Aborsi

Pertama-tama saya mau menyampaikan pendapat saya tentang masalah ini. Saya sama sekali tidak setuju aborsi karena menurut saya aborsi merupakan salah satu kasus pembunuhan. Bayi yang akan mau dilahirkan itu tidak mempunyai kesalahan. Saya mau mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini.

Pertama, perubahan pandangan seks bagi remaja. Saya sudah pernah membaca suatu karangan yang menulis tentang pandangan seks remaja di Jepang. Dewasa ini remaja melakukan seks di usia yang jauh lebih muda daripada dulu. Mereka melakukan itu hanya karena tertarik saja dan tidak mempunyai pengetahuan tentang seks dan aborsi.

Kedua, tidak hanya remaja, tetapi sebagian orang dewasa juga mempunyai masalah aborsi. Mereka tidak mempunyai kemampuan cukup untuk membesarkan anak tetapi sudah terlanjur hamil, lalu melakukan aborsi. Menurut saya itu keterlaluan. Kalau tidak bisa membesarkan anak, seharusnya mereka sadar dan menghindari resiko kehamilan. Selain itu, sebagai orang dewasa, mereka juga harus bertanggung jawab atas semua tindakannya.

Ketiga, berbeda dengan dua hal diatas adalah wanita hamil yang mau melakukan aborsi karena tidak ada pilihan lain, contohnya wanita yang diperkosa. Bagi saya masalah ini bukan karena wanitanya. Kadang-kadang saya mendengar ”Wanita yang diperkosa sengaja memancing laki-laki untuk melakukan pemerkosaan. Oleh karena itu, kasusnya terjadi.” Menurut saya ini tidak mungkin. Laki-laki yang melakukannya pastilah berakhlak buruk. Laki-laki sering cuci tangan dalam banyak kasus seperti ini: ”Kalau karena diperkosa, wanitanya hamil, apa boleh buat atau harus bagaimana lagi?” Dalam hal ini, hanya wanita saja yang dilukai dan jiwa yang di dalamnya pasti tersakiti.

Saya tidak setuju dengan aborsi tetapi untuk alasan yang ketiga di atas tadi, tidak ada pilihan lain. Namun demikian, menurut saya, walaupun tidak bisa melakukan aborsi, perempuan yang mau melahirkan anaknya — walaupun bayi itu tidak diharapkan —, setelah melahirkan pasti perempuan itu akan menyayangi bayi tersebut. Saya tahu bahwa bagi kebanyakan wanita yang diperkosa dan melahirkan bayinya, pastilah sulit membesarkan bayinya. Ada kemungkinan juga masih ada rasa benci yang bisa memacu kekerasan terhadap anak.

Kesimpulannya, kecuali masalah yang ketiga, saya sama sekali tidak setuju dengan aborsi. Kita harus bertanggung jawab atas resiko-resiko yang terjadi yang disebabkan tindakan kita sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: