Perlu Tidak Larangan Merokok

Peningkatan prevalensi anak merokok di Indonesia sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran usia yang signifikan dalam profil perokok Indonesia dengan ledakan jumlah perokok usia anak.
“Sudah saatnya pemerintah mengeluarkan peraturan pelarangan merokok pada anak-anak. Dapat diprediksi bahwa pada tahun 2020, kemungkinan besar profil penderita penyakit akibat merokok adalah generasi yang berusia lebih muda”, demikian Ketua Umum Forum Komunikasi Pembinaan dan Pengembangan Anak Indonesia (FK-PPAI) Dr Rachmat Sentika kepada pers di Rabu (9/1), di Jakarta.
Kekhawatiran ini, menurut Sentika, sangat beralasan karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah perokok pemula, umur 5-9 tahun, naik secara signifikan. Hanya dalam tempo tiga tahun (2001-2004) persentase perokok pemula naik dari 0,4 menjadi 2,8%.
Menurut penelitian Akhir Matua Harahap (2004) kejadian merokok di usia muda (15-18 tahun) sudah menunjukkan angka yang berarti, yakni 13,62%. “Keberadaan peraturan tersebut menjadi penting mengingat sudah saatnya Indonesia memiliki aturan jelas dan konsisten dalam melarang anak merokok demi melindungi dan mencegah mereka bahaya rokok”, katanya lagi.
Sementara itu, Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masnah Sari mengutip penelitian LPKM Universitas Andalas mengenai pencegahan merokok bagi anak umur di bawah 18 tahun yang dilakukan di Kota Padang yang menunjukkan lebih dari 50% responden mulai merokok sebelum usia 13 tahun.
“Kemudian 70,7% responden perokok lebih banyak waktu menghabiskan waktu di luar rumah di samping jam sekolah terutama bersama rekan-rekan sebaya”, katanya.
Hal ini sejalan dengan penelitian Tim Pusat Studi Wanita UGM yang menyatakan bahwa pengaruh merokok pada anak di bawah 18 tahun banyak disebabkan terutama oleh pengaruh teman sebaya, selain pengaruh iklan dan media informasi lainnya. “Kami merasa pentingnya upaya pencegahan dan perlindungan anak-anak terhadap bahaya merokok. Secara bersama-sama kami akan berinisiatif dalam mensosialisasikan perlunya segera menyusun suatu peraturan perundang-perundangan yang mengatur larangan merokok di kalangan anak-anak”, kata Masnah Sari.
Sebelumnya, sebuah deklarasi dalam Rapat Kerja dan Deklarasi Petisi Bersama mengenai Akselerasi Penyelesaian Peraturan Perundangan Perlindungan dan Pencegahan Anak dari Bahaya Merokok pada tanggal 12 November 2007 lalu.
Dalam rapat kerja itu juga dicapai kesepakatan pemahaman bersama tentang pentingnya suatu peraturan perundang-undangan tentang perlindungan dan pencegahan bagi anak-anak dari bahaya merokok. FK-PPAI dan KPAI berpendapat bahwa semua pihak harus saling bekerjasama dalam mengatasi permasalahan anak merokok sekarang juga, tidak dapat ditunda lagi.
Deklarasi petisi bersama yang telah dilakukan (dan diserahkan kepada pemerintah/DPR pada akhir Desember 2007) untuk mencegah dan melindungi anak dari bahaya merokok akan terus disosialisasikan kepada masyarakat luas, khususnya para pemaku kebijakan, yaitu pemerintah dan DPR. Sekaligus juga mendesak pemerintah Indonesia agar segera melakukan Aksesi terhadap Frame Work Convention on Tobacco control (FCTC).
FKPPAI beranggotakan 103 Organisasi-Organisasi Kemasyarakatan, LSM profesional, dan individu yang memiliki kepedulian kuat terhadap perlindungan dan pembinaan anak di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: