kata lain harus sama dengan sebelumnya maupun lebih tinggi.
Bukan berarti merokok dengan kadar nikotin yang rendah dapat mengurangi
konsumsi rokok, tetapi justru menyebabkan perokok menghisap rokoknya
lebih banyak dan lebih dalam guna memenuhi kadar nikotin dalam otak.

  • Pengaruh Rokok Terhadap Sistem Peredaran Darah

Nikotin,
karbon monoksida, dan tar adalah racun yang sangat berbahaya. Nikotin
inilah yang menyebabkan kerusakan jantung dan sirkulasi darah serta
membuat pemakai menjadi kecanduan. Rokok juga menyebabkan frekuensi
denyut jantung dan tekanan darah meningkat, dan gangguan irama jantung.

Di dalam darah, oksigen bereaksi dengan hemoglobin sehingga membentuk HbO2
dan membawa oksigen yang diperlukan ke sel-sel tubuh. Bila karbon
monoksida masuk ke dalam darah, maka karbon monoksida itu akan
menghalangi oksigen untuk bereaksi dengan hemoglobin, karena karbon
monoksida bersifat lebih reaktif, yaitu sekitar 200 kali lebih cepat
dibandingkan dengan oksigen. Jika karbon monoksida bereaksi dengan
hemoglobin dan membentuk karboksihemoglobin, maka tubuh akan kekurangan
oksigen. Padahal oksigen ini diperlukan tubuh untuk membakar lemak
menjadi energi (oksidasi).


  • Pengaruh Rokok Terhadap Kandungan Asam Folat dalam Tubuh

Asap rokok pada perokok aktif maupun perokok pasif dapat menurunkan kadar asap folat (folic acid)
dalam tubuh. Asam folat merupakan vitamin B esensial yang terdapat pada
sayuran berdaun hijau, buah-buahan, dan seluruh jenis biji-bijian. Asam
folat berperan penting dalam sintesis DNA dan perbaikannya. Selain itu,
asam folat juga berperan dalam mencegah cacat saat melahirkan serta
mengurangi resiko terkena kanker payudara, kanker colorectal, dan penyakit jantung pada orang dewasa.

  • Pengaruh Rokok Terhadap Sistem Reproduksi

Rokok
juga menjadi salah satu faktor penyebab impotensi pada pria dan wanita
perokok. Impotensi pada pria dapat diartikan sebagai gangguan
terjadinya ereksi pada seorang pria. Kebiasaan merokok dapat
meningkatkan resiko impotensi, karena merokok menyebabkan penyempitan
pembuluh darah di dalam penis. Jika kadar nikotin dalam rokok semakin
tinggi, maka kerusakan pembuluh darah perifer juga semakin tinggi, yang
akhirnya dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Asap
rokok dapat merusak viabilitas sperma, spermatogenesis, dan menimbulkan
gangguan hormonal serta mengakibatkan adanya bahan toksik pada sperma.
Kebiasaan merokok juga dapat mengurangi kesuburan seorang pria, entah
jumlah sperma yang kurang, motilitas sperma yang lamban, bentuk sperma,
serta kualitas sperma. Racun yang terdapat pada rokok juga memengaruhi
sistem reproduksi yang akan menghasilkan anak laki-laki atau perempuan.

Suatu
riset menyimpulkan, jika kualitas sperma seorang pria kurang, maka
kesempatan untuk memperoleh anak laki-laki juga lebih kecil. Sperma
yang membawa kromosom Y (laki-laki) sangat rentan terhadap racun
ketimbang kromosom X (perempuan). Bagaimana dengan wanita perokok?

Pada
wanita, rokok dapat menyebabkan infertilitas dan menghambat pertumbuhan
estrogen. Estrogen adalah hormon yang sangat esensial bagi sistem
fisiologis wanita dan fungsi-fungsi yang berkaitan dengan reproduksi.
Wanita perokok beresiko mengalami menopause dini, dengan komplikasi
osteoporosis dan penyakit jantung. Bagi yang menggunakan pil
kontrasepsi, resiko penyakit jantung juga semakin tinggi.

  • Pengaruh Rokok Secara Psikologis

Sebagian
besar orang menjadikan rokok sebagai benda yang dapat meringankan rasa
cemas, stress, dan depresi. Perokok akan merasa lebih nyaman dan tenang
saat mereka merokok. Cemas adalah suatu sistem peringatan yang alami.
Sistem tersebut merupakan cara otak mengingatkan bahwa ada sesuatu yang
tidak beres dan perlu ditangani. Kadang kecemasan itu dapat merangsang
kesenangan hidup dan merusak kesehatan. Perokok menganggap nikotin
bermanfaat untuk menghilangkan rasa gundah dan membuka pikiran,
misalnya saat perokok sedang stress di kantor atau sekolah.

Saat seorang perokok mengalami stress,
maka tingkat keasaman air seninya akan lebih tinggi, karena nikotin
yang diekspor ginjal lebih banyak. Akibatnya kadar nikotin dalam plasma
darah menurun dan akan berakibat pada peningkatan ketegangan atau stress.
Untuk tetap mempertahankan kandungan nikotin pada plasma darah, maka
perokok akan menghisap rokoknya lebih banyak dan lebih dalam untuk
memenuhi kekurangan nikotin yang terbuang karena stress. Jadi, bukanlah suatu kepuasan psikologis dari perilaku merokok untuk menghilangkan stress.

Rokok
juga membuat penggunanya lebih egois sehingga terkadang menyimpang dari
akal sehat. Perokok yang sudah berkeluarga dan mempunyai penghasilan
rendah cenderung lebih mementingkan uang yang didapatkannya untuk
membeli rokok ketimbang untuk membelikan makanan bergizi bagi anaknya
ataupun menyekolahkan anaknya. Bahkan terkadang mereka sampai harus
mencuri, memalak, mencuri, dan melakukan tindak kriminal lainnya untuk
membeli beberapa batang rokok.

  • Pengaruh Rokok Terhadap Aspek Lainnya

Merokok
juga mengganggu hak asasi orang lain, khususnya yang bukan perokok,
untuk menghirup udara yang bersih, terutama dari asap rokok. Walaupun
tidak berpengaruh bagi perokok aktif, merokok di tempat umum membuat
orang yang tidak merokok juga terkena imbas yang lebih besar
dibandingkan dengan perokok itu sendiri.

Kerugian
lain dari merokok adalah kemiskinan. Dengan membeli rokok, kita
menghambur-hamburkan uang. Tanpa akibat yang positif, rokok hanya akan
membakar uang yang telah kita dapatkan dengan susah payah. Justru rokok
membuat uang kita semakin berkurang, karena berbagai penyakit yang
dapat dialami perokok seperti kanker dan stroke membutuhkan biaya
pengobatan yang cukup besar.

Rokok
turut menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan kelahiran dengan
cacat bawaan pada ibu hamil yang perokok aktif maupun pasif.

G. PENANGGULANGAN MASALAH ROKOK

  • Gerakan Anti Rokok

Indonesia
sebenarnya telah mempunyai peraturan pemerintah untuk mengontrol
masalah rokok di Indonesia, yakni PP No. 81 Tahun 1999 tentang
pengamanan rokok bagi kesehatan. Sayangnya, peraturan tersebut telah
direvisi menjadi PP No. 19 Tahun 2003 yang menunjukkan kurangnya
komitmen pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Hasil revisi ini
tidak mencantumkan pembatasan kadar tar dan nikotin dalam sebatang
rokok. Sebelumnya, kadar nikotin pada sebatang rokok di Indonesia
ditentukan tidak boleh melebihi 1, 5 mg, dan kadar tar maksimal 20 mg.

Hari Tanpa Rokok Sedunia (World No Tobacco Day) yang diperingati setiap tanggal 31 Mei telah diakui oleh FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Kesepakatan yang menjadi traktat pertama di dunia dalam bidang kesehatan ini disetujui oleh seluruh negara anggota WHO (World Health Organization).
Langkah ini menjadi langkah awal Indonesia dalam menanggulangi masalah
rokok dunia, mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan konsumen
rokok terbesar kelima di dunia.

FCTC
mengandung pendekatan untuk menurunkan kebutuhan dan knsumsi tembakau
yang meliputi perlindungan perokok pasif dan peraturan perundangan. Isi
FCTC lainnya adalah hal-hal yang berhubungan dengan penyediaan rokok
yang meliputi pencegahan penyelundupan atau perdagangan tidak sah,
penjualan oleh /untuk anak-anak/remaja, dan pengaturan tentang
produksi.

  • Rokok Ilegal

Rokok
ilegal menjadi tambahan beban yang merugikan Indonesia. Rokok ilegal
tidak mempunyai izin produksi dan penjualan, serta produknya tanpa
pengawasan yang ketat. Produksi rokok ini dilakukan di rumah warga
sehingga sulit terlacak oleh petugas dari Bea Cukai.

Pada
dasarnya, konsep untuk menerapkan cukai tinggi terhadap rokok sudah
menyimpang. Cukai yang dibebankan bertujuan untuk membatasi konsumsi
rokok oleh masyarakat. Dana cukai ini seharusnya dipakai untuk
menanggulangi dampak rokok, namun pada kenyataannya cukai rokok
dianggap sebagai pendapatan negara.

  • Peran Masyarakat untuk Mengatasi Bahaya Rokok

Konsumen
rokok di Indonesia semaki banyak, serupa dengan dampaknya yang semakin
berbahaya. Mayoritas masyarakat Indonesia belum menyadari bahaya dari
rokok ini. Tak hanya pemerintah yang harus turun tangan, melainkan
masyarakat yang peduli dan lebih tahu tentang masalah rokok sepantasnya
memberikan dukungan yang besar. Mereka dapat memberikan
penyuluhan-penyuluhan dan seminar-seminar tentang bahaya rokok.
Penyuluhan dan seminar diutamakan diselenggarakan di sekolah-sekolah,
mengingat semakin banyaknya generasi muda yang terjerumus dalam jurang
rokok.

H. KIAT UNTUK BERHENTI MEROKOK

Banyak alasan bagi para perokok untuk berhenti merokok. Ada beberapa cara untuk berhenti merokok, antara lain:

* Harus ada kemauan yang kuat untuk berhenti merokok.

* Pilih satu hari untuk mulai berhenti merokok, dan pilih lagi keesokan harinya, dan seterusnya sampai bisa berhenti merokok.

* Sadarilah
bahwa saat mulai berhenti merokok si perokok akan merasa marah,
terganggu, dan ingin sekali merokok. Itu adalah efek dari nikotin, rasa
ketagihan. Bersikaplah cuek terhadap godaan tersebut, dan ingatlah
terus motivasi untuk berhenti merokok.

* Sibukkan diri dengan berbagai aktivitas positif sehingga tidak ada lagi waktu untuk memikirkan rokok.

* Mengunyah
permen karet atau mengemut permen supaya mulut sibuk dengan mengunyah
dan mengemut sehingga tidak bisa merokok pada saat yang bersamaan.

* Menghindari
hal-hal yang mengingatkan kepada rokok seperti pergaulan dengan sesama
perokok, dan dekatilah orang-orang seperjuangan dalam menghentikan
aktivitas merokoknya.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

* Rokok merupakan benda hisap yang mengandung ribuan jenis zat kimia yang membahayakan.

* Rokok
zaman sekarang tidak lagi sebatas perilaku orang-orang tua, tetapi
sudah merambat sampai kepada anak-anak dan remaja usia sekolah.

* Merokok
menjadi salah satu penyebab penyakit jantung, stroke, kanker, emfisema,
tuberkulosis (TBC), asma, bronkhitis, dan lain sebagainya. Merokok juga
menyebabkan gangguan pada sistem saraf, reproduksi, dan sistem
pernapasan.

* Perokok
pasif sangat dirugikan dengan aktivitas merokok dari para perokok
aktif, karena perokok pasif memiliki resiko yang lebih tinggi dalam
menderita penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh para perokok
aktif. Hal ini dikarenakan asap sampingan memiliki kandungan racun yang
lebih tinggi dari asap utama, dan perokok pasif menghirup kedua jenis
asap tersebut.

* Pemerintah kurang mengontrol masalah rokok di Indonesia.

B. SARAN

* Pemerintah harus tegas dalam memberikan perundangan maupun peraturan dalam masalah rokok.

* Pemerintah dituntut untuk lebih peduli terhadap hak asasi dari perokok pasif.

* Penghentian sponsorship
perusahaan produsen rokok dalam acara-acara yang mengundang perhatian
kaum muda dan program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah.

* Penggalakan penyuluhan tentang bahaya merokok di kalangan remaja dan masyarakat luas

1 Response so far »


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: