Karakter Indonesia

Saya menulis tentang karakter Indonesia yang saya rasakan selama dua minggu ini. Saya pergi ke Gorontalo, Malang, dan Solo. Sulawesi lebih sepi dibandingkan pulau Jawa. Saya merasa penduduk Jawa padat sekali, Sedangkan kota Sulawesi mempunyai penduduk lebih sedikit daripada Jawa. Di sana saya tidak bertemu dengan pengemis yang duduk di jalan.

Saya juga melihat hubungan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil yang saling membutuhkan. Perusahaan besar adalah pembeli dan perusahaan kecil adalah pabrik. Pembeli (toko, restoran) memberi pabrik beberapa persyaratan. Untuk impor barang-barang ke Jepang penjual (pabrik) menunjukkan kebagusan barang-barangnya yang bermutu kepada pembeli. Selain itu, di dalam pabrik juga ada level atasan-bawahan. Karena pabrik yang kami kunjungi itu dikelola orang Jepang, jadi dia memutuskan jumlah ikan yang harus ditangkap, cara memotong ikan, cara menyimpan ikan dan lain-lain. Pegawai pabriknya semua orang Indonesia. Mereka tampaknya harus ikut peraturan pabrik yang diputuskan orang Jepang. Jadi pabriknya seperti pabrik di Jepang. Saya melihat langsung pegawai Indonesia di pabrik Jepang. Saya merasa pegawai Indonesia di sana rajin dan berbeda dengan pegawai Indonesia di Mall Jakarta (malas).

Di Jawa Timur dan Tengah, kami menginap di rumah orang Indonesia. Mereka sangat ramah dan baik. Mereka selalu membantu kami, misalnya cara pergi ke alun-alun, mengantar makanan khas Jawa dan lain-lain. Saya merasa bahwa orang Jawa sebenarnya begitu baik dan suka melayani tamu. Saya kurang merasa begitu di Jakarta. Saya bisa mengakui Jakarta adalah kota khusus dan modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: