Anemia Gizi

Anemia Gizi dan Infeksi Kecacingan
Anemia gizi adalah suatu keadaan dengan kadar hemoglobin (Hb) yang lebih rendah daripada normal sebagai akibat ketidakmampuan jaringan pembentukan sel darah merah dalam produksinya guna mempertahankan kadar hemoglobin pada tingkat normal.
Anemia kurang besi adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius, berdampak pada perkembangan fisik dan psikis, perilaku dan kerja. Sejauh ini kurang zat besi merupakan penyebab anemia gizi yang paling lazim, hal tersebut dapat dikaitkan dengan kurangnya zat lainnya seperti vitamin B12, piridoksin dan tembaga, karena jarang terjadi dan tidak menjadi masalah utama kesehatan masayarakat. Disamping itu infeksi kecacingan juga merupakan penyebab yang dapat memperberat anemia kurang besi.
Ada tiga faktor penting yang menyebabkan orang menjadi anemia yaitu :
1. Kehilangan darah karena perdarahan
2. Pengrusakan sel darah merah
3. Produksi sel darah merah tidak cukup banyak.
Dari ketiga faktor yang tersebut di atas yang merupakan masalah kesehatan masyarakat adalah anemia yang disebabkan oleh faktor ketiga yaitu disebut sebagai anemia gizi.
Seseorang dapat menjadi anemia karena perdarahan dan kehilangan sel-sel darah merah dari tubuhnya terlalu banyak. Perdarahan dapat terjadi eksternal maupun internal. Perdarahan mendadak dan banyak, disebut perdarahan eksternal, misalnya pada waktu kecelakaan. Perdarahan dapat pula terjadi karena racun, obat-obatan atau racun binatang yang menyebabkan penekanan terhadap pembuatan sel-sel darah merah (7, 9).
Untuk memastikan diagnosa perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Apabila kadar hemoglobin lebih rendah dari batas normal, maka anemia dapat dipastikan. Batas kadar normal hemoglobin berdasarkan kelompok umur menurut WHO adalah sebagai berikut :
———————————————————————————————–
Kelompok umur Kadab Hb,g/100ml
———————————————————————————————–
6 bulan s/d 6 tahun 11
6 tahun s/d 14 tahun 12
Laki-laki dewasa 13
Wanita dewasa tidak hamil 12
Wanita hamil 11
———————————————————————————————–
Sumber : WHO, 1968 (5,7)
Kebanyakan orang-orang yang mempunyai hemoglobin sedikit lebih rendah daripada batas tersebut di atas, belum menunjukkan gejala-gejala anemia dan masih kelihatan berada dalam keadaan yang baik. Untuk menggolongkan menjadi anemia ringan, anemia sedang dan anemia berat belum ada keseragaman mengenai batasan-batasannya. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kelompok umur, kondisi penderita, komplikasi dengan penyakit lain, keadaan umum gizi penderita, lamanya menderita anemia dan lain-lain yang sulit untuk dikelompokkan.

Akan tetapi, semakin rendah kadar hemoglobin maka, akan semakin berat anemia yang diderita. Anemia gizi karena kurang zat besi adalah yang paling umum terjadi di masyarakat. Meskipun demikian, pada situasi tertentu anemia dapat diperberat keadaannya oleh infeksi kecacingan terutama cacing tambang. Cacing tambang yang menempel pada dinding usus dan memakan darah. Akibat gigitan tersebut, maka sebagian darah hilang dan dikeluarkan dari badan bersama tinja.

%d blogger menyukai ini: