Faktor-Faktor Pemborosan BBM pada Mobil

Sekarang ini banyak dijual alat-alat yang diklaim dapat menghemat konsumsi pemakaian bahan bakar mobil. Padahal tanpa disadari, masih ada hal-hal yang baik disadari ataupun tidak justru malah menyebabkan konsumsi bahan bakar mobil menjadi boros. Akibatnya penambahan alat-alat penghemat bahan bakar tersebut menjadi sia-sia ataupun tidak efektif. Untuk hemat BBM pada kendaraan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tapi juga perlu dipahami mengenai perilaku-perilaku yang dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar yang boros.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memicu borosnya BBM pada kendaraan.

1. Memanaskan kendaraan atau mobil berhenti terlalu lama Memanaskan kendaraan yang terlalu lama dapat menjadi penyebab borosnya BBM. Hal tersebut disebabkan meskipun mobil dalam keadaan berhenti, mesin uang dalam kondisi menyala tetap menggunakan bahan bakar untuk dibakar. Hal ini akan lebih diperparah lagi jika dalam kondisi berhenti tersebut, AC dalam keadaan menyala. Sebaiknya memanaskan mobil tidak lebih dari 5 menit.

2. Menekan pedal gas pada rpm tinggi
Umumnya mesin-mesin mobil memiliki tenaga maksimum yang dicapai pada rpm sekitar 2500 rpm sampai 2800 rpm. Artinya pada range rpm tersebut, kondisi mobil ada dalam kondisi yang sangat efisien. Jika mobil dijalankan pada rpm tinggi bahkan sampai melebihi 5000 rpm, maka BBM yang diperlukan oleh mesin akan meningkat. Selain itu juga putaran tinggi akan menyebabkan umur komponen mesin yang bekerja akan semakin pendek. Untuk itu agar konsumsi BBM bisa berkurang, usahakan agar mobil melaju di range ekonomis (rpm 2500 – rpm 2800) pada posisi gigi persneling yang paling tinggi.

3. Sering melakukan akselerasi tinggi dan perlambatan engine brake yang sangat cepat.
Akselerasi yang tinggi atau tiba-tiba akan menyebabkan banyak tenaga yang dihasilkan mesin akan terbuang. Sebaiknya jika memang tidak diperlukan, hal ini tidak perlu dilakukan. Demikian juga dengan perlambatan engine brake yang cepat, dapat menyebabkan BBM terbuang sia-sia. Hal ini terutama terjadi pada mesin mobil yang masih menggunakan karburator. Kecuali pada mobil yang sudah menggunakan engine cut off (umumnya mobil diatas tahun 2000), gejala seperti ini dapat diminimalisir.

4. Membuka jendela saat AC mobil beroperasi.
Hal ini akan membuat AC mobil bekerja keras untuk mendapatkan suhu yang duharapkan. AC yang bekerja keras terus menerus tentunya akan membebani mesin mobil sehingga konsumsi bahan bakar juga akan bertambah. Selain itu juga hal AC yang dipaksa kerja keras terus menerus dapat mengurangi umur pemakaian.

5. Cara membelokkan kendaraan pada kondisi jalan berliku
Usahakan agar saat membelokkan mobil dilakukan dengan cara sehalus mungkin. Karena cara membelokkan mobil secara ekstrem juga dapat memberikan tambahan beban pada mesin mobil.

1 Response so far »

  1. 1

    hardi hermawan said,

    minta di kirim artikel yang lengkap dong soang merawat mobil mesin diesel dan bensin,trim ya


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: