Zat Besi Dalam Bahan Makanan

Ada dua jenis zat besi yang terrdapat di dalam makanan yaitu : zat besi yang berasal dari hem dan bukan hem. Zat besi yang berasal dari hem merupakan penyusun hemoglobin dan myoglobin, zat besi jenis ini terkandung didalam daging, ikan dan unggas, serta hasil olahan darah. Zat besi dari hem ini terhitung sebagai fraksi yang relatif kecil dari seluruh masukan zat besi. Dibanyak Negara sedang berkembang, masukan zat besi yang berasal dari hem lebih rendah atau sarna sekali dapat di abaikan.

Zat besi yang bukan berasal dari hem, merupakan sumber yang lebih penting dan ditemukan dalam tingkat yang berbeda-beda pada seluruh makanan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan seperti sayur -sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan serta serealia, dalam jumlah yang sedikit terdapat di dalam daging, telur dan ikan.

Zat besi selain diperoleh dari bahan makanan, juga bisa dari makanan mengandung zat besi eksogen, yang berasal dari tanah, debu dan air atau panci tempat memasak. Keadaan ini lebih sering terjadi di negara yang sedang berkembang. Jumlah zat besi cemaran di dalam makanan mungkin beberapa kali lebih besar dibandingkan dengan jumlah zat besi dalam makanannya sendiri.

Memasak makanan di dalam panci besi bisa meningkatkan kandungan zat besi beberapa kali lipat, terutama sup yang mngandung sayuran yang mempunyai pH rendah dan dididihkan terlalu lama. Menggoreng dengan kuali besi biasanya tidak meningkatkan kandungan zat besi dalam makanan. Zat besi yang dilepas selama memasak akan berikatan dengan kelompok zat besi bukan hem, dam siap untuk diserap. Bentuk lain zat besi eksogen terdapat dalam makanan seperti gandum, gula dan garam yang telah diperkaya dengan zat besi atau garam besi.

%d blogger menyukai ini: