Archive for April 15, 2008

Perancis

Republik Perancis atau variasinya Prancis (bahasa Perancis: République française) adalah sebuah negara yang terletak di Eropa Barat. Selain di daratan Eropa, wilayahnya juga terdiri dari berbagai pulau dan wilayah di benua lain. Perancis Metropolitan membentang dari Laut Tengah sampai ke Selat Inggris dan Laut Utara, serta dari Sungai Rhein sampai Samudera Atlantik. Bentuk dari wilayah ini menginspirasikan julukan l’Hexagone (“Sang Segienam”).

Di darat, Perancis dibatasi oleh Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra, dan Spanyol. Perancis dan Inggris dihubungkan oleh Terowongan Channel yang menembus dasar Selat Inggris. Di luar wilayah metropolitannya, Perancis juga memiliki batas dengan Brasil, Suriname, dan Antillen Belanda.

Republik ini menganut demokrasi yang menganut sistem semi-presidensial. Ide-ide pokoknya tertuang dalam La Déclaration des droits de l’Homme et du citoyen. Sebagai tiga besar Uni Eropa bersama Britania Raya dan Jerman, Perancis merupakan salah satu dari pendiri Uni Eropa dan merupakan anggota dengan luas daratan terbesar. Perancis juga merupakan salah satu pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menjadi salah satu anggota permanen Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.

Perancis terkenal dengan dunia adibusananya (fashion), roti, anggur, musik, kereta api super cepat TGV, dan resor-resor skinya di Pegunungan Alpen, dekat perbatasan dengan Swiss. Nama “Perancis” mewarisi nama sebuah kerajaan Jermanik yang wilayahnya pernah mencakup daerah tersebut setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, yaitu kerajaan Franka.

Leave a comment »

Iran vs Amerika

Iran menuduh Amerika Serikat melancarkan perang urat-syaraf, menyusul berita-berita yang mengatakan pemerintahan Bush sedang mempelajari pilihan serangan milter untuk memaksa Teheran meninggalkan program nuklirnya. Jurubicara Departemen LN Iran Hamid Reza Asefi mengatakan rencana apa pun yang dirancang Amerika berasal dari –mengutip kata-katanya—“kemarahan dan ke-tidak-berdaya-an”-nya.

Suratkabar Washington Post mengutip para pejabat pertahanan Amerika, baik yang masih aktif maupun yang tidak, yang mengatakan sebuah kajian Pentagon tentang pilihan militer adalah bagian diplomasi pemaksaan untuk memaksa Iran mengakhiri program bahan bakar nuklirnya. Laporan itu juga mengatakan belum ada tanda-tanda Amerika kemungkinan akan melakukan serangan itu dalam waktu dekat ini.
Dalam laporan terpisah yang tidak menyebutkan sumber, majalah The New Yorker mengatakan pemerintahan Bush telah meningkatkan kegiatan rahasianya di dalam negeri Iran, disamping merencanakan untuk kemungkinan serangan udara. Para pejabat Amerika mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk mencari penyelesaian diplomatik mengenai masalah nuklir itu, meskipun semua pilihan tetap terbuka.

Mohammad ElBaradei
Sementara itu, Kepala Badan Nuklir PBB akan mengunjungi Iran pekan ini, ditengah dilakukannya pemeriksaan oleh badan itu terhadap pabrik-pabrik nuklir negara itu. Pejabat Iran, Hamid Reza Asefi mengatakan Mohammad ElBaradei akan tiba di Iran selambat-lambatnya akhir pekan untuk mengadakan pembicaraan mengenai kerjasama Iran dengan Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA. Sejak tiba di Iran hari Jumat, para inspektur IAEA telah mengunjungi fasilitas konversi uranium Teheran di Isfahan.
Kunjungan ke fasilitas pengayaan uranium di Natanz juga dalam agenda. Badan PBB itu diperkirakan akan memberikan laporan kepada DK PBB pada akhir bulan ini mengenai penaatan nuklir Iran. Akhir bulan lalu, DK memerintahkan Teheran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya.

Sumber dari VOA

Leave a comment »

Sengketa Internasional

Sengketa Aset Bekas Cina Pemerintah Pilih Jalur Diplomasi

Pemerintah Indonesia dan pemerintah Republik Rakyat Cina akhirnya sepakat memilih jalur diplomasi guna menuntaskan sengketa kepemilikan aset bekas milik asing atau Cina yang diklaim kembali oleh pemerintah Negeri Tirai Bambu itu.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan Hadiyanto mengatakan jalur diplomasi dipilih untuk saling menjaga hubungan baik kedua negara. “Ini kan soal diplomasi. Jadi harus saling jaga kepentingan diplomatik,” katanya kepada Tempo di Jakarta, jumat lalu.

Departemen Keuangan, dia melanjutkan, hanya membantu dari sisi dokumentasi dan pembuktian hukum, sedangkan komunikasi dengan pemerintah Cina diserahkan sepenuhnya kepada departemen luar negeri.
Hadiyanto mengakui pemerintah Cina memang mengklaim 18 aset (dari 1.345 aset) bekas milik asing atau Cina sebagai miliknya. Aset-aset berbentuk tanah dan bangunan itu dulunya memang merupakan aset bekas Kedutaan Besar Cina dan/atau perumahan yang diperuntukan bagi karyawan Kedutan.

Namun, dia menegaskan pemerintah tentunya akan berusaha keras mempertahankan aset-aset hasil nasionalisasi. Kalau memang itu terbukti milik pemerintah Cina dan ada bukti otentik, pemerintah akan menyerahkan aset tersebut. “Sebaliknya, jika tidak terbukti, pemerintah Cina harus legowo (menyatakan) itu milik Indonesia,” kata Hadiyanto.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dengan tegas menyatakan Indonesia menolak klaim Cina itu. “Itu kekayaan Indonesia. Kami menolak klaim mereka,” katanya.

Menurut dia, aset itu dikuasai negara sejak nasionalisasi aset milik organisasi terlarang pascaOrde Lama. Pemerintah Cina kembali mengangkat isu aset itu setelah Indonesia menormalisasi hubungannya dengan pemerintah Cina.

Badan Pemeriksa Keuangan juga menyoroti secara khusus persoalan ini. Dalam laporan auditnya, BPK memberikan pernyataan disclaimer (menolak memberikan opini) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2006. Menurut BPK, walaupun ditatausahakan oleh. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, aset eks asing atau Cina itu tidak dilaporkan dalam laporan barang milik negara.

BPK menegaskan aset-aset itu dikuasai sejak dulu dan sudah dicatatkan dalam daftar inventaris suatu departemen tapi secara hukum belum menjadi hak departemen tersebut. “Karena itu, BPK menyarankan agar pemerintah menetapkan segera status hukum kepemilikan aset asing atau Cina tersebut.”

Dari penelusuran Tempo, sejumlah bangunan yang diklaim pemerintah Cina itu sudah beralih penguasaan dan fungsi. Sebut saja bekas kantor Kedutaan Besar Cina di Jalan Gadjah Mada Nomor 211-212, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Saat ini bekas kantor, itu sudah beralih menjadi lahan parkir, yang pengelolaannya dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rumah di Jalan Diponegoro Nomor 36, Jakarta Pusat, beralih fungsi menjadi kantor Kedutaan Besar Hungaria dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sumber: Koran Tempo

Leave a comment »

Pengalaman Roro

Caroline Waktu Kecil

Waktu ro kecil paling tidak suka dengan mistis karena ro orang na penakut. Dulu, ro tidur di lantai 2. Di mana kamar tersebut terletak di bagian belakang rumah. Di belakang rumah ro terdapat halaman seluas 50 meter persegi lebih.

Di belakang rumah ro dulu sangat menyeramkan untuk saya. Karena di belakang rumah ro itu terdapat pohon mangga, pohon jambu, dan pepaya. Umur pohon-pohon tersebut lebih tua daripada umur ro lho… Ro baru umur belasan pohon tersebut sudah ampir 30 tahun.

Jika teman datang ke hum ro, ro ajak mereka ke belakang rumah ro. Komentar mereka adalah serem, takut, dan sejuk. Sejak ro kelas 1 SD ro pindah kamar ke bagian depan. Dulu kamar depan adalah kamar QQ ro. Akan tetapi, QQ ro sudah menikah jadi QQ ro tinggal di toko ro. QQ adalah paman.

Sekarang ro sudah tidak takut seperti dulu karena ro sudah terbiasa mendengarkan hal-hal yang mistis. Karena mami ro sering bercerita tentang misteri-misteri kalau mami ro lagi sempat untuk bercerita.

Mami ro itu sering berpergian ke kota-kota. Kebanyakan mami pergi ke pulau Batam dan Medan. Di Batam barang-barang dari luar negeri lebih murah daripada di kota Jakarta. Mami kalau pulang suka membawakan ro biscuit, susu, dan coklat.

Akan tetapi, mami sering pergi ke sana untuk membantu teman-teman dan saudaranya di sana. Sehingga mami jarang pulang ke rumah. Jika pulang ke rumah hanya hari-hari besar saja.

Seperti: * Tahun baru.

* Sincha.

* Ulang tahun: kakek, nenek, saudara-saudara, dan aku.

Leave a comment »