Arsip untuk Bahan Karya Tulis

Manajemen

ISU-ISU  INTERNET  DAN  PROGRAM  DI  DUNIA  MAYA

OLEH

Caroline  Fransiska  (2009-012-325)

UNIVERSITAS  KATOLIK  INDONESIA  ATMA  JAYA

JALAN  JENDRAL  SUDIRMAN  51

JAKARTA

2009

KATA PENGANTAR

 

Pertama-tama penulis ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya yang sangat besar telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Karya tulis ini dibuat sebagai syarat untuk mendapatkan nilai tugas manajemen.

Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu penulis dalam proses pembuat tugas ini:

  • Bapak Frans Bararuallo, selaku dosen manjemen Universitas Atma Jaya.
  • Orangtua penulis yang membantu secara moral dan material.
  • Teman-teman penulis yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas ini, dan proses pemberian informasi.

Semoga tugas penulis ini dapat bermanfaat bagi teman-teman penulis untuk menambah wawasan seputar internet dan program-programnya. Penulis juga ingin meminta maaf apabila dalam tugas ini ada kesalahan dalam pengetikan dan bahasa yang digunakan. Penulis juga sadar bahwa dalam proses pembuatan tugas ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran membangun bisa diberikan kepada penulis. Akhir kata, penulis mengucapkan “Terima kasih dan selamat membaca.”

 

Jakarta, 27 November 2009

 

 

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

ii

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL   ………………………………………………………….       i

KATA PENGANTAR   ………………………………………………………..        ii

DAFTAR ISI   ………………………………………………………………….       iii

BAB   I            Pendahuluan   ……………………………………………………       1

BAB  II            Landasan Teori   …………………………………………………      2

BAB  III           Isu-Isu  Internet  dan  Program di  Dunia  Maya   ………………         7

BAB IV           Penutup   …………………………………………………………     16

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iii

BAB I

PENDAHULUAN

 

Masih berpikir bahwa Amerika menguasi pasaran di dunia dalam segala hal? Masih ingat dengan istilah era globalisasi? Sekarang inilah era globalisasi. Amerika bukan lagi sang raja pasar. Globalisasi membuat hasil karya dari negara-negara, kota-kota, atau dari mana pun pun bisa diakses dan dinikmati oleh penduduk dunia.

Kehadiran film-film dari Bollywood, telenovela dari negara-negara Amerika Latin di kancah hiburan pun menunjukkan bahwa negara-negara kecil pun bisa ikut serta dalam pasar industri hiburan. Mengapa harus takut pada Amerika? Kekuatan-kekuatan baru dari industri komunikasi nasional, regional bahkan lokal nyatanya mampu menyaingi dominasi media negara raksasa itu.

Globalisasi media. Disebabkan adanya penetrasi penggunaan teknologi di seluruh dunia. Mendorong media-media di negara maju maupun berkembang untuk lebih kreatif, komersil, meningkatkan produksi, promosi dan mampu menjual hasil produksinya kepada negara lain.

Glokalisasi. Dalam industri media lokal, trend yang terjadi adalah mengkombinasikan ide lokal dengan format global. Dengan demikian hasil produksi lokal tetap dapat menjual dan menarik pengiklan global maupun lokal apabila diitayangkan di negara lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

BAB II

LANDASAN  TEORI

 

Regionalisasi media

Masyarakat lokal turut berbagi media dengan bangsa lain. Pilihan konsumsi media oleh masyarakat ditentukan oleh kedekatan budaya yang ditentukan oleh-faktor-faktor seperti: kesamaan budaya, sejarah, geografis, dan bahasa.

Media-media Global

News Agencies. Arus informasi pun ikut berkembang, mengglobal. Oleh karena itu dibutuhkan hubungan antara agen-agen berita di seluruh dunia. Agen-agen berita seperti stasiun-stasiun berita cenderung berfungsi mengendalikan opini masyarakat dunia terutama tentang isu-isu politik yang sensasional dan kontroversial. Dalam hal ini, stasiun berita berfungsi sebagai watch dog (pengawas) yang mengkritik kebijakan negara-negara non sekutu Amerika. Berita yang dihasilkan bisa berakibat menimbulkan citra negatif terhadap negara-negara tersebut sehingga mempengaruhi cara pandang dan opini masyarakat global.

Radio. Di banyak masyarakat pedalaman, dimana masih susah untuk mengakses televisi, mereka masih menggunakan radio sebagai alat komunikasi. Radio pun bisa dipakai sebagai alat penggerak opini masyarakat. Walaupun saat ini menjamur radio-radio nasional bahkan global, radio lokal tetap tidak mudah untuk digantikan. Radio lokal memiliki kedekatan yang lebih besar bagi masyarakat.

Musik. Dimana pun, musik menjadi bahasa yang mudah dimengerti oleh semua orang. Musik bisa jadi mengglobal atau bahkan bisa menjadi lokal. Radio-radio buktinya tidak hanya memutar lagu-lagu yang mengglobal tetapi juga lagu-lagu lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pengglobalan bukan suatu hal yang mutlak tetapi tidak ada salahnya sama sekali untuk melestarikan kebudayaan musik lokal.

 

 

 

 

2

Film. Media yang sati ini dianggap paling mudah untuk mengglobal. Namun, biaya produksi yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Selain itu, proses pengglobalannya susah jika film itu tidak menggunakan bahasa Inggris. Hal ini disebabkan sistem pendistribusian film secara internasional dipegang oleh Motion Picture Association of America.

Televisi. Saat ini, televisi sudah menjadi bagian wajib bagi kebanyakan orang. Ada saja stasiun televisi yang inginya mengglobal. Namun, tidak ada salahnya sama sekali jika stasiun televisi justru ingin melokal saja. Tidak salah toh jika ingin melestarikan kebudayaan sendiri. Contohnya di Indonesia : Jogja TV.

Internet. Menjadi jembatan hubungan masyarakat dunia. Sarana paling efektif untuk menjadi mengglobal atau mengglokal. Internet dapat berpengaruh positif maupun negatif. Pergerakan yang cepat di dunia maya ini pun butuh pengawasan dan regulasi yang baik guna menangkal pengaruh negatif yang. Internet pun bisa digunakan dalam urusan perbisnisan. Dari sini pihak-pihak yang terkait di seluruh dunia dapat saling behubungan.

Menjadi bagian dari masyarakat global, ternyata mudah.Globalisasi membuat segala sesuatu menyebar dengan cepat ke pelosok dunia, termasuk pula internet. Intenet yang dulu hanya ada di Amerika Serikat, kini mulai menyentuh beragam negara. Bukan hanya negara maju tapi juga negara berkembang.

Internet mulanya digagas di tahun 1960-an. Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menyebabkan internet muncul. Awalnya, internet hanya untuk lingkup pemerintahan. Akan tetapi, sekarang, seiring perkembangannya, internet juga dinikmati oleh masyarakat luas. Internet menarik minat beragam masyarakat dari berbagai negara.

Beragam organisasi baik profit ataupun non profit serta pemerinah ataupun non pemerintah mulai menggunakan internet sebagai alat komunikasi. Internet pun mulai dijadikan alat untuk penggerak perubahan. Salah satunya, terjadi di rahun 1991. Sebuah gerakan sosial bernama The Zapatista Liberation Front, menggunakan internet untuk menyebarkan reaksi protes terhadap peerintah Mexico atas apa yang dilakukan pemerintah terhadap penduduk di wilayah Zapatista.

3

Meskipun Amerika Serikat merupakan negara asal internet. Akan tetapi, bukan berarti negara lain tidak memiliki jumlah yang tinggi dalam penggunaan internet. Skandinavia contohnya. Negara-negara eropa yang berada di Skandinavia ternyata memiliki akses world wide web (www) lebih tinggi di banding Amerika Serikat.  Di negara-negara tersebut, rata-rata mahasiswanya memiliki halaman web sendiri yang menceritakan beragam hal yang menjadi interest mereka. Diantaranya Project Runeberg. Project Runeberg merupakan kumpulan tulisan di internet yang diisi oleh banyak sekali penulis Skandinavia. Ada beragam hal yang ditulis disini, mulai sekedar hobi saamapi budaya dan sejarah.

Selain itu, beberapa survey membuktikan kalau penduduk Korea Selatan merupakan pengakses terbesar internet. Meskipun bahasa Inggris yang digunakan sebagai bahasa penggantar dalam internet  bukan bahasa induk mereka, toh hal ini tidak menghalangi penduduk negeri gingseng tersebut untuk mengakses internet. Memang, ada hal tertentu yang menyebabkan ini terjadi. Fakta membuktikan, pengguna internet di Korea Selatan lebih banyak dari pada Amerika Serikat karena penduduk negeri tersebut dikenal addict terhadap permainan game yang biasa ada di internet.

Selain itu, pemerintah Korea Selatan membuat program tersendiri untuk mengenalkan internet ke warga negara dan penduduknya. Alhasil, warga di Korea Selatan menjadi sangat “melek” internet.

Internet membuat komunikasi menjadi lintas batas. Struktur dari internet membuat tiap orang yang mempunyai akses akan internet bebas menerima dan mengirim surat dan informasi dari dan ke siapa pun.

Di negara-negara maju, akses internet begitu mudah. Internet cepat sekali membawa informai ke khalayak penggunanya. Akan tetapi, hal ini tidak berjalan mulus di negara berkembang. Tidak seperti negara maju, negara berkembang memiliki persoalan sendiri dalam perkembangan internet.

 

 

 

 

4

Hal ini menyangkut masalah penggunaan komputer dan jalur telepon sebagai tulang punggung akses internet. Penduduk negara berkembang dan negara yang tergolong miskin rata-rata belum memiliki komputer. Selain itu, jalur telepon yang mereka punya pun masih terbatas. Alhasil, perkembangan internet di negara-negara tersebut tidak segenjar negara-negara maju yang ada. Bahkan, karena akses yang terbatas jaringan internet yang mereka dapat tidak selancar jaringan internet di negara maju. Persoalan koneksi yang lambat sepertinya merupakan hal yang biasa di negara berkembang dan negara tergolong miskin.

Media internasional dan sistem telekomunikasi memiliki aturan masing-masing. Begitu pula internet dan akses akan internet. Di dunia ini, ada organisasi tertentu yang mengatur internet dan akses internet. Meski tak memiliki kekuatan secara langsung, tapi aturan dalam organisasi itu merupakan hasil konsesnsus diantaran negara yang yang mengajukan regulasi, yang mengakomodir beragam kepentingan. Selain organisasi, beberapa negara pun juga idak mau ketinggalan memberi pengaturan tersendiri pada penggunan internet di teriitori-nya. Beberapa negara bahkan sangat ketat mengawasi bahkan menyarik akses internet penduduknya.

Salah satu organisasi yang memuat aturan penggunaan internet adalah International Telecommunicetion Union (ITU).  ITU didirikan pertama kali di Paris, tanggal 17 Mai 1865. Sekarang, ia merupakan organisasi khusus dalam wadah Perserikatan Bngsa-Bangsa (PBB).

Sekarang ada 191 negara anggota dan 700 anggota asal asosiasi. ITU menjadi standar aturan penggunaan alat informasi dari beragam negara, seperti telegraf, radio, dan termasuk internet. Salah satu aturan yang dimuat ITU adalah penggunaan bahasa yang global dalam pembuatan sistem untuk URL di internet agar mudah dipahami.

ITU terus mengalami perbaikan atas kekurangan mereka. ITU pun membuat divisi-divisi tersendiri dalam organsisasi mereka untuk mengawasi komunikasi yang lebih spesifik agar komunikasi internasional jadi lebih mudah diawasi. World Administration Radio Conference dan Development merupakan contohnya. World Administration Radio Conference adalah divisi yang mengatur tentang orbit satelit tiap negara. Development merupakan divisi yang mengurusi perkembangan internet di negara-negara berkembang.

5

Selain ITU, perkembangan dan pengaturan internet juga dilakukan beberapa organisasi lain. Diantranya International Corporation for Assigned Names and Number (ICANN), Internet Society International (ISOC) dan Internet Engineering Task Force (IETF).

ICAAN didirikan di Marina Del Rey di California, Amerika Serikat. ICANN merupakan organisasi non profit yang berdiri tanggal 18 September  tahun 1998. Di tahun 2006, organisasi ini menandatangani kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat yang memuat perjanjian tentang pengaturan internet yang biasanya dipegang secara sentral oleh pemilik modal.

Internet Society International (ISOC) adalah organisasi internasional yang mempromosikan penggunaan internet dan aksesnya. Keanggotaannnya terbuka untuk siapa saja, pribadi, perusahan, universitas ataupun pemerintah. ISOC memiliki 17.000 anggota individu dan 130 anggota organisasi. Ada beberapa prinsip yang menjadi dasar dari kerja ISOC. Diantaranya pemanfaatan intenet yang terbuka, mengguntungkan dan tak dihalang-halangi.

Sebagaimana yang dikatakan di atas, selain ICAAN dan ASOC terdapat pula organisasi lain yakni IETF. Organisasi ini menjaring banyak pihak, individu atau organisasi, yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan internet. organisasi  ini diatur oleh organisasi lain yakni IESG (Internet Engineering Steering Group). IESG akan memberi tugas mempelajari masalah-masalah teknis yang terjadi dalam jaringan komputer dan internet. Lalu, mengusulkan solusi dari masalah tersebut. IETF terdiri dari banyak kelompok kerja yang terbagi-bagi dalam fokus tertentu, misal keamanan atau pengembangan saja.

 

 

 

 

 

 

 

6

BAB  III

ISU-ISU  INTERNET  DAN  PROGRAM  DI  DUNIA  MAYA

 

Ada banyak hal yang harus diatur dalam penggunaan internet. Diantaranya, hak atas privasi.  Amerika Serikat memiliki undang-undang patriotisme yang mengindahkan hak privasi pengguna internet mereka. Pemerintah boleh mengacak-acak email (surat) pengguna internet untuk alasan keamanan negara. Akibat hal ini, Amerika Serikat, sering mendapat tekanan dari negara Eropa agar memberi hak privasi yang sesungguhnya pada pengguna internet di negaranya. Bukan cuma masalah privasi saja yang diatur dalam penggunan internet. Masalah lain seperti pajak pengguna internet, pornografi, dan rasisme pun juga coba diatur, baik oleh negara atau organisasi.

Sebagaimana disinggung diatas, beberapa negara mengatur sendiri perkembangan internet di negaranya. Salah satunya adalah China. China mengontrol sendiri akses internet ke penduduknya. Hal ini dilakukan untuk mebatasi perkembangan politik warganya.

Selain China, ada beberapa negara lain yang juga menggontrol internet di wilayahnya. Diantaranya adalah Malaysia, Singapura dan Saudi Arabia. Malaysia dan Singapura menyortir internet di negaranya dengan alasan kestabilan politik negara. Sedangkan agama menjadi penyebab Arab Saudi melakukan penyortiran.

Bagi orang-orang yang sering berkutat dengan komputer tentu familiar dengan istilah internet. Ya, siapa sih yang tidak kenal internet, bahkan saat ini internet pun mulai “menjejakkan” dirinya ke pelosok-pelosok desa di Indonesia. Dengan internet, segala macam informasi dapat kita temukan. Apalagi sekarang banyak juga media berita cetak dan elektronik yang juga menyediakan layanan berita online.

Internet membuat kita serasa menggenggam dunia. Kita dapat menembus ruang dan waktu hanya dengan meng-klik mouse pada komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Namun, ternyata tidak banyak yang tahu apa sih sebenarnya internet itu, bagaimana internet bisa muncul dan apa saja yang membentuk dan memicu perkembangan internet.

 

7

Internet adalah jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer. Sejak 1999 Internet telah memiliki 200 juta pemakai di seluruh dunia, dan jumlah ini meningkat cepat. Lebih dari 100 negara terhubung dengan Internet untuk menukar data, berita, dan informasi lainnya. Setiap komputer yang terhubung dengan Internet disebut host. Internet adalah suatu jaringan komputer global terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional yang memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan tersebut.

Pada awalnya, internet merupakan suatu rencana dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Dimulai dari sebuah proyek yang dinamakan ARPANET atau Advanced Research Project Agency Network. Perkembangan ARPANET sangat pesat jika dilihat dari perkembangan komputer saat itu. Maka, jaringan komputer tersebut tidak lagi disebut ARPANET, karena semakin banyak komputer dan jaringan-jaringan regional yang terhubung.

Konsep inilah yang kemudian berkembang menjadi konsep internetworking. Oleh karena itu, istilah internet menjadi semakin populer, dan orang menyebut jaringan besar komputer tersebut dengan istilah internet.

 

WORLD WIDE WEB (WWW)

World Wide Web atau yang lebih dikenal dengan sebutan WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling terkoneksi sehinga kita dapat berpindah dari dokumen satu ke dokumen yang lain menggunakan hypertext link yang digunakan dengan cara di-klik. Pada dasarnya suatu web, situs, atau homepege  adalah bagian dari www. Misalnya http://www.yahoo.com

Untuk menampilkan www, kita membutuhkan web browser seperti internet explorer atau mozzilla firefox. WWW bekerja dengan menggunakan teknologi yang disebut hypertext yang kemudian dikembangkan menjadi suatu protokol aplikasi yang disebut HTTP atau hypertext transfer protokol. Hypertext ini akan menggabungkan beberapa jenis representasi dan metode pengaksesan informasi dan menyajikan dalam beragam bentuk informasi seperti teks, suara, animasi, video dll.

 

8

HTML dan URL

HTML atau Hypertext Markup Language adalah sekumpulan perintah atau bahasa yang terformat yang digunakan untuk membuat halaman dokumen pada internet. Ketika membuka sebuah halaman Web, maka browser akan menginterpretasikan perintah HTML pada halaman tersebut dan ke dalam teks dan grafik. Beda HTML dengan dokumen teks lainnya adalah adanya elemen dan tag. Elemen-elemen dan tag berfungsi untuk memformat atau menandai suatu bagian tertentu dari dokumen HTML dan juga untuk menentukan struktur bagian tersebut dalam dokumen HTML.

URL atau universal resource locator adalah alamat internet. Alamat internet tersebut diterjemahkan dari yang umum ke yang khusus (seperti sewaktu menelepon, mulai dari kode negara, kode wilayah dan nomor telepon). Contoh URL adalah http://www.google.co.id. Pada penggunaan www, penunjukkan suatu sumber informasi menggunakan metode URL yang merupakan konsep penanaman lokasi standar dari suatu file, direktori, komputer, lokasi komputernya dan metode yang digunakannya.

 

Browser dan Search Engine

Browser adalah user interface dan World Wide Web yang menginterpretasikan hypertext link dan digunakan untuk melihat dan memandu dari simpul Internet satu ke yang lain.

Search engine atau mesin pencari adalah program yang mencari dokumen berdasar kata kunci yang telah ditentukan dan mengirimkan daftar dokumen yang mengandung kata kunci tersebut. Biasanya, mesin pencari ini bekerja dengan mengirimkan sebuah bot atau spider untuk mendapatkan dokumen sebanyak mungkin. Program lain yang disebut indeker, kemudian membaca dokumen-dokumen ini dan membuat indeks berdasar kata yang dikandung setiap dokumen.

 

 

 

 

 

9

INTERNET DAN PERKEMBANGAN WEB

 

Interface

Web menyediakan penggunanya dengan kemudahan berinteraksi dengan sistem internet. Hanya dengan meng-klik mouse maka kita bisa langsung menemukan informasi yang kita inginkan. Akses internet pun menjadi sangat terbuka dan mudah untuk dimasuki.

 

Real-Time Interaction

Real-time Interaction  adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah fitur komputer. Sebagai contoh, sistem operasi waktu nyata adalah sistem yang dapat merespon masukan segera setelah diberikan. Istilah ini juga merujuk kepada peristiwa yang disimulasikan oleh komputer dengan kecepatan yang sama seperti dunia nyata. Dalam animasi grafik, misalnya, program waktu nyata akan menampilkan obyek bergerak pada layar pada kecpatan yang sama pada dunia nyata. Dalam basisdata, basisdata wakatu adalah basisdata yang menyimpan data persis seperti keadaan dunia nyata dari waktu ke waktu.

Real-time Interaction telah mengalami beberapa kemajuan seperti peluncuran stasiun radio yang berbasis internet, promosi iklan dan pemutaran film, peragaan secara online, menyampaiakn berita dan hiburan elektronik, pendidikan dan pelatihan online, teleconference.

 

HTML Authoring dan Java

Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana, dan tidak bergantung pada platform dan sistem operasi. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystem Corp, dan juga digunakan untuk membuat HotJava. Bahasa ini memiliki kemampuan dan keunggulan begitu besar, seperti : sederhana, berorientasi obyek (object-oriented-programming), mendukung konsep sistem terbuka, mendukung pemakaian terdistribusi baik dalam jaringan maupun internet, mampu menghasilkan sistem yang aman, performasi tinggi dan dinamis.

10

Dalam dunia Internet, bahasa Java ini dapat di manfaatkan untuk menyusun dan mengembangkan dokumen Web yang menarik dan interaktif. Dengan Java, kita dapat membuat dan menyertakan berbagai program aplikasi, animasi, multimedia dan database ke dalam dokumen web kita. Dengan adanya kemampuan tersebut di atas, bahasa Java begitu cepat populer dan segera dimanfaatkan para pengembang sistem maupun para pengguna Internet.

Konsepnya  dapat dimanfaatkan untuk membuat Applet. Apabila Anda akan mengakses suatu alamat Internet yang di lengkapi web berbasis bahasa Java, anda dapat menggunakan browser HotJava, sehingga akan memperoleh tampilan menarik. Ini karena beberapa browser lama tidak akan mampu menampilkan, misalnya : Animasi ataupun suara hasil pemrograman Java.

 

Virtual Reality Modeling Language

Virtual reality adalah lingkungan buatan yang dibuat dengan hardware dan software komputer dan hadirkan kepada pengguna sedemikian rupa tampak seperti nyata. Untuk memasuki virtual reality, pengguna mengenakan sarung tangan khusus, earphone, dan kacamata khusus untuk berhubungan dengan sistem komputer.

Dengan cara ini, minimal tiga indra dikontrol oleh komputer. Untuk pengalaman yang lebih baik, piranti virtual reality juga memonitor kegiatan pengguna. Misalkan, kacamata khusus (google) melacak bagaimana bola mata pengguna bergerak dan meresponnya dengan mengirimkan masukan video baru.

Istilah virtual reality kadang digunakan lebih umum untuk menyebut dunia virtual yang direpresentasikan dalam komputer, meskipun hanya berbasis representasi teks dan grafik. Virtual Reality Modeling Language atau VRML adalah spesifikasi navigasi 3 dimensi (3D). VRML memungkinkan pembuatan situs 3D. VRML memperkenalkan konsep virtual untuk dipakai di internet. Dengan sistem VRML kita juga bisa memasuki lingkungan yang terkomputerisasi.

 

 

11

Kemampuan ini dapat memenuhi berbagai aplikasi. Mulai dari penelusuran tubuh manusia untuk bidang kedokteran hingga pemindaian permukaan planet di liuar angkasa seperti Mars. VRML dapat membuat internet menjadi sarana multimedia yang sangta kaya dan bermanfaat.

 

Industri  Periklanan

Teknologi yang bernaam internet memang memiliki banyak keuntungan dan ini juga dimanfaatkan oleh industri iklan. Sebuah situs memang sangat ideal untuk tempat pemasangan iklan. Mungkin bagi kita yang sering mencari informasi lewat google sering melihat sebuah kolom yang bernama google ads, atau jika kita membuka sebuah situs lalu tiba-tiba ada semacam alert dan ketika di-klik ternyata menuju sebuah situs lain yang menawarkan produk-produk mereka.

Dunia maya memang tempat investasi yang sangat menjanjikan. Ketika kita membuka sebuah situs mesin pencari mau tidak mau kita juga melihat iklan yang ditempatkan di situs tersebut, dan terkadang kita tergoda untuk membukanya. Inilah yang membuat mengiklankan di internet cukup efektif.

Seiring berkembangnya teknologi, para pengiklan di internet pun semakin canggih dalam membuat tampilan iklan mereka. Saat ini mereka tidak secara gamblang mengiklankan produk mereka namun mereka juga melakukan inovasi yaitu membuat kolom yang berisi game seperti memasukan bola basket ke keranjang dengan meng-klik mouse, dimana ketika kita berhasil maka kemudian akan terbuka window baru yang menampilkan situs pengiklan tadi. Memang para pengiklan bukan bermaksud untuk berbohonh tapi itu merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian pengguna internet untuk membuka dan melihat situs mereka.

 

 

 

 

 

 

12

PERKEMBANGAN LAINNYA

·    Kapasitas Saluran dan Implikasinya

Semakin berkembangnya penggunaan sistem internet membuat berbagai inovasi pun muncul untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Salah satunya adalah perkembangan kapasitas saluran di internet. Saat ini begitu mudahnya kita dapat men-download sebuah file. Tidak hanya itu saja, kecepatannya men-download-nya pun semakin meningkat. Hal ini juga memiliki implikasi pada data yang kita gunakan. Saat ini, bukan hanya file teks saja yang dengan mudah kita download tetapi juga file audio dan bahkan video. Perkembangan ini tentu saja membuat internet semakin diminati.

·    Keamanan

Keamanan merupakan isu penting lainnya dalam teknologi internet. Saat ini sistem keamanan firewall-lah yang banyak diaplikasikan. Firewall dirancang untuk menjaga sistem komputer dari akses pihak luar yang tidak berhak. Firewall dapat diimplementasikan dalam hardware, software, atau gabungan keduanya. Firewall banyak digunakan untuk menjaga pengguna Internet yang tidak berhak mengakses jaringan privat yang terhubung Internet, khususnya Intranet.

Sebuah perusahaan dengan Intranet yang membolehkan pekerjanya mengakses Internet biasanya menginstal firewall untuk menjaga sumberdaya data dari akses pihak luar dan mengontrol sumber daya luar yang dapat diakses oleh pekerja. Semua pesan yang masuk dan keluar intranet melewati firewall yang akan memeriksa apakah setiap pesan yang tidak sesuai dengan kriteria keamanan sistem. Terdapat beberapa teknik firewall:

a.         Packet filter

Dengan teknik ini, setiap paket yang masuk dan keluar jaringan akan diterima atau ditolak berdasar aturan yang telah dibuat sebelumnya. Penyaringan paket ini cukup efektif dan transparan, tetapi sulit untuk mengkonfigurasinya.

b.         Application gateway

Teknik ini mengaplikasikan mekanisme keamanan untuk aplikasi khusus, seperti FTP dan Telnet server. Teknik ini sangat efektif, tetapi dapat menyebabkan penurunan kinerja.

13

c.         Circuit-level gateway

Teknik ini menggunakan mekanisme keamanan ketika koneksi TCP (Transmission Control Protocol) atau UDP (User Datagram Protocol ) dilakukan. Sekali koneksi dilakukan, paket dapat mengalir antara host tanpa pengecekan lebih lanjut.

d.         Proxy server

Teknik ini menangkap semua pesan yang keluar dan masuk jaringan. Proxy server menyembunyikan alamat jaringan sebenarnya.

Dalam prakteknya, firewall diimplementasikan menggunakan beberapa teknik sekaligus.

 

·    Penjualan dan E-Commerce / E-Business

Eleketronik Commerce atau E-Commerce merupakan suatu kegiatan perdagangan, mulai dari pemasaran, penjualan, promosi, transfer uang, dsb yang dilakukan melalui Internet. Namun dalam melakukan transaksi di Internet yang harus diperhatikan adalah masalah keamanan. Saat ini sedang dikembangkan metode pembayaran yang lebih aman sehingga dalam melakukan transaksi tidak ada yang dirugikan.

 

·    Monty Phyton dan Privasi

Isu lain yang terkati dengan internet adalah Monthy Phyton fans atau yang lebih dikenal dengan spamming. Spam merujuk kepada praktek pengiriman pesan komersial atau iklan kepada sejumlah besar news group atau email yang sebetulnya tidak berkeinginan atau tidak tertarik menerima pesan tersebut. Spamming memiliki beberapa implikasi diantaranya :

Pesan yang terkirim dapat membuat arus informasi di internet menjadi terhambat.

Mendorong perkembangan dari program cancelbots dimana akan menghapus pesan yang dikirim ke banyak orang atau penerima secara otomatis.

Adanya insiden pada taun 1994 dimana terjadi bom email, penyensoran beberapa topik pembicaraan di internet

 

 

14

Isu privasi juga menjadi perhatian utama dalam sistem internet ini berikut beberapa poinnya :

Bagaimana kita dapat memastikan bahwa orang lain tidak memantau situs apa saja yang kita kunjungi? Ada software yang dapat melakukannya yaitu spyware. Dengan spyware situs apa saja yang kita kunjugi dapat dideteksi oleh orang yang mengirim spyware ke komputer kita. Oleh karena itu berhati-hati dan bersihkan komputer anda dari spyware dengan menggunakan program pembersih. Agar aktivitas anda tidak dipantau orang lain.

Program privasi lainya adalah anonymous browser, dengan program ini kita dapat memilih pilihan membajak sesuai keinginan kita. Anonymous memungkinkan seseorang untuk mendownload file dari server. Pengguna tanpa Account dapat mengakses file-file dengan tanpa memasukan username (anonim), dan menggunakan alamat e-mail sebagai password. Karena setiap orang dapat mengakses file yang diset untuk anonymouse, maka webmaster harus hati-hati menggunakannya hanya untuk file untuk konsumsi umum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

BAB  IV

PENUTUP

 

Kesimpulan

Perubahan zaman semakin berkembang, dengan menggunakan sistem internet membuat berbagai inovasi pun muncul untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Salah satunya adalah perkembangan kapasitas saluran di internet. Saat ini begitu mudahnya kita dapat men-download sebuah file. Tidak hanya itu saja, kecepatannya men-download-nya pun semakin meningkat. Hal ini juga memiliki implikasi pada data yang kita gunakan. Saat ini, bukan hanya file teks saja yang dengan mudah kita download tetapi juga file audio dan bahkan video. Perkembangan ini tentu saja membuat internet semakin diminati.

Dunia maya memang tempat investasi yang sangat menjanjikan. Ketika kita membuka sebuah situs mesin pencari mau tidak mau kita juga melihat iklan yang ditempatkan di situs tersebut, dan terkadang kita tergoda untuk membukanya. Inilah yang membuat mengiklankan di internet cukup efektif.

 

Saran

  1. Melindungi program privasi yang dibuat oleh programernya.
  2. Memberikan tanda jasa karena telah membuat suatu program di situs-situs di internet.
  3. Memberikan hukum/sanksi yang tegas bagi orang-orang yang telah melanggar hak cipta/hak pembuat program.
  4. Memilih situs-situs yang baik untuk mental, tidak membuka situs2 yang dilarang oleh Negara maupun didunia.
  5. Berhati-hati dalam berjualan maupun membeli barang, bisa terjadi penipuan dalam berdagang secara on-line.

 

 

 

 

16

Leave a comment »

Sentuhan Terakhir untuk Karya Tulis

Nama: Caroline  Fransiska

Nama panggilan: Oline, Roro, Kolin, kadang-kadang suka di panggil Car

Alamat: Jalan  Kemandoran no.53  Kebayoran  Lama,  Grogol  Utara,  Jakarta  Selatan

Tempat/tanggal  lahir : Jakarta,  4  Agustus  1990

Umur : 18  tahun

Jenjang Pendidikan:

TK di Genesis, Jakarta Selatan

SD di Tarakanita 3, Jakarta Selatan

SMP di Tarakanita 3, Jakarta Selatan

SMA di Tarsisius 2, jalan batu sari, Jakarta Barat

Hobi:  Bulutangkis, renang, membantu nenek jaga toko

Untuk konfirmasi hub aq di  021-95183118

^_^

Leave a comment »

BAB II

2.1. Pengertian  Merokok

Merokok  menurut  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia  adalah  menghisap  rokok.  Perokok  adalah  orang  yang  suka  merokok.  Perokok  aktif  adalah  orang  yangg merokok  secara  aktif.  Perokok  pasif  adalah  orang  yang  menerima  rokok  saja,  bukan  perokoknya sendiri.

2.2. Pengaruh  merokok

Leave a comment »

BAB III

BAB  III

METODOLOGI  PENELITIAN

3.1.   Metode Penelitian

Metode penelitian berisi cara meneliti  dan instrumen yang digunakan penulis di lapangan atau studi kepustakaan.

3.1.1.   Wawancara

Wawancara digunakan  untuk  mendapatkan data  secara langsung dari pihak perusahaan, yang merupakan  komunikasi dari  seseorang pekerja untuk mendapatkan informasi yang sesuai  dengan diinginkan.

Teknik wawancara memakan waktu dan biaya yang sangat besar untuk sampel yang cukup besar dan tersebar. Wawancara bearti komunikasi antara pewawancara dan orang yang diwawncara, hal ini cenderung menimbulkan perbedaan interpretasi antara keduanya. Namu, dengan wawancara dapat diperoleh informasi yang lebih lengkap.  Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi dalam wawancara bisa dilihat.

3.1.2. Kuesioner

Kuesioner atau angket merupakan metode  penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan.  Penggunan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan,  diantaranya  adalah pertanyaan yang  akan  diajukan  pada responden dapat  distandarkan.

Responden dapat menjawab kuesioner  pada  waktu  luangnya,  pertanyaan  yang  diajukan  dapat  dipikirkan  terlebih  dahulu  sehingga  jawabannya  dapat  dipercaya  dibandingkan  dengan  jawaban  secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan  akan lebih tepat dan sama.

Kuesioner  yang  digunakan  penulis  ada dua,  yaitu:

3.1.2.1. Kuesioner  tertutup

Setiap  pertanyaan  telah  disertai  sejumlah  pilihan  jawaban. Responden  hanya  memilih  dan  menjawab  yang  paling  sesuai.

3.1.2.2. Kuesioner  terbuka

Kuesioner  terbuka  tidak  terdapat  pilihan  jawaban  sehingga  responden  harus  menjawabnya  sendiri.  Dalam  penelitian  ini,  digunakan  metode  pengumpulan  data  dengan  wawancara  pada saat  awal  penelitian.

3.2. Lingkup Penelitian

Penulis  mengambil  lingkup  penelitian  dengan  batasan  sebagai  berikut:

3.2.1.  Peneliti  memilih  pengambilan  lingkup  di SMA  Tarsisius  II.

3.2.2.   Merokok  adalah  sesuatu  yang  biasa  dilakukan  oleh  remaja  pada  zaman  sekarang  ini.

3.2.3.  Waktu  penelitian  adalah  bulan  Oktober 2008.

3.3.  Teknik  Pengambilan  Sampel

Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  dua  cara,  yaitu:  pengumpulan  data  dengan  melakukan  pengamatan  secara  langsung  terhadap  gejala-gejala  yang  terjadi  pada objek  penelitian,  sehingga  mendapat  informasi  tentang  fakta  lapangan.

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  yang  bersifat  umum  dan  menggunakan  aplikasi  dan  apresiasi  masyarakat  dalam  penentuan  hasil  akhir  penelitian,  sehingga  dibutuhkan  persepsi  dan  tanggapan  masyarakat  yang  dipilih  oleh  peneliti  sebagai  sampel  untuk  memperoleh  informasi  tentang  penelitian  ini.

Leave a comment »

Problem Merokok

Banyak pengetahuan tentang bahaya merokok dan kerugian yang ditimbulkan oleh tingkahlaku merokok, namun tingkahlaku ini tetap saja dilakukan. Lebih lebih yang mencolok adalah merokok ditempat yang jelas-jelas terpampang himbauan untuk tidak merokok. Apakah hal ini dikarenakan begitu besarnya pengaruh akibat positif yang didapat dari tingkah laku merokok, sehingga para perokok sangat sulit meninggalkan kebiasaannya.

Gejala ini sangatlah menarik untuk di kaji.. Penulis mencoba melakukan pendekatan Filsafat Ilmu untuk menjawab Problematika Merokok tersebut dengan 3 pertanyaan yang penting dan mendasar: “Apa masalah yang sebenarnya?”, “Dari mana terjadinya masalah tersebut?” dan “Kemana tujuan dari masalah tersebut?”.

Apa Rokok itu?

Rokok adalah salah satu produk konsumen terlaris di dunia. Rokok memiliki sangat banyak pembeli yang loyal serta memiliki arus perdagangan yang berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan yang memproduksinya membanggakan laba yang fantastis, kendali politik dan prestise. Rokok juga satu satunya produk (legal) yang,bila digunakan sesuai dengan tujuannya, akan membuat kebanyakan  pemakainya kecanduan.

Rokok mengandung lebih 700 jenis bahan kimia tambahan, yang kemungkinan digunakan oleh perusahaan rokok, namun undang-undang mengizinkan perusahaan untuk merahasiakan resep tersebut. Akan tetapi, dalam daftar resep tersebut, terdapat logam-logam,pestisida, dan insektisida. Beberapa bahan begitu beracun sehingga membuang bahan-bahan tersebut di pembuangan sampah merupakan pelanggaran hukum. Pusaran Asap rokok yang anggun membawa serta 4000 zat, termasuk arsenik,aseton,butan,karbonmonoksida, dan sianida. Paru-paru perokok dan orang yang berada di dekatnya akan terkena sedikitnya 43 zat yang diketahui menyebabkan kanker.

Siapa yang merokok?

Lebih kurang 1,1 milyar penduduk dunia merokok (World Bank,1999). Pada tahun 2025,jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat sampai dengan 1,6 milyar. Dengan jumlah perokok sebanyak 75% dari populasi, WHO melaporkan bahwa Indonesia adalah satu dari lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia (Adiatma,1992)

.Hasil penelitian di berbagai daerah menunjukkan bahwa jumlah perokok pria di Indonesia adalah 18,8%-54% (Kristanti, Sapardyah dan Suhardi, 1988; Rustamadji, 1986, Masironi dan Rotwell, 1985, cit. Wawolumaya,1996;WHO,1985).

Remaja di Indonesia mulai merokok pada umur yang sangat muda. Hasil dibeberapa tempat menunjukkan bahwa remaja mulai merokok pada umur 5-12 tahun (Wawolumaya, 1996), 5-18 tahun dengan persentasi terbesar umur 14 tahun (Rustamadji, 1986), 10-14 tahun(Bandi, cit. Santoso, 1993), 8-10 tahun (Santoso, 1993),15tahun (Kristanti, Sapardiyah, Suhardi, 1998) dan 15-20 (Siregar, Yasid, Asykaruddin, Razali dan Siregar, 1985).

Mengapa orang merokok?

Alasan remaja mulai merokok di Indonesia bervariasi. Mereka merokok untuk pergaulan/persahabatan,coba coba, mengurangi tekanan/stres, meniru orang tua/dewasa yang sudah merokok,menimbulkan perasaan dewasa/matang dan perasaan jantan (Santosa,1993). Selain itu, 47%-65% remaja perokok di Indonesia mempunyai ayah perokok. Remaja Perokok pada umumnya berpendapat merokok merupakan hal yang umum, di kalangan remaja, meskipun merokok itu adalah kebiasaan buruk, namun merokok dapat menyebabkan gaul, meningkatkan kejantanan, menyebabkan rasa nyaman dan mengurangi stress. Remaja Prokok mengatakan tidak merokok  sama dengan tidak jantan. Dan mereka tahu bahwa lebih mudah mencegah daripada berhenti merokok.

Locken (1982) menyatakan bahwa keputusan seseorang merokok atau tidak secara keseluruhan dapat merupakan fungsi dari kombinasi berbagai keyakinan akan akibat-akibat tingkah laku merokok,baik yang bersifat positif maupun negatif Akibat positif positif tersebut dapat berupa : mengurangi stress, memudahkan dalam berinteraksi, membawa ke arah penerimaan kelompok teman sebaya, memberi kesibukan,relaksasi, menolong untuk berkonsentrasi dsb. Akibat negatif seperti : mengganggu orang lain, meningkatkan ketergantungan pada rokok, penyebab pernafasan buruk, meningkatkan kemungkinan terkena kanker,bau tidak enak dsb. Bagi individu tertentu, misalnya seorang perokok berat, akibat-akibat yang bersifat positif cenderung menutupi akibat-akibat yang bersifat negatif. Sebaliknya bagi individu yang tidak merokok, akibat-akibat yang bersifat negatif dapat meniadakan segala akibat-akibat yang positif .

Akibat Negatif Rokok.

Menurut  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS secara kolektif  masa hidup para  perokok Amerika berkurang 5 juta tahun setiap tahunnya, kira-kira satu menit untuk setiap menit yang digunakan untuk merokok. “Merokok membunuh 420.000 orang amerika setiap tahun.” Demikian laporan majalah Newsweek. Itu berarti 50 kali lebih banyak dibanding yang meninggal akibat obat bius. Di dunia,tiga juta orang dalam setahun-enam orang setiap menit-meninggal akibat merokok, kata buku  Mortality From Smoking in Developed Countries 1950-2000,yang diterbitkan oleh Dana Riset Kanker Kerajaan Inggris,WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan Lembaga Kanker Amerika.Martin Vessey dari Depkes pada Universitas Oxford dengan nada serupa mengatakan,”Penemuan-penemuan selama 40 tahun ini menuntun kepada kesimpulan yang mengerikan,yaitu bahwa setengah dari semua perokok pada akhirnya akan terbunuh oleh kebiasaan mereka-gagasan yang benar-benar menakutkan.’ Sejak tahun 1950-an, 60 juta orang telah meninggal
karena merokok. Para dokter mengatakan bahwa dampak atas kesehatan yang disebabkan oleh larisnya rokok di Asia benar-benar mengerikan, The New York Times melaporkan. Richard Peto memperkirakan bahwa dari sepuluh juta kematian yang diduga berkaitan  dengan merokok setiap tahunnya dalam dua atau tiga dekade mendatang,dua juta akan terjadi di cina.

Ini adalah sebuah contoh kecil dari masalah kesehatan yang diajukan oleh para peneliti sehubungan dengan penggunaan tembakau: Kanker Paru Paru: Sebesar 87 persen kematian  karena kanker paru-paru didapati pada para perokok. Penyakit Jantung: Para perikok memiliki resiko 70 persen lebih besar terjangkit penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Kanker Payudara: Wanita yang merokok 40 batang atau lebih setiap hari memiliki kemungkinan 74 persen lebih besar meninggal karena kanker payudara.Kerusakan Pendengaran: Bayi-bayi  dari ibu yang merokok lebih sulit memproses suara. Resiko Diabetes:Para penderita diabetes yang merokok atau mengunyah tembakau memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kerusakan ginjal serta proses retinopathy (kerusakan pada retina) yang berkembang lebih cepat.Kanker Usus Besar : Dua penelitian yang melibatkan lebih dari 150.000 orang memperlihatkan hubungan yang jelas antara merokok dan kenker usus besar. Asma: Embusan asap rokok dapat
memperrrrburuk asma di kalangan remaja. Kecenderungan untuk Merokok : Putri-putri daripara wanita yang merokok selama mengandung memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk merokok. Leukemia: merokok tampaknya menyebabkan leukemia myeloid. Cedera sewaktu berolahraga :Menurut sebuah penelitian Angkatan Darat  AS, para perokok memiliki kemungkinan lebih besar untuk cedera saat berolah raga Ingatan: Dosis nikotin yang tinggi bisa jadi mengurangi ketangkasan mental sewaktu seseorang sedang melaksanakan tugas yang rumit. Depresi: Para psikiater sedang menyelidiki bukti adanya hubungan antara merokok dengan depresi serta skizofrenia. Bunuh Diri: Sebuah penelitian atas para juru rawat memperlihatkan bahwa bunuh diri dua kali lebih besar kemungkinannya diantara para juru rawat yang merokok. Bahaya-bahaya lain : Kanker mulut,pangkal tenggorokan, esofagus, pankreas, lambung, usus kecil, kandung kemih, ginjal, dan leher rahim; stroke, serangan jantung,penyakit paru-paru yang kronis,
penyakit pada sistem peredaran darah, radang dinding lambung,diabetes,kemandulan,melahirkan bayi dengan berat yang kurang, osteoporosis(keropos tulang), dan infeksi telinga. Risiko Kebakaran dapat ditambahkan juga,karena merokok merupakan penyebab utama dari kebakaran rumah, hotel, dan rumah sakit

Akibat Positif Rokok.

Aspek Positif dari tingkahlaku merokok terutama berkaitan dengan masalah relaksasi dan kenikmatan sensoris. Nesbitt(Kleinke,dkk.1963)  dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa orang yang merokok merasa relaks saat merokok karena mereka mengatributkan semua gejala yang timbul saat merokok ke dalam rokoknya.

Grunberg (Supangat,1989) menerangkan bahwa nikotin yang terkandung dalam tembakau sangat cepat mempengaruhi jumlah accetyl choline neurotransmitter yang bisa menyebabkan seorang perokok merasa lebih yakin diri dan kadang-kadang pikiran terasa lebih cemerlang. Namun bila dalam jumlah banyak, nikotin justru menghentikan sama sekali produksi accetyl choline. Akibatnya, bila terlalu banyak merokok justru akan membuat perokok menjadi gelisah dan gemetaran. Menurut Glassman (Supangat,1989) peningkatan jumlah accetyl choline merangsang tubuh untuk memproduksi morfin tubuh (beta endorphins) dimana munculnya senyawa ini dalam darah dapat membangkitkan perasaan tenang dan melemaskan otot-otot atau santai..Keadaan demikian membuat perokok beranggapan bahwa rokok dapat menimbulkan perasaan relaksasi ketika menghadapi persoalan-persoalan yang rumit atau memusingkan. Dengan merokok akan memberikan pengaruh yang menentramkan ketika masuk dalam pergaulan sosial, lebih-lebih jika situasi tersebut
asing atau mencemaskan.

Bukan Perokok Namun Terkena Resiko.

Apakah anda tinggal, bekerja, atau seperjalanan dengan para perokok berat? Jika demikian ,anda mungkin memiliki resiko yang lebih besar terserang kanker paru-paru dan penyakit jantung. Sebuah penelitian pada tahun 1993 oleh EPA-Environmental Protection Agency(Lembaga Perlindungan Lingkungan) di AS menyimpulkan bahwa asap tembakau/rokok (ETS-Environmental Tobacco Smoke) yang ada dilingkungan kita   adalah karsinogen Group A, yaitu yang paling berbahaya. Laporan raksasa ini menganalisis hasil dari 30 penelitian yang menyangkut asap yang mengepul melingkar dari ujung rokok maupun asap yang diembuskan keluar.

EPA mempersalahkan asap tembakau yang ada di lingkungan atas 3000 kasus kematian karena kanker paru-paru setiap tahun di Amerika Serikat.Asosiasi Medis Amerika pada bulan Juni 1994 membenarkan kesimpulan tersebut dengan sebuah penelitian yang diterbitkannya yang memperlihatkan bahwa wanita yang tidak merokok namun terus terkena  ETS memiliki 30 persen resiko yang lebih besar untuk mengidap kanker paru-paru dibandingkan denan orang-orang yang tidak pernah merokok seumur hidup mereka.

Bagi anak-anak kecil, terus terkena  asap rokok tersebut mengakibatkan 150.000 hingga 300.000 kasus bronkitis dan radang paru-paru setiap tahun. Rokok memperburuk gejala-gejala asma dari 200.000 hingga 1.000.000 anak setiap tahun di Amerika Serikat.

Lembaga Jantung Amerika memperkirakan bahwa sebanyak 40.000 kematian setahun terjadi akibat penyakit jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh ETS.

Adiksi/Ketergantungan/Kecanduan Rokok.

Di Amerika dilaporkan dari 17 juta orang yang berupaya untuk berhenti merokok setiap tahunnya, 90 persen gagal dalam kurun waktu satu tahun. Setelah pembedahan kanker paru-paru, hampir 50 persen dari para perokok AS kembali kepada kebiasaan mereka. Dari antara para perokok yang terkena serangan jantung, 38 persen menyulut rokok lagi bahkan sebelum meninggalkan rumah sakit. 40 persen perokok yang diangkat pangkal tenggorokkannya karena kanker akan mencoba merokok lagi.

Dari jutaan perokok remaja di Amerika Serikat, tiga perempatnya mengatakan bahwa mereka telah membuat sedikitnya satu kali upaya yang serius untuk berhenti merokok namun gagal..Dilaporkan bahwa duapertiga perokok mempunyai keinginan untuk berhenti merokok ( Ogden, 1996). Dari peristiwa diatas, ternyata berhenti merokok bukanlah persoalan yang mudah.

Di laporkan bahwa Nikotin adalah salah satu zat yang paling bersifat mencandukan yang dikenal manusia, dan salah satu yang paling berbahaya. Nikotin mempercepat denyut jantung dan mempersempit pembuluh darah.Nikotin diserap ke dalam aliran darah dalam waktu 7 detik-bahkan lebih cepat daripada suntikan langsung kedalam pembuluh darah. Nikotin  menyebabkan otak menginginkan lebih banyak, suatu keinginan yang oleh beberapa pihak dikatakan dua kali lebih bersifat mencandukan dibanding dengan Heroin.Nikotin memang bersifat mencandukan, dan menghisap rokok memang  sulit untuk dihentikan. Ketergantungan  pada Nikotin lebih besar daripada kuatnya motivasi merupakan penghambat usaha untuk berhenti merokok (Jarvis,1994)

Aspek Ekonomi Rokok yang positif.

Pemerintah dalam taraf tertentu bergantung kepada Rokok. Pemerintah AS, misalnya meraup 12 miliar dolar setahun dari pajak pemerintahan pusat maupun negara bagian atas produk tembakau

Industri tembakau menyediakan lapangan pekerjaan yang baik di negara-negara yang angka penganggurannya terus meningkat. Sebagai contoh di  Argentina, satu juta pekerjaan tercipta karena industri rokok, di tambah empat juta pekerjaan lain yang secara tidak langsung berhubungan dengan industri rokok tersebut. Pendapatan pajak yang sangat besar yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan tembakau menyenangkan pemerintah.

Nilai ekonomi tembakau di Indonesia sungguh fantastis. Pada tahun 1990, 183.785 hektar tanah ditanami tembakau. Antara tahun 1990-1992 Indonesia memproduksi lebih kurang 2% dari seluruh produksi tembakau di dunia. Oleh karena  nilai ekonomi tembakau, Indonesia hanya memiliki kebijaksanaan dan peraturan anti merokok minimal. Iklan Rokok dimana-mana dapat dengan mudah dijumpai (di jalan, media massa, televisi, radio dsb). Berbagai macam kegiatan (olah raga, seni, sosial dsb) juga didukung oleh industri rokok. Larangan merokok hanya kita jumpai di kantor,fasilitas kesehatan, dan sekolah.

Aspek Ekonomi Rokok yang negatif.

Dari segi ekonomi, menurut Report of WHO Expert Committee(1963), ada tiga hal penting sehubungan dengan efek negatif dari tingkahlaku merokok. Efek ini adalah berikut ini :

a.       Penurunan produksi (loss of production) yang diakibatkan oleh menurunnya harapan hidup, meningkatnya absensi kerja karena penyakit yang didapat dari merokok, serta meningkatnya gangguan yang bersifat permanen.

b.      Meningkatnya biaya perawatan kesehatan sebagai akibat dari penyakit yang ditimbulkan dari merokok.

c.       Kebakaran dan kecelakaan yang bisa timbul dari tingkahlaku merokok yang dilakukan secara tidak hati-hati sehingga berakibat jatuhnya korban jiwa dan sumberdaya alam.

Kajian Praktis Filsafat Ilmu tentang Merokok.

Setelah membaca  Apa Rokok itu?, Siapa yang merokok?, Mengapa merokok? Akibat positif & negatif merokok, Bukan perokok namun terkena resiko, Kecanduan Rokok, Aspek Ekonomi negatif dan posif, penulis berharap: pembaca memperoleh pengetahuan tentang  Problematika Merokok yang telah diuraikan didepan. Pengetahuan adalah sesuatu yang tergambar didalam pikiran kita.

Dari sudut pandang Filsafat ilmu (ontologi,epistemologi), pertanyaan : “Apa  problematika Merokok yang sebenarnya ?” dan “Darimana terjadinya problematika Merokok” tersebut  sudah terjawab dengan pengetahuan yang telah ditulis dan diterangkan dengan metode penulisan berdasarkan bukti-bukti yang sahih dari berbagai observasi dan penelitian para ahli..

Landasan Ontologis  “Problematika Merokok” adalah titik tolak penelaahan masalah tersebut didasarkan atas sikap dan pendirian penulis, dimana merupakan cara pandang terhadap suatu realitas yang ada.

Meskipun banyak pengetahuan tentang bahaya merokok dan akibat negatif merokok  bagi perokok maupun bagi lingkungan sekitarnya yang ditimbulkan, namun tingkahlaku merokok ini  tetap saja dilakukan. Hal tersebut merupakan suatu realitas yg ada di masyarakat. Pengetahuan  tentang  akibat negatif rokok terhadap perokok dan lingkungannya (bukan perokok)  serta mengapa orang merokok telah ditulis dan dijelaskan secara sistematik. Hal  tesebut diatas merupakan landasan ontologis dari problematika merokok.

Landasan Epistemologi “Problematika Merokok”  adalah titik tolak penelaahan masalah didasarkan atas cara dan prosedur dalam memperoleh kebenaran. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah metode ilmiah. “Problema Merokok” mencoba di terangkan dengan metode siklus empirik, dimana penulis berusaha membahas masalah ini berdasarkan bukti-bukti yang telah teruji validitasnya. Bukti bukti yang diambil dari beberapa penelitian para ahli meliputi observasi, penerapan metode induksi, melakukan eksperimentasi(percobaan), verifikasi atau pengujian ulang tehadap hipotesis yang diajukan, sehingga melahirkan teori.

Problematika Merokok berusaha dijelaskan dari  berbagai aspek, baik itu aspek negatif dan aspek positif. Adiksi/Ketergantungan Rokok dan  Iklan rokok yang  ada di berbagai tempat dan media juga merupakan hal yang mendorong perilaku merokok yang makin lama makin meningkat. Metode pembahasan masalah  berdasarkan bukti-bukti yang valid, penelitian  para ahli, dan teori yang telah teruji merupakan metode ilmiah/landasan  epistemologi dalam menjelaskan problematika merokok.

Sedangkan Kemana tujuan dari “Problematika Merokok?”, akan dibahas lebih mendalam sebagai landasan aksiologis dari problematika merokok tersebut diatas. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai merokok tidak selalu sama dengan sikapnya terhadap merokok. Pengetahuan saja belum cukup menjadi kesiapan untuk melakukan kegiatan, seperti halnya dalam sikap. Pengetahuan tentang merokok baru bisa menjadi suatu sikap apabila pengetahuan tersebut disertai oleh kesiapan untuk bertindak sesuai dengan perasaannya terhadap merokok itu sendiri. Demikian halnya dengan pengetahuan mengenai akibat-akibat negatif dari tingkahlaku merokok tidaklah selalu sama dengan sikapnya terhadap akibat merokok. Misalnya bagi perokok berat, akibat-akibat yang bersifat positif cenderung meniadakan akibat-akibat yang bersifat negatif. Alasan bahwa merokok akan membantu belajar akan sangat berarti pada saat sikap terhadap belajar akan melibatkan sikap terhadap orang tua,guru, karir masa depan, dan lain-lain.(Sears,1985).

Karena itu, meskipun telah banyak bacaan-bacaan atau himbauan-himbauan mengenai bahaya merokok maka tingkahlaku merokok masih saja tetap dilakukan . Meskipun demikian, miskinnya pengetahuan ataupun tiadanya keyakinan terhadap akibat-akibat merokok dapat menyulitkan individu untuk membangun suatu sikap,ataupun akan memiliki sikap yang cenderung lemah.

Menentukan merokok atau tidak merokok ternyata bukan perkara yang mudah. Akan tetapi dengan pendekatan Aksiologi Keilmuan akan tampak lebih mudah, karena setiap tindakan apapun harus berlandaskan kaidah moral sehingga para ilmuwan (dokter) harus berpaling ke arah hakikat moral.

Terhadap kaidah moral, para ilmuwan (dokter) terpecah dalam 2 pendapat:

a.Ilmu harus tetap netral dan terbebas dari nilai. Karena ilmuwan (dokter) hanya bertugas menemukan dan terserah pada mereka yang akan menggunakan.

b.Netralitas ilmu terhadap nilai-nilai hanya terbatas pada penemuan sedangkan pada penggunaannya bahkan pemilihan obyek penelitian harus berlandaskan kaidah moral.

Pengetahuan ilmiah sering tidak begitu diperdebatkan, lain halnya dengan adanya pengetahuan/kaidah moral. Cukup banyak orang menganggap bahwa dalam hal moral tidak ada kebenaran yang bersifat obyektif dan universal. Penilaian dan putusan Moral adalah soal perasaan pribadi atau paling-paling produk budaya tempat orang lahir dan dibesarkan. Dalam hal moral tidak ada klaim kebenaran yang absah.

Keputusan sikap seseorang untuk menentukan merokok atau tidak merokok sangat tergantung terhadap pengetahuan ilmiah  tentang merokok dan kaidah moral dari merokok yang dimiliki setiap orang. Masing-masing orang/individu mempunyai kaidah moral yang berbeda satu dengan yang lain..

Akhirnya saya berharap, pembaca dapat berfilsafat tentang “MEROKOK” dengan asumsi-asumsi atau keyakinan-keyakinannya. Selain pengetahuan tentang merokok yang telah diuraikan dalam tulisan ini dan dengan mempertimbangkan kaidah moral yang sifatnya individual, pembaca dipersilahkan memutuskan mau merokok atau tidak merokok Yang jelas apabila pembaca telah berfilsafat tentang Merokok, saya yakin pembaca yang perokok akan lebih toleran terhadap yang bukan perokok, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian jelaslah manfaat dari ber-Filsafat yaitu akan membuat kita semakin mandiri secara intelektual, dan kita akan semakin lebih toleran terhadap perbedaan sudut pandang,  juga akan semakin membebaskan diri dari dogmatisme

Penutup

Langkah langkah dalam menjawab masalah yakni Problematika Merokok  merupakan kerangka yang pemikirannya mengacu  dalam Filsafat ilmu. Dalam penetapan masalah, “Problematika Merokok” merupakan sesuatu  yang  dibatasi  oleh jangkauan  pengalaman empiris serta kajian metafisis yang bertujuan untuk menggali hakikat realitas yang bersifat sebagaimana adanya.

Sedangkan proses penyelesaian masalah “ Problematika Merokok” secara empiris dapat dikaitkan dengan epistemologi keilmuan dimana pembahasan dipusatkan pada metode ilmiah  dengan berbagai aspek pemikiran yang mendasarinya seperti sumber pengetahuan, kriteria kebenaran, cara penarikan kesimpulan menurut logika. Demikian juga hakikat sarana berpikir ilmiah seperti bahasa, logika, matematika dan statistika juga digunakan oleh penulis dengan mengaitkan kepada proses berpikir ilmiah untuk bisa menjawab Apa problematika merokok yang sebenarnya dan darimana terjadinya problema merokok.

Akhirnya kegunaan yang diperoleh dari tulisan ini, dapat dikaitkan dengan aksiologi keilmuan: yang membahas nilai kegunaan tulisan ini, yang sekaligus membahas tentang kaidah moral. Sehingga pembaca bisa menjawab apakah akan merokok atau tidak merokok.

Pembahasan dengan kajian filsafat ilmu seperti dalam tulisan mengenai MEROKOK diatas, diharapkan memungkinkan berkembangnya pengkajian filsafat yang berorientasi kepada ilmu kedokteran dengan menekankan  kepada aspek aspek filsafat yang penting dan sekaligus menyaring yang kurang penting. Atau dengan perkataan lain, pengkajian filsafat ilmu  kedokteran benar-benar dipusatkan kepada berbagai masalah yang hidup sekitar ilmu kedokteran. Hal ini secara tersurat dikemukakan, sebab bahwa bukan tidak mungkin sebuah kuliah filsafat ilmu terlalu dititikberatkan kepada aspek filsafat yang bersifat umum dan kurang membahas kaitannya dengan kegiatan keilmuan dalam bidang kedokteran misalnya, sehingga tujuan untuk memperkuat landasan filsafat seorang dokter (ilmuwan)  kurang begitu tercapai.

Dengan demikian yang terpenting adalah : Bagaimana mamperkuat dasar-dasar keilmuan dengan memperkuat dasar-dasar filsafatnya sehingga diharapkan ilmu kedokteran dapat  berfungsi sebagai pengetahuan yang diterapkan  dalam memecahkan masalah kita sehari-hari.

Dalam rangka mencari dan menemukan sintesis dari apa yang telah kita pelajari sampai sekarang tentang pengetahuan merokok, maka pada bagian penutup ini kita akan mencoba melihat dan menempatkan kegiatan manusia mencari dan mengembangkan pengetahuan merokok dalam konteks kegiatan manusia mencari kebijaksanaan.

Kata “fisafat” berasal dari bahasa Yunani, philosophia: philein artinya cinta, mencintai, philos pecinta, sophia kebijaksanaan atau hikmat.Jadi fisafat artinya “cinta akan kebijaksanaan. Cinta artinya hasrat hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh akan kebenaran sejati. Demikian arti filsafat pada mulanya.

Filsafat dan ilmu (sains) harus dibedakan : Ilmu membatasi wilayahnya sejauh alam yang dapat dialami, dapat diindera, atau alam empiris. Filsafat mencakup pertanyaan-pertanyaan mengenai makna, kebenaran dan hubungan logis diantara ide-ide dasar (keyakinan, asumsi dan konsep)  yang tidak dapat dipecahkan dengan ilmu empiris.

Ilmu (sains)  menghadapi  soalnya  dengan pertanyaan : “Bagaimana “ dan “Apa Sebabnya?”. Filsafat meninjau dengan pertanyaan : “apa itu”,”darimana”, dan “kemana”. Jadi, Filsafat  adalah ilmu tentang hakikat.

Kalau pengetahuan kita tempatkan dalam konteks mencari kebijaksanan, maka persepektif memberi makna pada kehidupannya sebagai salah satu tujuan manusia mencari pengetahuan.Kiranya perlu digarisbawahi, guna menghindari  kecenderungan mempersempit pengertian pengetahuan sebagai identik dengan sains. Selain pengetahuan  ilmiah, tidak kalah pentingnya, pengetahuan moral dan pengetahuan religius, serta pengetahuan praktis lain dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita mau hidup secara bijaksana, pengetahuan-pengetahuan nonilmiah itu perlu diberi tempat dalam kehidupan kita.

Bijaksana adalah sifat  manusia yang muncul sebagai hasil dari usahanya untuk berpikir benar dan berkehendak baik. Berpikir benar saja ternyata belum mencukupi. Dapat saja orang berpikir bahwa memfitnah adalah tindakan yang jahat. Tetapi dapat pula ia tetap memfitnah karena meskipun diketahuinya itu jahat, namun ia tidak menghendaki untuk tidak melakukannya. Cara berpikir yang filosofis adalah berusaha untuk mewujudkan gabungan antara keduanya.

Leave a comment »

Pembahasan

Kebiasaan merokok
Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat.
Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok.

Profesi kesehatan, terutama para dokter, berperan sangat penting dalam penyuluhan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan merokok pada dokter harus segera dihentikan. They are important exemplars: they do practise what they preach.

Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.

Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.

Hans Tandra Dokter Spesialis Penyakit Dalam, tinggal di Surabaya

Sumber:
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0306/30/105012.htm

Leave a comment »

Dampak Merokok

Dampak paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM).

Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

Leave a comment »

Dampak Merokok

Penyakit (stroke)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain.

Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.

Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.

Comments (2) »

Dampak Kronis Perokok Baru Muncul Setelah 25 Tahun

Setiap tahunnya paling sedikit terdapat sekitar 200.000 kematian akibat merokok, 25.000 di antaranya adalah perokok pasif. Sebuah penelitian pun menemukan data bahwa biaya perawatan pasien rawat inap yang mengidap penyakit akibat tembakau mencapai Rp 2,9 triliun per tahun.

“Dampak kesehatan akibat merokok memang tidak segera terlihat. Diperlukan waktu 25 tahun sejak pertama kali merokok untuk menimbulkan penyakit kronis,” kata peneliti senior Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sri Moertiningsih Adioetomo di Jakarta, Kamis (21/8).

Sri Moertiningsih berbicara pada seminar Manfaat Peningkatan Cukai Tembakau di Indonesia. Di mana pada saat yang sama diluncurkan buku Ekonomi Tembakau di Indonesia.

Di negara maju, tingkat kematian akibat tembakau diproyeksikan menurun. Tapi, di negara berpendapatan menengah dan rendah, kematian akibat merokok justru akan meningkat.

Yang memprihatinkan saat ini Indonesia belum juga meratifikasi Framework on Convention Tobacco Control/FCTC dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum meratifikasi FCTC tersebut. Sementara itu, konsumsi rokok di Indonesia terus meningkat karena harga riil rokok stabil dan harganya sangat murah dibandingkan harga rokok di negara Asia Tenggara lain.

Kerugian merokok telah berulang kali dipaparkan berbagai kalangan. Antara lain merokok dapat mengurangi kinerja fungsi tubuh yang mengakibatkan produktivitas menurun. Selain itu juga menyebabkan kematian pada usia produktif. Hal itu berarti hilangnya pendapatan, tabungan dan hilangnya investasi yang telah dilakukan. Kematian dini pada orangtua menurunkan partisipasi sekolah anak-anaknya. “Orang yang berusia 40 tahun meninggal dunia, kemungkinan besar anak-anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Sri Moertiningsih.

Yang memprihatinkan lagi, pengeluaran rumah tangga untuk rokok terbilang besar yaitu 11,5 persen, sedangkan untuk membeli beras hanya 10,5 persen, untuk membeli daging, ikan, susu dan telur 11 persen, sedangkan untuk kesehatan hanya 2,3 persen dan untuk pendidikan hanya 3,2 persen. Artinya merokok lebih penting dibandingkan pendidikan anak-anak dan kesehatan keluarga.

Karena itu, strategi kebijakan mengurangi dampak buruk merokok yang di usulkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia adalah dengan meningkatkan harga dan cukai produk tembakau. Hal ini untuk mengurangi konsumsi dan sekaligus mengurangi mortalitas dan morbiditas akibat konsumsi tembakau.

“Kita bisa menaikkan penerimaan pemerintah lewat cukai tembakau sebesar Rp 29-59 triliun tergantung berapa persen kenaikan yang akan diterapkan. Sesuai UU Cukai terbaru kita bisa menaikkan cukai hingga 57 persen,” kata Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Suahasil Nazara.

Masyarakat berpendapatan rendah akan responsif terhadap kenaikan harga rokok dan akan mengurangi konsumsinya. Begitu pula bagi remaja. Peningkatan harga rokok akan baik untuk mencegah para remaja untuk mencoba merokok.

Leave a comment »

Siswa Tidak Merokok Lebih Sehat Dan Cerdas

Masa remaja adalah masa yang sangat penting dalam periode kehidupan manusia dimana remaja didefinisikan sebagai seseorang yang berusia antara 10-24 tahun. Percobaan merokok dilakukan pada masa remaja.

Di indonesia, presentase jumlah remaja yang merokok adalah:
- 9,4% berusia 10-14 tahun.
- 59,1 % remaja berusia 15-19 tahun.
- 23,8 % berusia 20-24 tahun.

Konsumsi rokok di kalangan remaja adalah awal dari hilangnya generasi di masa yang akan datang. Rokok mengakibatkan adicctive (ketergantungan) dan dapat menyebabkan resiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Rokok adalah awal penyalahgunaan NARKOBA.
Belum adanya kebijakan khusus yang mengatur kontrol rokok secara komperhensive di sekolah terutama melarang konsumsi rokok di sekolah untuk semua warga sekolah, melarang segala bentuk iklan, promosi dan pemberian sponsorship serta beasiswa oleh industri rokok pada sekolah, memberikan sanksi bagi pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan “Sekolah sebagai kawasan tanpa rokok”, melarang penjualan rokok dilingkungan sekolah.

Comments (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.