Obat Batuk Palsu vs Jeruk Nipis

Sudah sebulan saya sakit batuk tidak kunjung sembuh, malah sekarang tambah parah karena saya terkena pilek berat. Lengkap sudah penyakit saya, badan sakit semua, mata perih karena bawaan penyakit CVS yang belum juga sembuh, belum lagi modem internet saya juga mati? oalaaah? cyaaapeeee de?..
Sayang, saya tidak berhak lagi berobat di GMC dan mendapatkan obat gratis seperti yang lalu-lalu. Akhirnya saya membeli obat batuk di IndoMaret dekat rumah saya. Obat Batuk Hitam (OBH COMBI) rasa cengkeh dengan harga sekitar 4000an rupiah.
Meskipun rajin minum obat batuk itu, delalah.. kok yo? tetap batuk ya? malah penyakitnya nambah, jadi pusing, dan sakit perut. Lalu saya perhatikan saat-saat saya sakit perut, ternyata setelah dipelajari, sakit perut mulai terjadi setelah minum obat batuk ini. Apa saya gak cocok dengan rasa cengkehnya? atau karena apa, saya juga tidak tahu persisnya?
Saya lihat tanggal kedaluwarsanya, kemudian saya usap-usap dengan tangan, lho kok.. tanggal kedaluwarsanya mudah memudar. Huh sial! Obat Batuk Palsu !!!!

Meskipun ternyata obat batuk ini asli, tapi tetap saja perusahaan pembuatnya yaitu COMBIPHAR harus dipertanyakan dalam menjamin kualitas produk ini. Bagaimana mungkin perusahaan tersebut melabel tanggal kedaluwarsa dengan tinta murahan yang gampang luntur? (*Namun demikian saya juga meragukan jika perusahaan melakukan hal itu).
Kemaren saya membeli obat batuk dari produsen yang sama, kali ini OBH Batuk dan Flu. Awalnya tinta kedaluwarsa tidak luntur, namun beberapa hari kemudian sudah mulai luntur dan akhirnya hilang lenyap.
Bagaimana jika orang tak bertanggung jawab menghapus tanggal kedaluwarsa obat-obat yang telah kedaluwarsa, lalu memperbaharuinya dengan tanggal yang lebih baru demi keuntungan dirinya.
Entahlah, di luar sana cukup banyak orang yang mencari keuntungan dengan jalan pintas, tanpa peduli akibat dari perbuatannya. Jangankan obat, semua produk bisa dipalsukan di negeri ini! Mulai dari sampo palsu, sabun palsu, jamu palsu sampai oli palsu. Hebatnya barang-barang palsu ini mirip sekali dengan aslinya.
Hemat saya, perusahaan obat dan makanan sudah seharusnya memiliki standar kualitas penulisan tanggal kedaluawarsa dengan kriteria sebagai berikut : MUDAH TERBACA, TAHAN LAMA, SULIT DIHAPUS. Itu adalah suatu kewajiban dan tak bisa ditawar-tawar karena berkaitan dengan aspek kesehatan konsumen penggunanya.
Sayang, perusahaan yang memiliki mental solusi menang-menang sangat sedikit di negeri ini. Mereka lebih mementingkan keuntungan semata dibandingkan kesehatan konsumennya.
Mari kita kembali saja ke alam, jadi ingat dengan obat batuk alami yang sering diberikan oleh ibu saya jaman saya masih kecil dulu. Obatnya adalah jeruk nipis!

Waktu saya kecil, Ibu saya sering memberi saya belahan jeruk nipis yang telah diberi garam dan kecap, lalu saya yang masih kecil disuruh menjilat-jilatnya sampai airnya habis. Namun setelah besar, saya diberi perasan air jeruk nipis yang dicampur dengan garam dan kecap dalam satu gelas, lalu saya disuruh meminumnya sedikit demi sedikit. Memang sih, efeknya tidak begitu kuat dirasakan, tapi toh beberapa hari kemudian biasanya batuk saya mulai sembuh.
Barusan saya mendapatkan variasi lain penggunaan jeruk nipis sebagai obat batuk, sepertinya menarik untuk dicoba:
buah jeruk nipis dibelah, kemudian pada permukaan belahannya diberi olesan kapur sirih, dipanaskan, kemudian perasan airnya diminum bersama air jernih karena air jeruk nipis berfungsi sebagai pelancar dahak yang dapat menyebabkan batuk-batuk, hingga akan cepat dapat dikeluarkan. Akibatnya, rasa batuk-batuk akan dapat dikurangi. Ada pula yang mencampur air perasan buah jeruk nipis dengan buah cengkeh, kalau perlu ditambah gula-batu sedikit campur dengan air panas, setelah melarut baru diminum.
Sumber : Jeruk Nipis Serbaguna yang Diakui Dunia
Besok Minggu, saya akan mencari jeruk nipis di pasar Kolombo. Mungkin batuk saya yang sudah lama ini justru sembuh dengan obat alami tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: