Merokok Untuk Pergaulan

Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, kebiasaan merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat dapat disaksikan dan di jumpai orang yang sedang merokok.
Di kalangan remaja, merokok sudah tidak asing lagi ditemukan,  baik yang duduk di bangku SMA hingga yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan, pelajar yang masih bebrseragam tidka segan-segan lagi merokok di depan umum bahkan di lingkungan sekolah. Meski ada larangan dari sekolah, para pelajar masih banyak ditemukan merokok waalupun masih sembunyi-sembunyi seperti di kantin sekolah.

Siswa Kelas II SMA Sariputra Ahmad Nazaruddin mengatakan bahwa merokok sudah ngtrend di kalangan pelajar. Bahkan, ada anggapan jika cowok tidak merokok maka dianggap tidak gaul, tidak jantan hingga dikatakan “bencong”.”Ya, udah dak asing lagi, hampir sebagian besar pelajar cowok itu merokok, karena kalau ngga roko diomongin,”Ujarnya kepad aJMabi Independet, kmearin.

Namun, ia sendiri mengaku tidak merokok. Makanya jika diajak ia berusaha untuk menolaks ecara halus. Menurut Ahmad, keinginannya untuk tidak merokok selain untuk kesehatan juga untuk mengikuti tes polisi .”Nolaknya secara halus, aku bilang aja, kalu aku mau tes polisi, ”ungkapnya polos. Menurut Ahmad, kebanya. Bahkan jika tidak merokok, mereka tidka bisa konsentrasi belajar.” Makanya kadang ada yang merokok di WC, ”ungkapnya.

Namun demikian, mengingat status pelajar, sebenarnya pelajar belum wajar untuk merokok karena belum bisa mencari duit sendir isehingga terkadang uang jajan bisa habis untuk membeli rokok.”Sayang, mendingan untuk jajan,”ujarnya.

Sementara itu, psikolog pendidikan Rizki Takriyanti mengatakan bahwa kebiasaan merokok di kalangan remaja merupakan sebagai bentuk untuk menunjukka aktuliasasis diri  dan mengatakan bahwa mereka sudah dewasa dan bukan anak ingusan lagi. “Sebagian besar untuk untuk menujukkan kaalu mereka bukan anak kecil,”ujarnya.

Namun demikian, sebenanrya banyak ranah positif yang bisa dipilih oleh remaja untuk menukkan aktulisasi dirinya, tidka mesti dengan merokok seperti dengan mengikuti kegiatan positif seperti paskibraka, paramuka dan lainnya.

Hanya saja, jika merokok dilakuakn untuk menghormati teman dan pergaulan saja, Eki,sapaan akrabnya mengaku masih bisa ditolerir. Namun , jika sudah menajdi kebutuhan maka ini akan merugikan bagi remaja itu sendiri baik dari sisi kesehatan maupun secara psikologisnya.

Untuk itu, sebaiknya remaja bisa bertindak asertif, berani menolak ajakan teman secara halus tanpa menyakit hati teman yang tidka sesuai denganprinsip hidupnya. Makanya seorang remaja harus memiliki konsep diri. Dalam hal ini, peran ornag tua harus mampu membantu remaja untuk mengembangkan konsep dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: