Arsip untuk Agustus, 2008

Cara Mudah Berhenti Merokok

Kecanduan rokok menjadi masalah serius yang dihadapi dunia. Terobosan terapi farmakologi terbaru menghentikan kebiasaan merokok dalam tiga bulan.
Tiada hari tanpa rokok. Kalimat itu cocok bagi para pencandu rokok (adiksi nikotin). Beberapa jam t ida k mengisap rokok, pencandu biasanya akan merasa gelisah. Mulut terasa t ida k enak hingga bingung hendak melakukan sesuatu.
Di Indonesia, terdapat sekitar 63 juta perokok yang sulit menghindari kecanduan. Walaupun mereka menyadari rokok berdampak negatif bagi kesehatan fisik, mental hingga ekonomi.
Data WHO tahun 2008 mencatat, sebanyak 5,4 juta orang meninggal akibat rokok di seluruh dunia. Untuk kawasan Asia Tenggara, sebanyak 124 juta orang dewasa yang merokok. Sekitar 46% berada di Indonesia .
Berawal dari keprihatinan tersebut, PT Pfizer Indonesia bersama Yayasan Jantung Indonesia dan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) mengembangkan terapi yang bertujuan untuk membuat orang-orang berhenti merokok.
Dinamakan dengan terapi farmakologi. “Sudah sejak dulu orang mencari obat yang cocok agar seseorang bisa berhenti merokok. Namun, baru ditemukan kalau terapi farmakologi bisa membuat orang berhenti merokok dalam tiga bulan,” kata dokter spesialisasi penyakit jantung dan pembuluh darah serta konsultan dari RS Harapan Kita, dr Aulia Sani SpJP(K).
Dia menuturkan, seseorang sulit berhenti merokok karena nikotin di dalam rokok menyebabkan adiksi. Nikotin 5 hingga 10 kali lebih kuat menimbulkan efek psikoaktif pada manusia daripada kokain dan morfin. “Terapi farmakologi caranya cukup mudah. Pasien kami terapi dengan obat yang bernama Varenicline,” sebut dokter yang juga Dewan Pembina Yayasan Jantung Indonesia dan Anggota Komnas PMM itu.
Terapi tersebut terdiri atas beberapa tahap. Aulia menjelaskan, untuk tahap awal, pasien diberikan dosis awal Varenicline sebanyak 0,5 mg selama beberapa hari. Setelah itu dilanjutkan dengan 1 mg Varenicline hingga dosis tetap Varenicline yang harus diminum dua kali per hari.
Setelah melakukan terapi farmakologi dengan menggunakan Varenicline, dia mengaku rata-rata pasien bisa berhenti merokok dalam waktu tiga bulan. Tanpa mengalami gangguan seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, hingga selera makan menurun.
Varian obat Varenicline merupakan terobosan baru yang disebut sebagai nicotinic acetylcholine receptor partial agonist. “Selain dibantu dengan terapi, yang paling penting agar dapat berhenti merokok, setiap orang harus memiliki niat. Kalau niat sudah kuat, 150% akan sukses berhenti merokok,” katanya.
Pengurus Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok( LM3), dr Widjajantimemaparkan, Varenicline adalah obat nonnikotin pertama yang secara khusus diciptakan untuk berhenti merokok.
“Obat ini bekerja pada reseptor di mana nikotin bekerja sehingga dapat mengurangi gejala kecanduan,” katanya.
Di samping itu Varenicline memiliki cara kerja yang unik dengan menghalangi (antagonist effect) nikotin yang menempel pada otak. Bukan sebagai terapi pengganti nikotin, yang sudah ada sebelumnya. Varenicline juga mampu mengurangi rasa nikmat yang ditimbulkan dari rokok jika seorang pasien merokok kembali.
Hal tersebut dibuktikan dengan sebuah studi yang melibatkan 1.210 perokok. Setelah 12 pekan pertama diberi terapi farmakologi dengan Varenicline, pencandu rokok berhasil berhenti merokok. Kemudian, terapi diteruskan selama 12 pekan. Hasilnya menunjukkan perpanjangan terapi meningkatkan keberhasilan pasien untuk berhenti merokok.

Komentar (2) »

Serba Serbi Rokok

1. Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di Inggris akibat rokok. 2. Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari setengah yang pertama. 3. Pemerintah Italia pada tahun 1962 melalui UU. No. 65 melarang melakukan iklan rokok dan berbagai hal yang berkaitan dengannya. 4. Sebagian dokter berkata, dalil-dalil sangat kuat sehingga sampai pada tingkat tidak ada jalan lain menurut perasaan kita sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita harus memperingatkan masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka. Karena itu mereka harus berhenti merokok! 5. Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Masuti sangat keras dalam hal rokok, sehingga buku-buku yang ditulisnya banyak membahas tentang haramnya rokok, di antaranya: “Pemahaman dan Penjelasan tentang Bahaya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok” “Mutiara-mutiara Pilihan dalam Penjelasan Tentang Haramnya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok.” “Penjelasan dan Keterangan Tentang Haramnya Merokok.” Dan dikatakan bahwa rokok dikenal di dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya sekitar tahun 1012 H. Perlakuan Terhadap Perokok Tempo Dulu Syaikh Abdullah bin Muhammad rahimahullah berkata: “Adapun orang yang mengisap rokok, jika ia mengisapnya setelah mengetahui hukumnya haram, maka ia dicambuk 80 kali dengan cambukan ringan yang tidak membahayakannya. Dan jika dia mengisapnya karena kebodohannya maka tidak ada sangsi atasnya dan ia diperintahkan bertobat dan beristighfar. Dan jika ada orang mengatakan, rokok itu tidak haram, juga tidak halal, maka dia adalah orang bodoh yang tidak mengerti apa yang dikatakannya. Beliau juga mengatakan, ‘Orang yang menanam tembakau harus dihukum, juga orang yang menyimpannya di dalam rumah atau mengisapnya, dia harus dihukum.’ Fatwa-fatwa Ditanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, ‘Apa hukum mengisap rokok berikut dalil nya dari Al-Qur’an dan Al-Hadits?’ Jawab: Rokok adalah haram. Dalilnya adalah firman Allah: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.” (An-Nisa: 29) “Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195) “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.” (An-Nisa: 5) Lalu Allah dalam banyak ayatNya melarang kita berlaku boros. Dan, tak diragukan lagi membeli rokok adalah pemborosan dan sekaligus perusakan kesehatan, sehingga termasuk hal yang dilarang. Dalam Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang membuang-buang harta. Dan tentu membelanjakan uang untuk rokok adalah membuang uang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya.” Dan semua tahu, merokok sangat membahayakan. Di samping itu, jika telah kecanduan rokok, seseorang akan sakit dan sesak dadanya jika tak mendapatkannya. Padahal itu sama dengan memaksakan untuk dirinya sesuatu yang tidak ia perlukan. Akhir yang Memilukan Ia seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama bertahun-tahun. Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit mendadak, yakni lemah jantung. Selama berhari-hari ia dirawat di ruang gawat darurat dengan berbagai peralatan kedokteran yang canggih. Dokter yang menangani pasien tersebut menyarankan kepada para perawat agar pasiennya itu dijauhkan dari rokok, karena rokok itulah penyebab utama sakitnya, bahkan dokter memerintahkan agar setiap yang besuk diperiksa agar tidak secara sembunyi-sembunyi memberi kan rokok kepadanya. Selang beberapa lama kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan kegiatan-kegiatannya. Namun satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat dokter agar berhenti merokok. Suatu hari, pemuda tersebut hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya. Mereka akhirnya menemukan pemuda tersebut tergeletak tewas di sebuah kamar mandi dengan memegang rokok. Kita berlindung kepada Allah dari kesudahan yang demikian.

Komentar (2) »

Fakta dari Merokok

1. Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
2. WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
3. 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
4. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
5. 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
6. Prosentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25 % lebih bagi perokok.

Komentar bertahan »

Cara Mengatasi Kecanduan dari Merokok

1. Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap individu masyarakat.
2. Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan lainnya.
3. Melarang para guru merokok di depan murid-murid nya terutama yang masih berusia belia.
4. Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya merokok.
5. Membebankan pajak yang tinggi terhadap berbagai jenis rokok.
6. Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya.
7. Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang haramnya rokok.
8. Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan para dokter tentang bahaya rokok.
9. Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.
10. Nasihat secara pribadi kepada perokok.

Komentar bertahan »

Upaya Mengurangi dan Menghilangkan Kebiasaan Merokok

1. Setelah engkau ketahui bahaya-bahaya rokok, mulailah berfikir untuk meninggalkannya dan kuatkan keya kinanmu untuk itu dengan bertawakkal penuh kepada Allah.
2. Buatlah evaluasi harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap dirimu, teman-temanmu, anak-anakmu, tetangga-tetanggamu dan lainnya.
3. Jauhkanlah dirimu semampu mungkin dari merokok dan asap rokok. Usahakan untuk selalu berada pada udara yang bersih dan sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat.
4. Jika engkau telah mengetahui bahaya rokok dan engkau yakini haramnya, maka hendaknya engkau membenci dan meninggalkannya karena Allah, dan jauhilah dari berteman dengan para perokok.
5. Pakailah sikat gigi, siwak atau sejenisnya jika engkau diserang keinginan merokok kembali.
6. Kurangilah minum teh dan kopi, perbanyak makan buah-buahan dan makanan yang bergizi lainnya.
7. Usahakan setiap pagi setelah sarapan engkau minum juice jeruk, apel atau buah-buahan lainnya karena ia bisa mengurangi keinginan merokok.
8. Ketahuilah, barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya, dalam waktu dekat atau jauh.
9. Dan terakhir, hendaknya semua itu dilakukan dengan ikhlas, serta keinginan kuat untuk meninggalkannya yang terbit dari dalam hatimu sendiri.

Komentar (3) »

Transportasi

Pertama adalah tentang kendaraan umum di kota Washington DC, AS. Yang kedua adalah tentang Jakarta. Yang terakhir adalah perbedaan di antara situasi di kota Jakarta dan kota Washington DC.

Di kota Washington DC transportasi umum yang paling terkenal adalah kereta bawah tanah. Kereta itu bernama “Metro”. Jaringan Metro berjalan lewat Kota Washington DC dan pinggiran, termasuk bagian utara Negara bagian Virginia dan bagian selatan Negara bagian Maryland juga. Kalau naik Metro itu cepat, aman, dan bersih. Walaupun padat selama jam sibuk, ada AC dan banyak kursi. Ongkosnya kira-kira dua dollar AS dan ongkosnya sama untuk hampir semua rute. Selain kereta bawah tanah, ada pilihan lain: naik bis. Sistem bis di kota Washngton DC cukup lengkap dan enak juga. Ongkosnya lebih murah daripada ongkos Metro. Di luar sistem kendaraan umum, ada dua pilihan lain. Orang-orang bisa jalan kaki atau naik sepeda. Trotoar di kota Washington DC cukup luas dan aman untuk keduanya.

Sekarang yang akan saya bicarakan adalah kendaraan umum di kota Jakarta, Indonesia. Kebanyakan orang Jakarta naik bis untuk pergi pulang. Ada berbagai jenis bis, yaitu: mikrolet, metro mini, dan kopaja. Semua bis itu bis swasta dan harus bersaing mencari penumpang. Akibatnya, sopir bis Jakarta seperti orang gila! Mereka tidak peduli pada halte bis yang sebenarnya jadi mereka berhenti di mana saja! Hal itu sangat berbahaya untuk para penumpang dan mobil lain. ”Biar lambat, asal selamat”, menurut pendapat saya! Selain itu, bis-bis biasa tidak punya AC dan kadang-kadang ada copet di dalam bis. Ada beberapa bis swasta dengan AC, tetapi tentu saja ongkosnya lebih mahal. Bis yang paling baru adalah bis khusus bernama ”TransJakarta”. TransJakarta adalah bis yang baru muncul di jalan Jakarta. Bis TransJakarta seharusnya mengurangi kemacetan di Jakarta, tetapi hasilnya sebaliknya. Jalan Jakarta semakin macet, karena banyak jalur jalan dipakai untuk jalan bis TransJakarta.

Ada dua jenis kendaraan umum swasta yang lain. Ada bajaj juga, tetapi bajaj dilarang di pusat Jakarta. Ongkos bajaj lebih murah dibandingkan dengan bis dan kalau jarak berjalan tidak jauh, cukup berguna. Juga ada ojek, orang yang mengendarai sepeda motor dan membawa penumpang di belakang sepeda motor itu. Naik ojek pasti cara paling cepat kalau jalan macet, tetapi mungkin sedikit berbahaya. Banyak orang Jakarta sering naik ojek karena cepat.

Kesimpulannya, ada beberapa jenis kendaraan umum di kedua kota: Washington DC dan Jakarta. Sistem di Washington DC cukup bersih, aman, dan berguna. Juga ada fasilitas untuk orang cacat. Orang yang memakai kursi roda bisa masuk ke semua bis dan Metro di Washington DC. Tetapi, kalau di Jakarta, tidak ada kemungkinan untuk orang cacat melakukan hal itu. Menurut saya, pilihan yang ada di Jakarta masih kurang baik untuk penduduk setempat. Kendaraan umum yang lebih baik masih diperlukan oleh masyarakat Jakarta. Pemerintah Jakarta harus menemukan cara lain untuk membantu penduduk Jakarta dan mengurangi kemacetan.

Komentar bertahan »

Aborsi

Pertama-tama saya mau menyampaikan pendapat saya tentang masalah ini. Saya sama sekali tidak setuju aborsi karena menurut saya aborsi merupakan salah satu kasus pembunuhan. Bayi yang akan mau dilahirkan itu tidak mempunyai kesalahan. Saya mau mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini.

Pertama, perubahan pandangan seks bagi remaja. Saya sudah pernah membaca suatu karangan yang menulis tentang pandangan seks remaja di Jepang. Dewasa ini remaja melakukan seks di usia yang jauh lebih muda daripada dulu. Mereka melakukan itu hanya karena tertarik saja dan tidak mempunyai pengetahuan tentang seks dan aborsi.

Kedua, tidak hanya remaja, tetapi sebagian orang dewasa juga mempunyai masalah aborsi. Mereka tidak mempunyai kemampuan cukup untuk membesarkan anak tetapi sudah terlanjur hamil, lalu melakukan aborsi. Menurut saya itu keterlaluan. Kalau tidak bisa membesarkan anak, seharusnya mereka sadar dan menghindari resiko kehamilan. Selain itu, sebagai orang dewasa, mereka juga harus bertanggung jawab atas semua tindakannya.

Ketiga, berbeda dengan dua hal diatas adalah wanita hamil yang mau melakukan aborsi karena tidak ada pilihan lain, contohnya wanita yang diperkosa. Bagi saya masalah ini bukan karena wanitanya. Kadang-kadang saya mendengar ”Wanita yang diperkosa sengaja memancing laki-laki untuk melakukan pemerkosaan. Oleh karena itu, kasusnya terjadi.” Menurut saya ini tidak mungkin. Laki-laki yang melakukannya pastilah berakhlak buruk. Laki-laki sering cuci tangan dalam banyak kasus seperti ini: ”Kalau karena diperkosa, wanitanya hamil, apa boleh buat atau harus bagaimana lagi?” Dalam hal ini, hanya wanita saja yang dilukai dan jiwa yang di dalamnya pasti tersakiti.

Saya tidak setuju dengan aborsi tetapi untuk alasan yang ketiga di atas tadi, tidak ada pilihan lain. Namun demikian, menurut saya, walaupun tidak bisa melakukan aborsi, perempuan yang mau melahirkan anaknya — walaupun bayi itu tidak diharapkan —, setelah melahirkan pasti perempuan itu akan menyayangi bayi tersebut. Saya tahu bahwa bagi kebanyakan wanita yang diperkosa dan melahirkan bayinya, pastilah sulit membesarkan bayinya. Ada kemungkinan juga masih ada rasa benci yang bisa memacu kekerasan terhadap anak.

Kesimpulannya, kecuali masalah yang ketiga, saya sama sekali tidak setuju dengan aborsi. Kita harus bertanggung jawab atas resiko-resiko yang terjadi yang disebabkan tindakan kita sendiri

Komentar bertahan »

Pembantu di Singapura

Sekitar 170,000 migran perempuan bekerja di Singapura sebagai PRT-migran, pekerja rumah tangga migran, atau pembantu. Sebagian besar kelompok PRT-migran ini berasal dari Indonesia, Filipina dan Sri Lanka. Secara umum, mereka bertanggung jawab membersihkan rumah, memasak, dan menjaga anak-anak atau orang tua, yang dimiliki majikannya. Di antara 4,5 juta penduduk Singapura, sekitar 1 dari 6 keluarga Singapura mempunyai PRT-migran.

Secara umum, gaji PRT-migran tergantung pengalaman dan ketrampilannya. Sebagian besar PRT-migran mendapat sekitar S$200 sampai S$350 (Rp1,36 juta sampai Rp2,38 juta) per bulan. PRT-migran yang sudah bekerja beberapa tahun di Singapura dan bisa berbahasa Inggris biasanya bisa mendapat lebih dari S$500 atau S$600 (Rp3,4 juta sampai Rp4 juta) per bulan. Banyak PRT-migran mengirim kembali gajinya ke keluarga, untuk biaya membesarkan atau menyekolahkan anaknya, menjaga orang tuanya, dan lain-lain.

Salah satu contoh adalah cerita PRT-migran lama keluarga saya, Sue, seorang perempuan dari Surabaya. Dia bercerita bahwa mantan suaminya memukul dia dan tiga anaknya, sebelum suaminya becerai dengan dia dan menikah dengan perempuan lain. Sesudah perceraian itu, Sue pulang ke rumah orang tua, dan memutuskan ke Singapura supaya mendapat uang untuk mendukung keluarganya. Dia bekerja dengan keluarga saya selama 6 tahun, tapi akhirnya pulang karena ayahnya meninggal. Ketika dia pulang, dia dan keluarganya sudah menyimpan cukup uang untuk memulai bisnis kecil di Surabaya.

Tentu saja, tidak semua PRT-migran di Singapura mempunyai pengalaman baik. Setiap tahun Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Singapura menerima banyak laporan keluhan dari PRT-migran yang diperlakukan dengan tidak baik oleh majikan. Kasus pemerkosaan lebih jarang. Lebih sering, keluhan para PRT-migran tentang majikan yang menolak memberikan gajinya, mengurung PRT-migrannya di rumah, atau melakukan kekerasan emosional dan fisik. PRT-migran juga mengeluh tentang agen tenaga kerja yang meminta bayaran berlebihan, salah memberikan informasi atau mengancam mereka secara lisan.

Misalnya, keluarga saya sekarang memperkerjakan seorang PRT-migran Filipina bernama Shirley. Pada tahun 2003, Shirley, 22 tahun, diminta oleh keluarganya ke Singapura bekerja sebagai PRT. Waktu itu, kakak perempuannya sudah bekerja sebagai PRT di Singapura, tapi kakaknya ingin pulang untuk menikah. Jadi, Shirley berhenti sekolah, dan pergi ke Singapura. Sesudah dia datang di Singapura, dia ditugaskan ke keluarga tertentu, di mana neneknya selalu memarahi dia, mencubit dia, dan menyakiti dia secara lisan. Shirley sering dihina dan dikata-katai “bodoh” atau “dungu”, dan sering disalahkan untuk apa pun, seperti lantainya tidak cukup bersih, sopnya tidak cukup panas atau terlalu panas …

Akhirnya, Shirley tidak bisa tahan situasi itu lagi, dan meminta pindah kepada agennya. Waktu itu, keluarga saya mencari pembantu baru karena Sue mau pulang. Jadi, kami memperkerjakan Shirley. Ketika Shirley datang di rumah saya, walaupun tidak perlu, dia selalu minta maaf atas apa pun. Shirley juga bercerita kepada Sue tentang pengalamannya, dan dari cerita itulah, kami mengetahui bahwa Shirley sudah menjanjikan 4 sampai 6 bulan gajinya pada agen. Sebetulnya, menurut Sue, PRT-migran biasanya hanya membayar 1 sampai 3 bulan gaji pada agen untuk biaya pindah. Kadang-kadang, majikan juga bersedia menanggung biaya pindah.

Cerita Shirley menekankan bahwa banyak majikan yang dikeluhan PRT-migran adalah orang tua, dari generasi tua. Mereka masih sering mempunyai prasangka lama, seperti PRT atau pembantu sebagai barang, atau orang dari tingkatan paling bawah, kurang bernilai daripada orang biasa. Cerita Shirley juga membuktikan bahwa agen-agen yang meminta pembayaran berlebihan masih merupakan masalah di industri PRT-migran.

Untuk mengatasi masalah-masalah ini, pemerintah Singapura sudah mengadakan perubahan kebijakan selama tahun-tahun terakhir ini:

  • Sejak April 2004 semua orang yang baru pertama kali menjadi majikan harus menghadiri program khusus, supaya mereka dididik bagaimana menjalin hubungan baik dengan PRT, dan kewajiban atas kesejahteraan PRT.
  • Sejak waktu itu pula, semua PRT-migran baru harus menghadiri kursus keselamatan dasar dalam bahasa ibu mereka (misalnya, Bahasa Tagalog, Bahasa Indonesia, Bahasa Tamil, dan lain-lain), dengan topik-topik seperti keselamatan di rumah susun karena banyak PRT-migran berasal dari desa, dan mungkin tidak pernah tinggal di rumah susun.
  • Sejak Januari 2005, usia minimum untuk PRT-migran di Singapura dinaikkan dari 18 tahun ke 23 tahun; dan semua PRT-migran di Singapura juga harus sudah berpendidikan paling tidak 8 tahun.
  • PRT-migran di Singapura sekarang juga harus melakukan ujian dasar ketrampilan bahasa dan berhitung. Ujian ini ditujukan untuk meningkatkan kematangan dan mutu PRT-migran di Singapura.

Biasanya, PRT-migran yang mengalami masalah emosional di Singapura, seperti rasa rindu, kesepian atau depresi berusia lebih muda, dan mungkin juga pertama kali mereka hidup di luar kampung, di luar negeri dan di situasi, kota dan budaya baru.

Perubahan ini juga membantu lebih banyak PRT-migran mengerti hak dan kewajibannya menurut hukum Singapura.

  • Depnaker Singapura menerbitkan surat-surat setiap 6 bulan, tentang hak, kewajiban dan kesejahteraan PRT, baik untuk PRT-migran dalam bahasa ibu mereka, maupun untuk majikan.
  • Depnaker juga melakukan wawancara secara acak dengan PRT-migran baru dalam beberapa bulan pertamanya di Singapura, memeriksa mereka bagaimana beradaptasi dengan kehidupan di Singapura. Depnaker sekarang mempunyai “hotline” untuk masalah PRT-migran, dan bagian khusus untuk masalah PRT-migran.
  • Pemerintah Singapura juga memperberat hukuman untuk majikan yang menolak memberikan gaji PRT-migran, atau menyalahgunakan PRT-migrannya; dan mengetatkan peraturan tentang biro penyalur tenaga kerja PRT-migran. Sistem akreditasi, di mana biro PRT-migran harus disahkan, juga diketatkan.

Akhirnya, Singapura masih mempunyai masalah dengan PRT-migran, khususnya dengan sikap majikan. Tetapi, kami mengharapkan sikap itu bisa diubah dengan pendidikan dan kampanye kesadaran masyarakat, supaya kedua pihak bisa saling membantu dan bekerja sama dengan senang

Komentar bertahan »

Karakter Indonesia

Saya menulis tentang karakter Indonesia yang saya rasakan selama dua minggu ini. Saya pergi ke Gorontalo, Malang, dan Solo. Sulawesi lebih sepi dibandingkan pulau Jawa. Saya merasa penduduk Jawa padat sekali, Sedangkan kota Sulawesi mempunyai penduduk lebih sedikit daripada Jawa. Di sana saya tidak bertemu dengan pengemis yang duduk di jalan.

Saya juga melihat hubungan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil yang saling membutuhkan. Perusahaan besar adalah pembeli dan perusahaan kecil adalah pabrik. Pembeli (toko, restoran) memberi pabrik beberapa persyaratan. Untuk impor barang-barang ke Jepang penjual (pabrik) menunjukkan kebagusan barang-barangnya yang bermutu kepada pembeli. Selain itu, di dalam pabrik juga ada level atasan-bawahan. Karena pabrik yang kami kunjungi itu dikelola orang Jepang, jadi dia memutuskan jumlah ikan yang harus ditangkap, cara memotong ikan, cara menyimpan ikan dan lain-lain. Pegawai pabriknya semua orang Indonesia. Mereka tampaknya harus ikut peraturan pabrik yang diputuskan orang Jepang. Jadi pabriknya seperti pabrik di Jepang. Saya melihat langsung pegawai Indonesia di pabrik Jepang. Saya merasa pegawai Indonesia di sana rajin dan berbeda dengan pegawai Indonesia di Mall Jakarta (malas).

Di Jawa Timur dan Tengah, kami menginap di rumah orang Indonesia. Mereka sangat ramah dan baik. Mereka selalu membantu kami, misalnya cara pergi ke alun-alun, mengantar makanan khas Jawa dan lain-lain. Saya merasa bahwa orang Jawa sebenarnya begitu baik dan suka melayani tamu. Saya kurang merasa begitu di Jakarta. Saya bisa mengakui Jakarta adalah kota khusus dan modern.

Komentar bertahan »

Merokok Haram

Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya di masa sekarang ini.

Dahulu para ulama hanya memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.

Sebagian kiyai di negeri kita yang punya hobi menyedot asap rokok, kalau ditanyakan tentang hukum rokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.

Mengapa mereka memandang demikian?

Karena literatur mereka adalah literatur klasik, ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, di mana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat-zat beracun di dalam sebatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian di masa lalu tentang bahaya sebatang rokok.

Maka hukum rokok hanya sekedar makruh lantaran membuat mulut berbau kurang sedang serta mengganggu pergaulan.

Penelitian Terbaru

Seandainya para kiyai itu tidak hanya terpaku pada naskah lama dan mengikuti rekan-rekan mereka di berbagai negeri Islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.

Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan madharat yang sangat besar, bahkan teramat besar.

Pastilah mereka akan menerima bahwa hukum rokok itu bukan sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi mereka akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram, lantaran merupakan benda mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.

Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.

Penelitian juga menyebutkan bahwa 20 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% hemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.

Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.

Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

Penghisap rokok juga punya kemungkinan4 kali lebh besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.

Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

Tidak ada satu pun orang yang bisa menyangkal semua fakta di atas, karena merupakan hasil penelitian ilmiyah. Bahkan perusahaan rokok poun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut:

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.

Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?

Komentar bertahan »