Arsip untuk November 11, 2008

10 Penemuan Teknologi yang Akan Mengubah Hidup Kita

10. Perpustakaan digital

Terkoneksi secara total bisa menjadi tidak berarti jika semua yang didapatkan oleh Wikimuers di internet adalah foto-foto panas artis Ayu Azhari, misalnya – he he he. Tetapi digitalisasi semua pekerjaan manusia yang terakumulasi sudah diproses dengan cepat sekarang ini. Semua jalur MIT sekarang sudah online dan jika anda belum pernah melakukannya, lakukan cek di Google Book Search. Akan tiba suatu masa bagi kita ketika setiap pertanyaan yang faktual akan dapat langsung dijawab dengan segera, secara online. Tetapi sayangnya, pertanyaan-pertanyaan anda di internet biasanya selalu yang gampang-gampang saja, jadi tidak sebanding dengan kecanggihannya.

9. Terapi gen atau sel utama

Beberapa penyakit pada kenyataannya diwariskan secara turun temurun – penyakit-penyakit tersebut berada di dalam gen-gen. Tetapi para ilmuwan bekerja untuk mengubah gen-gen itu dan menyiasati sel yang cacat agar mengalami pertumbuhan yang benar. Barangkali, suatu masa, kelahiran yang cacat akan bisa dianggap sebagai penyakit radang paru paru biasa, bukan suatu hal yang berat.

8.Pengembangan secara luas internet nirkabel

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access=Jaringan mendunia dengan kemampuan bertukar informasi secara cepat dan baik dengan akses gelombang mikro ), 3G (3 rd Generation), 4G (4 th Generation) dll., adalah teknologi yang mengacu pada suatu sistem internet nirkabel yang menyebar, semua menjadi terhubung secara online ke mana-mana, sepanjang waktu, dan berkesinambungan. Hal tersebut menyiratkan kemungkinan adanya hubungan atau koneksi secara penuh antara dua alat secara acak. Anda ingin memeriksa atau mematikan alarm di pintu rumah dari telepon genggam? Itu akan menjadi gampang. Lebih mudah dari pada melepaskan colokannya secara konvesional.

7. Robot yang bisa berjalan

Tantangan DARPA terbaru berupa mobil-mobil robot yang memenuhi jalan-jalan di pinggiran kota, tanda-tandanya sudah akan muncul. Mengapa harus mengendarai mobil yang anda jual untuk memenuhi pesanan pelanggan kalau Anda bisa mengirimkan mobil tersebut ? Kita mungkin akan melihat iring-iringan truk-truk ROBOT (Residents Official Board of Technology = pekerja rumah tangga hasil teknologi / bukan manusia) di jalan raya. Bisa jadi truk-truk robot tersebut akan lebih diterima digudang-gudang untuk menangani pekerjaan antar-jemput setiap harinya.

6. Sel Surya yang lebih baik dan murah

Ongkos sebuah kumpulan sel fotovolta yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik sedang mengalami masa keruntuhan. Dalam masa kurang dari sepuluh tahun, ongkos energi matahari bisa menjadi sebesar ongkos listrikdi dalam jaringan listrik, dan sel surya akan menjadi salah satu fitur standar di dalam konstruksi sebuah rumah baru. Rumah Anda akan bisa memberi tenaga untuk dirinya sendiri sekitar sepertiga waktu – dimana pada umumnya ilmu pengetahuan tidak bisa berbuat banyak pada malam hari dan di saat cuaca buruk.

5. Komputerisasi berdasarkan pada lokasi-lokasi di bumi

Daripada mengelik satu ikon di layar browser, lebih baik Anda berjalan ke luar rumah, mengarahkan ponsel Anda ke salah satu bentuk tiga dimensi (misalnya sebuah gedung pusat bisnis), klik ponsel, dan dengan seketika Anda mendapat informasi perihal apa saja mengenai tempat yang dituju oleh ponsel Anda tersebut dengan melakukan lompatan melalui beberapa situs web. Seperti juga server-server dengan alamat Internet (IP = Internet Protocol Address), maka akan ada juga server-server dengan koordinat-koordinat permukaan bumi sebagai pengganti IP Address.

4. Alat cetak desktop 3 dimensi

Daripada Anda harus ke toko untuk membeli perkakas yang dibutuhkan, lebih baik Anda men-download sebuah rancangan perkakas pilihan kita lalu mewujudkannya di dalam sebuah alat cetak desktop 3 dimensi. Langkah selanjutnya adalah anda mendisain sendiri perkakas-perkakas, memposting desain-desain tersebut, menjualnya dan seterusnya. Usaha rumah tangga dalam bidang pembuatan mainan anak-anak, peralatan dapur, dan barang kerajinan penghias rumah, yang sering dianggap remeh, sekarang akan menjadi raja!

3. Penegakkan hukum Moore

Hukum Moore, yang dinyatakan oleh salah satu pendiri Intel, Gordon Moore pada tahun 1965, menyiratkan bahwa kompleksitas sebuah mikroprosesor – peningkatan jumlah penggunaan transistor pada keping IC (Integrated Circuit) – akan meningkat dua kali lipat tiap 18 bulan sekali.

Namun sedikitnya dua puluh tahun terakhir para pakar sudah menyingkirkan rintangan hukumtersebut, dan industri chip sedang menghancurkan penghalang-penghalang itu. Perkembangan teknologi dewasa ini menjadikan Hukum Moore semakin tidak relevan. Hal ini semakin nyata setelah Intel secara resmi memulai arsitektur prosesornya dengan code Nehalem. Prosesor ini akan mulai menerapkan teknik teknologi nano dalam pembuatan prosesor, sehingga tidak membutuhkan waktu selama 18 bulan untuk melihat peningkatan kompleksitas tapi akan lebih singkat.

Saat ini para pakar tersebut tidak setuju jika Hukum Moore membuat puluhan tahun terlewati begitu saja. Namun apabila dihubungkan dengan tingkat kehandalan teknologi komputerisasi saat ini, maka tampak jelas kalau kita sudah melihat banyak hal.

2. Terapi kesehatan dengan kloning

Lupakan cerita-cerita tentang produksi kopi/salinan dari domba-domba atau manusia. Secara keseluruhan gagasan dibalik pengklonan adalah pertumbuhan organ/bagian tubuh pengganti atau jaringan di mana tubuh akan melihat tidak ada alasan untuk menolak organ / jaringan baru tersebut. Organ tubuh yang mengalami kerusakan atau diserang kanker bisa digantikan dengan organ yang baru, sehingga bagian yang baru tersebut sudah terbebas dari penyakit yang diderita sel induknya.

1. Ekonomi Hidrogen

Daripada minum dengan rakus minyak yang harus diimpor sehingga kita dikuasai oleh para penyuplai minyak, kenapa kita tidak membalikkan kembali air ke dalam hidrogen dan membakarnya (atau menggunakan pengisi sel bahan bakar). Sementara itu, satu-satunya hasil dari pembakaran hidrogen adalah …lebih banyak lagi air! Suatu sirkulasi yang menguntungkan. Namun bagaimanapun, penyimpanan hidrogen menjadi suatu isu yang tajam, karena kepadatannya yang rendah, dan hidrogen bisa jadi akan menggantikan ekonomi minyak yang sudah ada.

Komentar (1) »

Mau Impoten? Teruslah Merokok

US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disorders melaporkan bahwa disfungsi ereksi atau impotensi telah menjadi problem serius yang dialami dua dari seratus pria di AS. Ketika seorang pria beranjak tua, resiko mengalami disfungsi seksual pun makin meningkat.Penelitian terakhir mereka melibatkan 8000 pria berusia 16 hingga 59 tahun. Dari para responden didapati fakta bahwa pria yang merokok kurang dari sebungkus sehari mengalami resiko peningkatan problem ereksi sebesar 24%.

Dr. Jack Mydlo, kepala bagian urologi Temple University School of Medicine and Hospital di Philadelphia, AS menyatakan bahwa zat kimia dalam rokok seperti nikotin dan vasokontrikor lainnya dibawa ke dalam tubuh hingga dapat menutup aliran darah ke penis.

Penemuan dua lembaga tersebut memang bukan sesuatu yang baru. Meski sudah ada resiko jantung, stroke dan kanker tapi peningkatan jumlah perokok makin signifikan, terutama di negara-negara berkembang dan makin muda pula usia pecandu pemula. Jika dulu hanya orang dewasa yang terlihat merokok tetapi sekarang dengan mudahnya kita temukan anak-anak usia sekolah dasar dengan bangganya mengepulkan asap rokok dari sela bibirnya.

Hasil riset yang dipublikasikan oleh Journal Tobacco Control ini mengungkapkan makin banyak jumlah rokok yang dihisap per hari makin tinggi resiko disfungsi ereksi yang terjadi. Pria yang rata-rata mengisap 20 batang rokok sehari mengalami peningkatan resiko itu sebesar 39%.

Riset lain yang dilakukan oleh American Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa pria yang masih merokok pada usia 40an cenderung mengalami problem ereksi dibandingkan pria tua yang tidak merokok. Dr. Larry Lipshultz, kepala bagian reproduksi pria di Baylor College of Medicine di Houston Texas, AS mengatakan bahwa merokok yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit  merupakan penyebab terbesar gangguan ereksi.

Selain merokok, gaya hidup tidak sehat seperti obesitas, konsumsi alkohol dan obat-obatan, terlalu banyak santai dan kurang aktivitas fisik juga berpengaruh besar pada kesehatan seksual pria.

Selain itu diabetes, jantung, operasi kanker prostat, kandung kemih, usus besar, cedera tulang belakang, ketidak seimbangan hormone testosteron, tekanan darah tinggi dan konsumsi obat anti depresan juga bisa memicu hadirnya monster penyebab loyo organ vital ini.

So, masih berani merokok?

Rahmah Hasjim, Jakarta, Januari 2008.
Sumber: Dari berbagai sumber.

Komentar (1) »

Hubungan Seks dalam pacaran? Sudah biasa atau dipaksakan?

Gaya pacaran remaja saat ini memang sudah jauh berbeda dengan masa dulu, kalau remaja masa dulu berpacaran saja malu apalagi harus ketahuan orang lain. Sebagian remaja masa kini menganggap bahwa hubungan seks pada masa pacaran adalah hal biasa dan wajar dilakukan.

Mengenai perilaku seperti ini kita tidak bisa hanya menyalahkan remaja saja, tetapi faktor lain seperti orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh pada gaya pacaran remaja kita saat ini.

Remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar, termasuk pada informasi mengenai seksualitas, namun sebagian orang tua dan lingkungan masih menganggap tabu untuk membicarakan masalah ini. Sehingga remaja cenderung mencari informasi tanpa ada yang mengarahkan atau membimbing.

Oleh karena itu sudah saatnyalah orang tua menjadi mitra bagi kawula muda untuk saling berdiskusi mengenai berbagai hal termasuk masalah seksualitas, sehingga ada kontrol dari orang tua maupun lingkungan.

Karena aku mencintaimu

Persepsi tentang cinta yang mengarah pada keadaan saling memberi dan saling menerima menyumbang peran besar pada remaja untuk melakukan seks pra nikah. Seolah-olah, dalam mencintai seseorang harus memberikan sesuatu untuk membahagiakan orang yang dicintai (meski sesungguhnya memang begitu seharusnya). Namun, pada kenyataannya, “memberi” disini dilakukan – mungkin – karena tujuan dan sebab tertentu. Bisa jadi karena seorang perempuan tidak ingin kehilangan pasangannya. Bisa juga karena sebuah alasan yang konyol sebenarnya, memperkuat rasa cinta. Pada akhirnya seks pra nikah dilakukan dengan mengatasnamakan cinta (bagi sebagian orang). Dalam kejadian ini, sudah sulit dibedakan antara cinta dan syahwat. Entah mungkin karena pergeseran nilai budaya, atau mungkin memang akhlak manusia yang sekarang mulai membinatang.

Menurut saya, sebenarnya perilaku seksual pra nikah tidak salah jika terjadi pada remaja karena tugas perkembangan remaja itu sendiri salah satunya adalah membina hubungan heteroseksual. Perilaku seksual juga merupakan pilihan setiap individu, apakah dia mau melakukanya atau tidak dan yang menjadi permasalahan saat ini adalah apakah remaja yang memilih melakukan perilaku seksual pra nikah itu dapat melakukannya dengan bertanggung jawab dan juga sehat?

Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seksual antara lain perkembangan teknologi yang menyediakan berbagai informasi dan salah satunya mengenai seksualitas. Informasi tersebut dapat dengan mudah diakses walaupun kadang tidak tepat. Informasi yang tidak tepat tersebut bisa berupa video-video dan cerita erotis yang malah menimbulkan hasrat seksual yang tinggi sehingga remaja membutuhkan penyaluran. Penyaluran itu sendiri tidak dapat dilakukan dengan benar karena remaja belum menikah, tetapi pernikahan pada remaja juga belum bisa dilakukan karena banyak syarat untuk menikah. Sehingga jalan satu-satunya yang ditempuh adalah menyalurkan kepada pasanganya yang dalam hal ini adalah pacar atau pekerja seks komersil.

Hal lain yang menjadi faktor penyebab perilaku seksual adalah harga diri yang dimiliki seorang remaja tersebut. Harga diri mempengaruhi kontrol diri seseorang. apakah seorang remaja dapat mengontrol diri untuk berperilaku seksual atau tidak adalah tergantung harga diri yang dimilikinya. ketrampilan berkomunikasi, menyampaikan pendapat secara asertif dan menentukan keputusan juga dipengaruhi harga diri. Remaja yang mempunyai harga diri tinggi dapat mengkomunikasikan batasan-batasan hal yang boleh dilakukan atau tidak, dapat menyampaikan pendapat yang sesuai dengan prinsip yang dianut dan dapat menentukan keputusan yang sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. Sehingga pada remaja berharga diri tinggi tahapan perilaku seksual yang dilakukan bisa lebih rendah dari pada remaja berharga diri rendah dan sedang.

Banyak juga kejadian remaja berperilaku seksual karena dipaksa pasanganya (terutama perempuan) ataupun sengan alasan cinta, tetapi hal itu tidak akan terjadi jika remaja itu mempunyai harga diri tinggi karena dia bisa menentukan keputusan sendiri tentang pilihan dan pendapatnya. bisa juga perilaku seksual bertambah marak karena mencontoh perilaku seksual yang sudah ada dan menganggap wajar seperti berpegangan tangan, merangkul, memeluk dan mencium bahkan banyak remaja yang sudah melakukan hubungan seksual dan menyetujui seks bebas.

Faktor lain bisa berupa tingkat pendidikan, pola asuh orang tua, nilai religiusitas yang dianut,

Bagaimanapun itu, perilaku seksual pra nikah ini merupakan hal yang harus benar-benar disikapi secara tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan diluar nikah, PMS, aborsi dan bahkan bisa membawa ke arah kematian.

Komentar (3) »

Persediaan Obat ARV Kritis

Ketersediaan obat antiretroviral di sejumlah daerah di Tanah Air makin kritis. Jika masalah ini tidak segera diatasi, banyak orang dengan HIV/AIDS atau ODHA terancam putus berobat. Padahal, obat itu harus terus dikonsumsi para pasien yang terinfeksi HIV untuk memperkuat daya tahan. Ada dua persoalan dalam hal kelangkaan tersebut. Di sejumlah daerah ARV langka akibat keterlambatan distribusi dari Departemen Kesehatan, tetapi secara umum kelangkaan juga disebabkan terbatasnya dana pengadaan obat ARV. Data Depkes menunjukkan, jumlah ODHA pengguna ARV per April 2008 sebanyak 8.145 orang. Sejak tahun 2004, ARV dari pusat didistribusikan Depkes langsung ke rumah sakit tujuan. Di beberapa daerah, stok ARV kosong karena terlambat distribusi. Soal dana, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Tjandra Yoga Aditama pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional, Rabu (22/10) di Surabaya, menyatakan, Depkes akan merelokasi anggaran program lain untuk pengadaan obat ARV. ”Jadi, sisa anggaran program lain tahun ini dialihkan untuk membeli obat ARV. Relokasi anggaran ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan obat ARV sampai Desember mendatang,” kata Tjandra Yoga. Jumlah dana yang dialihkan sekitar Rp 10 miliar, bersumber dari APBN. Di Yogyakarta menipis Di DI Yogyakarta, persediaan ARV menipis karena pasokan dari Jakarta terlambat tiga pekan. Pihak rumah sakit membagi-bagi dalam dosis kecil agar semua pengidap kebagian. Penanggung jawab logistik obat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta, Mujiono, kemarin di Yogyakarta, mengatakan, dua jenis ARV yang saat ini langka adalah ARV lini pertama, yaitu Efavirenz dan Stavudin. Kedua jenis ARV ini digunakan oleh 40 persen pasien HIV/AIDS di RSUP dr Sardjito. Menurut Mujiono, beberapa waktu lalu stok dua jenis ARV itu pernah kosong. Kekosongan tersebut diatasi dengan meminjam persediaan ARV di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Hingga saat ini, RSUP dr Sardjito sudah meminjam 20 botol. ”Agar semua pasien dapat, saya membagi dalam paket dosis 5 hari. Biasanya, satu orang dapat dosis sebulan,” katanya. Kelangkaan itu sudah menimbulkan kepanikan di kalangan pasien dan para pengelola klinik HIV/AID sebab mereka tidak tahu cara mendapat ARV. Selama ini, kiriman pemerintah merupakan satu-satunya sumber. Menurut Mujiono, tersendatnya pasokan ARV mulai terasa sejak tiga bulan terakhir. Kiriman yang biasanya cukup untuk penggunaan tiga bulan terus berkurang. Bahkan, RSUP dr Sardjito sudah tidak memperoleh kiriman ARV selama tiga pekan terakhir. Manajer Program Komisi Penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta Lumowah Sebastianus mengatakan, sejauh ini baru RSUP dr Sardjito yang melaporkan kekosongan. Tiga rumah sakit lain yang ditunjuk menyalurkan ARV, yaitu RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RS PKU Muhammadiyah, belum memberi kabar. ”Begitu melapor, kami menganjurkan RSUP dr Sardjito mengambil Efavirenz di gudang farmasi kota Yogyakarta. Di situ memang ada cadangan untuk antisipasi keterlambatan pasokan,” katanya. Lumowah menuturkan, kelangkaan ARV tidak hanya terjadi sekali. Tahun lalu, masalah yang sama juga muncul. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memutuskan menyimpan cadangan ARV di gudang farmasi kota. Dengan adanya cadangan itu, persediaan ARV di Kota Yogyakarta relatif aman untuk kebutuhan satu bulan. Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia dalam siaran pers menilai kondisi itu menunjukkan, pemerintah gagal menyediakan akses perawatan bagi orang terinfeksi HIV. Oleh karena itu, pengelolaan penyediaan dan distribusinya harus segera dibenahi.

Komentar (1) »

Kondom Perempuan sebagai Peranan Penting Bagi Perempuan HIV Positif

Perempuan HIV positif lebih mengalami stigma dan diskriminasi. Ketika mereka telah dinyatakan positif HIV, maka hak-hak seksual dan kesehatan reproduksi diabaikan dan mereka dipaksa untuk menghentikan segala kegiatan berhubungan seksual, tetap abstinent sepanjang hidup mereka. Ketika mereka hamil dipaksa untuk melakukan aborsi dan sterilisasi sehingga tidak lagi mempunyai anak.

Tekanan-tekanan yang mereka hadapi bukan saja pada saat status HIV terbuka tapi ketika mereka menutupi status tersebut karena ketakutan terhadap reaksi yang akan muncul. Tekanan tersebut datang dari pasangan atau secara hukum untuk melakukan hubungan seksual dan menghasilkan anak yang tidak mereka inginkan karena takut akan menyebarkan virus ke anak mereka melalui persalinan atau menyusui. Bukan hanya penyangkalan terhadap hak-hak seksual dan kesehatan reproduksi tetapi juga akses terhadap terapi antiretroviral (ARV) terbatas. Perempuan HIV positif di Afrika diperbolehkan melakukan terapi ARV hanya jika telah mendapatkan suntikan Depo-Provera.

Pemakaian kondom perempuan merupakan suatu cara untuk menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran tersebut. Menurut Alice, motivasi utama dalam memakai kondom perempuan ini adalah mendapatkan kembali pemenuhan terhadap kebutuhan seksual yang menyenangkan, aman dalam artian dia dan pasangannya melakukan seks yang aman. Alice yakin bahwa dengan memakai kondom perempuan, pasangannya akan terlindung dari infeksi virus tersebut dan tidak akan hamil. Kondom perempuan juga lebih menyenangkan daripada kondom laki-laki.

Seperti segitiga kualitas kehidupan atau the quality of life, di mana setiap bagian saling terkait. Jika salah satu bagian mempunyai masalah, misal seksual maka bagian lain akan terganggu atau sebaliknya, dan kesejahteraan hidup tidak akan tercapai.

Pemakaian kondom perempuan mendapatkan tantangan yang besar dari perempuan itu sendiri disebabkan cara pemakaiannya yang dimasukkan ke dalam tubuh. Hal ini menjadi masalah karena perempuan kurang mengetahui anatomi tubuhnya sendiri, malu akan keadaan tubuhnya, cemas akan ketidaknormalan tubuhnya, malu kalau terjadi kesalahan yang menyangkut tubuhnya, kepercayaan budaya akan selaput dara dan penetrasi, dan akses untuk masuk ke vagina dipunyai oleh laki-laki. Namun hal ini dapat dihilangkan sedikit demi sedikit jika pengetahuan dan informasi mengenai hak seksual dan reproduksi, dan pemakaian kondom perempuan itu sendiri diberitahukan terus menerus.

Kesimpulan

Kondom perempuan merupakan bagian penting dalam kehidupan perempuan HIV positif karena pemakaiannya merupakan pernyataan terhadap hak untuk hidup sehat, positif, saling menghormati, kehidupan seksual yang memuaskan dan saling mengisi, dan perlindungan terhadap diri mereka sendiri dan pasangannya.

Pernyataan ’tubuhku adalah diriku’ adalah bagian penting dari kesenangan dan tantangan dalam mempromosikan kondom perempuan. Perempuan HIV positif diajak untuk mengetahui dan mengenal bagian tubuh sebagai miliknya sendiri. Bagi mereka, pemakaian kondom tidak hanya sekadar masalah pencegahan terhadap kehamilan, namun lebih besar dari hal tersebut, yaitu masalah hidup dan mati. Mereka yang belum mendapatkan terapi ARV berisiko untuk terinfeksi ISR/IMS. Kesempatan untuk hidup sangat penting bagi perempuan HIV positif, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki anak. Hidup bukan untuk diri sendiri tapi juga untuk menjaga anak mereka tetap mendapat kasih sayang dan perawatan yang maksimal.

Kondom perempuan bagi perempuan HIV positif sangat penting karena hal-hal tersebut di atas. Jika dunia memang membuat kondom tersebut buat perempuan – dalam harga yang terjangkau atau gratis, tersedia di mana saja, dalam berbagai ukuran, menarik, aman dan seksi, maka akan ada kelompok-kelompok yang aktif mempromosikan pemakaian kondom ini. Jadi, sebagai perempuan HIV positif, harapan mereka adalah ikut serta dalam kehadiran kondom perempuan ini, bukan hanya bagi seluruh perempuan di dunia yang diharapkan tetap negatif tetapi juga kepada mereka yang telah terinfeksi HIV yang juga membutuhkan dukungan.

Komentar bertahan »

Kondom Perempuan di Mata Perempuan HIV Positif

Kondom merupakan salah satu alat yang dipakai dalam pencegahan kehamilan dan menghentikan penyebaran infeksi saluran reproduksi/infeksi menular seksual (ISR/IMS), termasuk HIV dan AIDS. Pertama kali, kondom hanya dipakai dan diproduksi untuk laki-laki; namun sejak tahun 1992, kondom juga diproduksi untuk perempuan.

Seperti umumnya kondom laki-laki, kondom perempuan juga merupakan metode yang dipakai untuk mencegah kehamilan dan menghentikan penyebaran ISR/IMS, termasuk HIV dan AIDS. Namun, kondom perempuan sepenuhnya dikontrol penggunaannya oleh perempuan. Hal ini penting karena di masyarakat dengan sistem patriarkal, posisi perempuan lemah untuk meminta pasangannya menggunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual. Perempuan seringkali mengalah dan membiarkan dirinya tidak terlindungi dari penyakit-penyakit yang dapat membahayakan organ reproduksinya.

Secara umum, kondom perempuan merupakan metode yang efektif bagi perempuan untuk melindungi dirinya terhadap kehamilan tidak diinginkan dan penyakit lainnya. Namun, seberapa efektif bagi para perempuan HIV positif? Melalui tulisan yang dibuat oleh Alice Welbourn diketahui beberapa pandangan mengenai kondom perempuan di mata perempuan HIV positif.

Tulisan ini berdasarkan dari hasil informal e-mail survei di antara anggota milis the International Community of Women Living with HIV/AIDS (ICW), di mana seluruh anggota milis tersebut adalah perempuan HIV positif dari beberapa negara. Pada saat survei ini dilakukan, anggota milis tersebut berjumlah ± 100 orang. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui sikap dan pengalaman perempuan HIV positif terhadap kondom perempuan. Beberapa pertanyaan diajukan kepada mereka yang menggunakan kondom perempuan secara rutin selama satu tahun atau lebih. Pertanyaan tersebut adalah:

· Apa yang mereka dan pasangan mereka pikirkan ketika menggunakan kondom perempuan?

· Mengapa mereka menggunakan kondom perempuan dibandingkan dengan kondom laki-laki?

· Bagaimana mereka mendapatkannya? Apakah mudah? Apakah mahal atau murah?

· Apakah ada perempuan HIV positif lain yang menggunakannya?

· Alasan pertama kali mereka menggunakannya.

Respon yang didapat berasal dari 18 orang perempuan HIV positif dari negara Asia Pasifik, Afrika, Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara.

Temuan

· Harga kondom perempuan lebih mahal dibandingkan dengan kondom laki-laki. Di beberapa negara, kondom laki-laki bahkan diberikan secara gratis, namun kondom perempuan sangat sulit dicari dan kalaupun ada sangat mahal.

· Ketersediaan kondom perempuan sangat sulit dan terbatas. Mungkin karena promosi dan marketing yang kurang. Di Australia, ada apotek yang tidak mengetahui mengenai kondom perempuan.

· Ukuran. Di negara Asia terutama, anggota ICW mengatakan bahwa ukuran kondom perempuan tidak eksklusif atau terlalu besar sehingga mereka menginginkan yang lebih kecil. Namun, di negara lain, ukuran tidak menjadi faktor penghambat popularitas dari kondom perempuan tersebut.

· Suara yang berisik. Pemakaian kondom perempuan menimbulkan suara yang berisik, seperti ’kantong kresek’. Bagi perempuan HIV positif, suara ini mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual, namun di beberapa negara, laki-laki menganggap suara ini malah meningkatkan gairah seksual mereka. Alasan satu-satunya adalah ketika kondom perempuan sudah menyesuaikan dengan suhu tubuh, maka tidak akan ada lagi bunyi yang berisik.

· Penampilan dan rasa. Penampilan merupakan halangan terbesar bagi para perempuan HIV positif. Karena ketika mereka melihat penampilan dari kondom perempuan tersebut, keinginan untuk memakainya tiba-tiba hilang. Kondom perempuan hanya mempunyai satu jenis penampilan dan rasa dibandingkan dengan kondom laki-laki yang banyak variasi jenis dan rasa. Hal ini menjadi penting karena pada saat ini, seks oral merupakan hal yang normal dilakukan dalam kehidupan seksual mereka, dan risiko terbesar penyebaran ISR/IMS, termasuk HIV didapat dari seks oral. Sedangkan pada saat mereka melakukan seks oral, kondom tidak pernah dipakai.

· Lubrikasi dan masalah-masalah fisik lainnya. Sebagaimana halnya kondom laki-laki, kondom perempuan juga telah terlubrikasi. Namun, beberapa perempuan HIV positif mengatakan lubrikasi tersebut masih kurang dan diharapkan di dalam kemasan kondom perempuan juga diselipkan lubrikasinya. Ketakutan dan kekhawatiran masih sering mereka rasakan ketika menggunakan kondom perempuan ini, karena merasa tidak bebas berganti-ganti posisi, kondom robek, terlepas, atau bahkan hilang – masuk ke dalam. Ketakutan dan kekhawatiran ini bisa hilang jika adanya informasi yang jelas pada kemasan kondom perempuan tersebut dan pendidik sebaya terus-menerus menginformasikannya.

· Kemampuan negoisasi dengan pasangan. Para perempuan HIV positif mengatakan bahwa pemakaian kondom perempuan adalah hasil kesepakatan dengan pasangan. Namun di negara Afrika, hal ini sulit terjadi karena alasan budaya dan tradisi, laki-laki yang mengambil keputusan dan jika perempuan melanggar akan dikatakan ’pelacur’.

· Pilihan antara kondom perempuan dan kondom laki-laki. Perempuan HIV positif lebih nyaman dan percaya diri dalam melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom perempuan dibandingkan ketika menggunakan kondom laki-laki atau tanpa pengaman. Hal ini merupakan bentuk pemberdayaan bagi perempuan, dan bukan melulu sebagai alat pemuas laki-laki atau dieksploitasi.

·

Pengalaman positif yang didapat adalah berasal dari perempuan HIV positif yang telah beberapa tahun menggunakan kondom perempuan. Mereka mengatakan hal-hal yang baik tentang kondom perempuan, seperti lebih percaya diri, banyak sensasi yang didapat. Yang terpenting adalah pasangan merasa terlindungi.

Komentar bertahan »

Kondom Untuk Remaja Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi terbesar keempat di dunia. Proporsi remaja atau mereka yang berusia kurang dari 15 tahun ada sekitar 70 juta jiwa. Seperti layaknya generasi muda di negara berkembang lain, remaja Indonesia mempunyai kecenderungan melawan adat, nilai budaya dan nasehat orang tua.

Setelah mengadakan riset mengenai perilaku remaja selama 10 tahun dan studi seks pra nikah di 4 kota besar (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung) pada tahun 2004, DKT Indonesia dan Synovate menemukan fakta bahwa dari 474 orang responden (usia 15-24 tahun), terdapat 51% yang aktif seksual. Bahkan, rata-rata usia mereka yang memulai hubungan seks pertama kali masih sangat muda, yakni 16-18 tahun. Bagi mereka yang aktif seksual, pencegahan kehamilan dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, pil atau sistem kalender.

Sekitar 80% responden mengaku telah mempunyai informasi yang cukup mengenai kesehatan reproduksi, yang mereka dapatkan dari teman ataupun film porno. Sangat disayangkan, karena mereka tidak mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi yang benar, termasuk upaya pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja tentang seks yang aman dan meningkatkan akses ketersediaan kondom, DKT Indonesia meluncurkan FIESTA kondom, yang belakangan ini familiar dan populer didengar. Didukung riset terpadu, pemasaran ‘kondom untuk remaja’ menggunakan media yang ramah remaja, sesuai dengan gayanya yang dinamis.

Mengusung konsep safety can be fun, FIESTA sendiri mempunyai berbagai jenis varian rasa dan bentuk, seperti strawberry, mint, pisang, baggy, ultra safe, vibrant dan yang terakhir dipopulerkan; durian! Nama dan produk Fiesta sendiri dibuat seolah-olah impor, karena pada umumnya remaja Indonesia menyukai produk-produk impor. Begitulah, wajah FIESTA hadir untuk mendukung konsep yang diusungnya. Harganya pun murah meriah, kurang dari Rp.10.000,-

Dengan menggandeng perusahaan riset terkemuka, AC Nielsen, DKT mencoba menerapkan strategi pemasaran yang sesuai untuk kaum muda. FIESTA kondom dapat dengan mudah dijumpai di mini market-mini market 24 jam. Tidak hanya sampai di situ, mini market Circle-K diajak bekerja sama untuk memasang brosur dan poster kampanye seks aman, kasir Circle-K juga dilatih untuk memberikan informasi yang berkenaan dengan kegunaan kondom. Tentu kita semua ketahui, selain untuk mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi melindungi penularan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Negosiasi juga dilakukan dengan pemilik klub, café dan bar dengan memberikan insentif apabila klien mereka menggunakan kondom. Selain itu, tidak kurang dari 20 stasiun radio pun digandeng dalam program kesehatan seks. Promosi off air lain seperti MTV stayin alive dan ilustrasi diskriminasi ODHA serta cara mencegah HIV/AIDS, menjadi jargon-jargon yang cukup kuat dalam benak remaja.

Teknologi telekomunikasi yang kian maju juga tidak dilewatkan untuk berbagi informasi, mereka yang mengirimkan sms ke nomor tertentu akan mendapatkan paket seks aman yang berisi informasi kesehatan reproduksi, seperti pencegahan kehamilan dan IMS serta HIV/AIDS”. Dalam paketnya, disertakan juga pesan-pesan seperti “alihkan energimu untuk olahraga ketimbang seks” dsb. Uniknya, mereka tidak menyertakan kondom di dalam paket, hal itu ditujukan untuk melindungi dari penyalahgunaan anak-anak di bawah umur.

Setelah 3 tahun, AC Nielsen kembali mengaudit pertumbuhan pasar, di mana hasilnya FIESTA memimpin pasar kondom dengan 22%. Sebagai komitmen, mereka berharap dapat mengeksplorasi strategi-strategi baru untuk meningkatkan akses informasi kesehatan reproduksi remaja. Tentu saja, bila remaja mempunyai informasi yang benar dan tepat mengenai kesehatan reproduksinya, termasuk upaya pencegahan perilaku berisiko, kita patut berharap mereka dapat bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang mereka pilih sendiri.

Komentar bertahan »

Depresi Saat Hamil Tingkatkan Risiko Kelahiran Pra-Dini

Perempuan yang mengalami depresi selama awal kehamilan lebih mungkin untuk menghadapi kelahiran sebelum masanya, demikian hasil suatu studi baru di AS.

Beberapa ilmuwan mewawancarai 791 perempuan yang berada pada bulan ke-10 kehamilan mereka di kabupaten dan kota San Francisco dan mendapati bahwa 41 persen melaporkan gejala depresi “berarti”, sementara 22 persen melaporkan gejala depresi “parah”.

Perempuan dengan gejala depresi parah menghadapi resiko melahirkan pra-dini hampir dua kali lebih besar, yang ditetapkan sebagai masa kehamilan kurang dari 37 pekan.

Mereka yang memiliki gejala berarti memiliki resiko melahirkan dini 60 persen, kata studi tersebut –yang dilakukan oleh para ilmuwan di divisi penelitian Kaiser Permanente di Oakland, California.

Menemukan kemungkinan penyebab kelahiran sebelum waktunya, yang tak banyak diketahui, membuat temuan itu jadi penting, kata penulis utama studi tersebut Dr. De-Kun Li, ahli epidemiologi perinatal dan peneliti senior di divisi itu.

Banyak ilmuwan telah mengkaji penyebab tingginya angka kematian bayi di Amerika Serikat, kata Li, tapi, “kami tidak mengetahui apa yang terjadi. Jika kami dapat menemukan sesuatu senyata depresi yang dapat diobati selama kehamilan, itu amat, sangat berarti.”

Temuan tersebut telah disiarkan di dalam jurnal Oxford University Press, Human Reproduction, terbitan Oktober.

Li berharap temuan dalam studi itu akan membuat “depresi antenatal” yang diakui banyak kalangan sebagaimana depreasi postpartum. Setakat ini, depresi selama kehamilan telah “diremehkan dan kurang dirawat”, katanya, “bukan hanya oleh perempuan, tapi juga oleh dokter mereka”.

Satu alasan bagi kurangnya perhatian ialah tak ada bukti kuat mengenai hubungan antara depresi pada perempuan hamil dan bahayanya bagi janin, kata Li.

Studi tersebut juga mendapati bahwa perempuan yang lebih mungkin melaporkan gejala depresi cenderung berusia di bawah 25 tahun, tak menikah, kurang terpelajar, miskin, berkulit hitam dan memiliki sejarah kelahiran pra-dini.

Komentar (1) »

Kenikmatan atau Sengsara

Kenikmatan dan Pencegahan: Ketika Seks yang Baik Adalah Seks yang Aman

Kenikmatan seksual adalah kenyamanan secara fisik maupun psikologis dan hal yang menyenangkan dari interaksi yang erotis. Secara lebih luas definisi dari kenikmatan seksual adalah keanekaragaman pengalaman individu tentang kenikmatan, yang dipengaruhi oleh diri sendiri, sosiobudaya, keuangan, agama dan politik. Sebuah penelitian menyatakan bahwa pada sebagian besar penjaja seks, mereka tidak berpikir mengenai penyakit yang mungkin akan mereka derita, melainkan hanya berpikir bagaimana menciptakan seks yang menyenangkan bagi diri mereka sendiri.

The Global Mapping of Pleasure adalah sebuah proyek yang memberikan pelatihan untuk menggali metode pencegahan HIV dan bagaimana menciptakan seks yang aman dan menyenangkan. Pelatihan yang bekerjasama dengan CARE Kamboja ini bernama “Sex, Safer Sex and Pleasure Training.” Sasaran utama dari proyek ini adalah anak-anak muda, pasangan yang sudah menikah, penjaja seks dan gay. Pelatihan ini juga mengajarkan mengenai bagaimana memulai percakapan tentang kenikmatan seksual, bagaimana mencapai erotisme saat menggunakan kondom laki-laki dan perempuan dan bagaimana menciptakan kondom yang inovatif dan bagaimana mempromosikan seks yang aman di Kamboja.

Kondom perempuan memiliki dua lubang, lubang pertama dimasukkan ke dalam vagina untuk mempertahankan posisi saat berhubungan seks dan lubang yang lain berada di luar vagina untuk memasukkan penis pasangannya. Kondom perempuan terbuat dari bahan polyurethane yang lebih dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh, lebih kuat, lebih lembut daripada kondom laki-laki yang terbuat dari bahan lateks. Kondom ini dapat mencegah kehamilan dan menghindari infeksi menular seksual, seperti HIV.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan kenikmatan seksual saat menggunakan kondom perempuan, di antaranya perempuan di Senegal menggunakan manik-manik ’bine-bine’ di pinggulnya untuk menciptakan suara saat berhubungan seks. Menggosok klitoris dengan jari atau penis pasangannya pada lubang yang berada di dalam vagina juga dapat menciptakan kenikmatan seksual dan mencapai puncak kepuasan seksual. Banyak laki-laki yang berpendapat bahwa ia mendapatkan kenikmatan ketika penisnya menyentuh bagian dalam kondom perempuan. Laki-laki di Zimbabwe merasakan kenikmatan yang sangat indah ketika lubang di bagian dalam kondom perempuan menyentuh penis dan digosok-gosokkan pada penis mereka. Di Zambia dan Ghana para laki-laki sangat antusias saat mereka mencoba memasukkan sendiri penisnya ke dalam kondom perempuan sehingga tidak sedikit dari mereka yang membeli kondom perempuan hanya untuk mencapai masturbasi. Para penjaja seks di Srilanka meminta uang tambahan kepada pelanggannya ketika ia diminta untuk menggunakan kondom perempuan, menurut mereka ini sebagai aksesoris yang erotis. Penjaja seks di Mongolia melakukan kampanye mengenai pencegahan HIV dengan mempromosikan kondom perempuan. Marie Stopes International meluncurkan kondom perempuan bernama ’Lady Trust’. Paket kondom tersebut berisi informasi mengenai bagaimana mencapai kenikmatan seksual, dihubungkan dengan kenikmatan laki-laki dan perempuan.

Untuk mencapai erotis pada penggunaan kondom laki-laki dapat dilakukan dengan pemberian pelumas. Pelumas selain dapat mencegah kekeringan saat berhubungan seks juga dapat meningkatkan keamanan. Banyak laki-laki yang berpendapat bahwa ia mendapatkan kenikmatan ketika penisnya menyentuh kondom perempuan di bagian dalam, selama yang memasukkan penis tersebut adalah pasangannya.

Organisasi Federasi AIDS di Australia mempunyai program ‘Sex in Queer Places’ yang merupakan video interaktif dengan membiarkan penonton membuat atau memilih sendiri setting aktivitas seksualnya, dilengkapi pula dengan pilihan kotak suara yang berisi promosi kesehatan dan pengurangan dampak buruk dari drugs serta brosur elektronik yang memberikan informasi mengenai seks untuk penderita HIV positif. Beberapa Tips untuk Pendidik Kesehatan Seksual, antara lain:

  1. Harus memiliki sikap yang realistik mengapa orang membutuhkan seks. Dibutuhkan kejujuran untuk membantu mereka menciptakan seks yang lebih baik dan seks yang aman.
  2. Dapatkan tips atau saran dari sasaran/target yang akan diberikan konseling/penyuluhan. Komunitas transeksual di Hijra memasukan kondom perempuan sebelum melakukan hubungan seks dan menjelaskan kepada pasangannya bahwa dengan menggunakan kondom memberikan bukti keperempuanannya.
  3. Ciptakan suasana yang nyaman dalam membicarakan masalah seksualitas. Pada sebuah workshop di Namibia, manager tingkat atas hingga petugas kebersihan mendapatkan materi mengenai seksualitas melalui percakapan yang ringan dan santai.
  4. Kurangi pesan dan rasa malu serta takut dalam mempromosikan seks dan kenikmatan seksual.

’Vida Positiva’ (Mozambik), mempromosikan mengenai seks yang aman pada setiap pasangan. Pendeta Katolik dan biarawati di daerah setempat memberikan informasi dan menganjurkan kepada pasangan yang sudah menikah tentang hal-hal yang disukai atau tidak disukai mengenai seks. Organisasi Gay yang peduli AIDS di Ukraina melakukan kampanye dengan menggelar poster-poster yang berisi tips melakukan hubungan seks, tips masalah kesehatan dan hubungan yang menyenangkan.

  1. Yayasan Internasinal NAZ (Asia Selatan), membagikan pamflet mengenai kenikmatan seksual guna mengurangi rasa malu dalam menyampaikan pesan mengenai seks yang aman.

Kondom dan Minyak Pelumas yang Inovatif di Kamboja

Pemerintah di Kamboja memberikan 100% kebijakan penggunaan kondom di tempat-tempat komersil (sepert; rumah bordil/tempat pelacuran) dan 97% menggunakan kondom pada semua tempat pelacuran di Kamboja. Population Service International (PSI) Kamboja dan Kondom ’Number One’ membuat inovasi, yakni ’Number One Plus’ (satu paket terdiri dari 2 sachet minyak pelumas @ 6 cc dan 4 buah kondom ’Number One’). Pesan yang disampaikan pada kampanye adalah seks yang aman dan pencegahan HIV. Harga dari penjualan kondom ’Number One Plus’ digunakan untuk membiayai survei/ riset. Kondom tersebut didistribusikan ke apotek, supermarket, mini market, tempat karaoke, bar dan jaringan pendidikan dalam suatu kelompok. Pertimbangan penjualan ke depan nantinya akan memiliki sebuah stan khusus (tersendiri) yang menjual minyak pelumas bila menggunakan lebih dari setengah minyak pelumas pada setiap penggunaan sebuah kondom.

Komentar bertahan »

TELAT M

SULIT PUNYA ANAK

Kasus yang perlu diwaspadai adalah gadis remaja yang belum juga mendapat haid. Terlebih jika usianya sudah mencapai 17 tahun. Jika ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemerikasaan. Sebab, bisa saja ada kemungkinan selaput darahnya tertutup rapat. Normalnya, selaput darah itu mempunyai lubang-lubang. Kalau tertutup rapat, dia mungkin bisa haid, tapi haidnya tidak bisa keluar. Nah, yang ini memang betul darahnya bisa mengumpul di dalam.

Untuk yang sudah menikah, keterlambatan haid dapat disebabkan oleh kemungkinan baru selesai melahirkan atau menyusui. Ada pula kemungkinan karena terserang infeksi, termasuk penyakit infeksi akibat hubungan seks. Bagi yang berusia di atas 35 tahun, juga mesti waspada terhadap adanya tumor indung telur.

Ada juga wanita yang mengalami perdarahan di antara dua masa haid. Kalau ini terjadi pun harus segera diperiksakan. Perdarahan yang terjadi dengan siklus kurang dari 21 hari jelas tak normal, terutama bagi yang sudah tidak gadis lagi. Kalu mereka yang masih di bawah umur 20 tahun, mungkin hanya karena gangguan hormon.

Benarkah haid yang tidak teratur menyulitkan punya anak? Pandangan ini tidak selalu tepat. Sering terjadi, pasien wanita ingin punya anak tapi menstruasinya tidak teratur. Lalu dia datang ke dokter minta agar menstruasinya bisa dibuat teratur sehingga bisa punya anak. Ini tidak selalu bisa. Sulit punya anak tidak selalu berkorelasi dengan siklus haid.

Sebagian kasus menstruasi yang tidak teratur bisa diatasi dengan menjalani pola hidup yang teratur pula. Bagi yang mengalami ketidakteraturan secara mendadak, sebaiknya jangan stress, tidak merokok, apalagi minu-minuman beralkohol. Makan, bekerja, dan tidur hendaknya teratur. Seringkali orang lupa istirahat. Maunya kerja saja terus dengan mengabaikan tubuh yang sudah lelah.

Akan tetapi, ada pula yang mengalami ketidakteraturan menstruasi sejak awal. Mereka yang mengalami hal seperti inilah yang perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Misalnya haidnya yang datang hanya 4 bulan sekali. Saran lain adalah jangan minum obat sembarangan. Juga, biasakan secara teratur datang ke dokter kandungan.

Komentar bertahan »