Mengapa Anemia Kurang Besi Diutamakan Penanganannya Pada Ibu Hamil

Sesuai dengan tujuan Pembangunan untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas, baik fisik maupunnonfisik, maka penanganan terhadap masalah anemia kurangHer besi diprioritaskan kepada ibu hamil. Disamping itu masalah you infeksi kecacingan memegang peranan penting dalam mewujudkan peningkatan derajat kesehatan setiap bangsa.
Terjadinya anemia gizi pada wanita hamil diawali dari saat ia dilahirkan oleh seorang wanita penderita anemia gizi, yang selama masa pertumbuhan hingga kehamilannya tidak mendapatkan sumber zat gizi yang cukup maupun pelayanan kesehatan yang mungkin diperlukan, sehingga dia selalu menderita anemia gizi.

Alasan lain adalah adanya kehamilan yang berulang-ulang dan dalam selang waktu yang relatif singkat, sehingga cadangan zat besi ibu seakan-akan dikuras guna memenuhi kebutuhan janin atau dapat pula terjadi akibat perdarahan pada waktu melahirkan. Keadaan terakhir tadi akan semakin parah bila masih ditambah oleh adanya pantangan terhadap beberapa jenis makanan, terutama yang kaya zat besi selama masa kehamilan.

Atas dasar kebutuhan basal pada masing trimester, maka kebutuhan zat besi pada trimester II dan III akan jauh lebih besar dari jumlah zat besi yang didapat dari makanan meskipun makanan mengandung zat besi yang tinggi bioavailabilitasnya, kecuali jika wanita itu pada sebelum hamil telah mempunyai masukan zat besi yang tinggi yaitu lebih besar dari 500 mg didalam tubuhnya. Wanita yang mempunyai simpanan zat besi lebih besar dari 500 mg jarang ada walau pada masyarakat yang maju sekalipun, apalagi pada daerah-daerah yang sedang berkembang.

Sebaliknya apabila wanita hamil tidak mempunyai masukan zat besi yang cukup banyak dan tidak mendapatkan suplemen preparat besi, sedangkan janin mengalami pertumbuhan terus dan semakin pesat, maka janin dalam hal ini berperan sebagai parasit. Ibu akan menderita akibatnya, dan janin umumnya dipertahanakan normal, kecuali pada keadaan yang sangat berat, misalnya kadar hemoglobin itu sangat rendah maka zat besi yang kurang akan berpengaruh pula terhadap janin.

Akibat dari semua keadaan yang telah disebutkan diatas akan mempengaruhi terhadap kehidupan anak yang dilahirkan. Kelahiran anak dengan berat lahir yang sangat rendah akan menimbulkan dampak negatif, sehingga tujuan pembangunan kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian tidak tercapai.

Demikian pula dampak bagi ibu hamil yang menderita anemia kurang besi juga menunjukkan keadaan yang tragis, yaitu terjadinya perdarahan pada saat melahirkan atau pada saat nifas yang dapat berakhir dengan kematian dengan merujuk kepada angka prevalensi anemia kurang besi pada ibu hamil yang telah dikemukan, yaitu angka tersebut tetap masih berada pada tingkat yang tinggi dan belum menujukkan tanda adanya perubahan yang menonjol, oleh karena itu penanganan masalah anemia kurang besi pada ibu hamil sangat diharapkan keseriusannya.

%d blogger menyukai ini: