Archive for Juli, 2008

Doraemon Face

 doraemon_6.cur doraemon_4.cur dorayaki_01a.cur dorayaki_03.cur
doraemon_1.cur doraemon_1a.cur doraemon_1b.cur doraemon_2.cur doraemon_3.cur doraemon_3a.cur doraemon_question.cur
dcur002a.cur an enhanced version of dcur002.cur by MingMing doraemon_1.ani doraemon_02.ani doraemon_03.ani

Leave a comment »

Yi Neng Families (異能家族)

The Xia Lan Xing De Family (夏蘭荇德家族)
A family of powerful warriors, who carry the responsibilities to protect the Feng Long Ka, a family heirloom that holds the secret of Zhong Ji Tie Ke Ren, which is kept secret from the magical world. The eldest family member also guards the entrance to the ghostly dimension Mie, a dimension where spirits and demons prevail. It is one of the most reputable families in the Iron Dimension.
Members: Xia Liu (夏流), Xia Xiong (夏雄), Xia Yu (夏宇), Xia Tian (夏天) and Xia Mei (夏美).
Dead members: Two unnamed ancestors (兩個無名祖先).
The Ye He Na La Family (葉赫那啦家族)
Centuries ago, it was just an ordinary family with special powers. But they surrendered to the darkness and eventually became a dark family. Their goal is to steal the Feng Long Ka from the Xia Lan Xing De family. To prevent their descendants from becoming demons, the ancestors of Ye He Na La created Zhen Mo San Bu Qu (鎮魔三部曲 / The Demon Suppressing Symphony) that can help their descendants get rid of their evil nature – the Soul Collecting Melody (蒐魂曲), the Soul Cleansing Melody (洗魂曲) and the Soul Calming Melody (安魂曲). Near the end of the story, this family’s power is destroyed and all the remaining members are scattered.
Members: Ye Si Ren (葉思仁), Ye Si Si (葉思思), Xia Yu (夏宇), Xia Tian (夏天) and Xia Mei (夏美).
Dead members: Ye He Na La Xiong Ba (葉赫那啦 雄霸), Ye He Na La Xiong Zhan (葉赫那啦 雄戰), Ye He Na La Xiong Feng (葉赫那啦 雄封), Ye He Na La Si Chun (葉赫那啦 思春) and Ye He Na la Teng (葉赫那拉 腾).
The Hu Yan Jue Luo Family (呼延覺羅家族)
A family of powerful warriors who use musical instruments as weapons. They have a special mission, to find and protect the Zhong Ji Tie Ke Ren. All the family members specialise in She Xin Shu (攝心術), a spell that controls a person. Because they used to be very similar to the Han Ke La Ma family, many generations in these families joined together in marriage until one of these generations caused a genetic hatred, which was passed on to the later generations. However, in the recent generation, they have learned to overcome that family hatred and become friends again. The members of this family are known as the assistants and protectors of the legendary Zhong Ji Tie Ke Ren (終極鐵克人).
Members: Xiu (脩) and Vincent.
Dead members: Hu Yan Jue Luo Huan (呼延覺羅 喚) and Hu Yan Jue Luo Tie Le Shi (呼延覺羅鐵勒士).
The Han Ke La Ma Family (韓克拉瑪家族)
A family of powerful female warriors who also use musical instruments as weapons, in which they put their souls: this is their strongest and weakest point. The Han Ke La Ma family’s members all specialise in Rei De You Mai En (蕊德尤邁恩 / Read Your Mind), a spell that allows them to read a person’s mind by touching them and saying out the spell. Because they used to be very similar to the Hu Yan Jue Luo family, many generations in these families joined together in marriage until one of these generations caused a genetic hatred, which was passed on to the later generations. However, in the recent generation, they have learned to overcome that family hatred and become friends again.
Members: Han (寒).
Dead members: Han Ke La Ma Nana (韓克拉瑪 那那), Bing Xin (冰心) and Han Ke La Ma Mian Mian Bing (韓克拉瑪 綿綿冰).
The Gu La Yi Er Family (古拉依爾家族)
This family has sworn to serve the Ye He Na La family for eternity. Centuries ago, a curse was put upon them, and if the seventh generation cannot find a way to lift the curse, then the following generations will never be able to receive their family’s powers and will be forever controlled by the Ye He Na La family. This family has almost been fully eliminated, with Lan Ling Wang as the sole remaining descendant.
Members: Lan Ling Wang (蘭陵王).
Dead members: Gu La Yi Er Dian Ling Wang (古拉依爾 電靈王) and Gu La Yi Er Zhou Wang (古拉依爾 宙王).
The Jiu Da Zhang Lao Family (灸亣镸荖家族)
A family of powerful warriors who have served the protection of the Iron Dimension for a long time. Powerful though every generation has been, they had lived short lives.
Members: Jiu Wu (灸舞) and Jiu Lai (灸萊).
Dead members: Jiu Da Zhang Lao Pa Lai (灸亣镸荖 帕萊)
The Ren Ren Wan Nong Family (任秂完弄家族)
A family with lower level magic. These family members are good at finding people.
Members: Ren Ren Wan Nong Wo Xing (任秂完弄 我行).
Dead members: Ren Chen Wen (任晨文).
The Mei Shan Lu Yong Family (槑珊麓苚 家族)
A family with lower level magic.
Members: Xia Mi (瞎祕) and Wa Ge (蛙哥).

Leave a comment »

Liburan Sekolah Yang Menyedihkan

Liburan kali ini ro seneng banget karena ro naik kelas 3. Akan tetapi, ro sedih karena sudah kelas 3. Sekarang ro sudah tidak bisa main-main karena pelajaran kelas 3 lebih sulit daripada kelas 2. Ro dapat teman baru tapi anak tersebut laki-laki dan orang tersebut anak pindahan. Biasanya anak cowo di sekolah ro itu bandel-bandel. Ada yang suka bolos sekolah, tidak menaati peraturan sekolah, kurang sopan, berisik, kurang nyaman, banyak yang tukang ngutang, dan lain-lain. Tapi teman ro ada yang baik dan jahat.

Leave a comment »

Islandia

Kota-Kota Penting

Reykjavik adalah ibukota Islandia dan memegang peranan penting sebagai kota pelabuhan. Kota-kota penting lainnya antara lain Akureyri, Kópavogur, Hafnarfjördhur, Keflavík, dan Vestmannaeyjar.

Penduduk Islandia sebagian besar adalah orang Skandinavia. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Islandia yang hampir tidak berubah ejaan maupun tata bahasanya selama 1.000 tahun. Orang Islandia bahkan dapat membaca saga kuno yang menceritakan tentang petualangan para Viking tanpa kesulitan yang berarti. Hampir semua orang Islandia menganut agama Kristen aliran Lutheran.

Sejarah

Lukisan dari abad ke-19 yang menggambarkan pertemuan Alþingi di Þingvellir.

Lukisan dari abad ke-19 yang menggambarkan pertemuan Alþingi di Þingvellir.

Orang pertama yang tinggal di Islandia adalah para pendeta Irlandia yang datang pada awal abad ke-9. Pada pertengahan abad ke-9, bangsa Viking bermigrasi dan tinggal di Islandia. Viking pertama yang tinggal di Islandia adalah Flóki Vilgerðarson. Dialah yang memberi Islandia nama seperti sekarang. Ingólfur Arnarson, seorang kepala suku dari Norwegia, tinggal dan menetap di barat daya Islandia dan mendirikan kota Reykjavik. Sekitar tahun 930-an, para penguasa Islandia mulai menulis konstitusi negara mereka. Mereka membuat apa yang dinamakan Althing, sejenis parlemen yang berkantor pusat di kota Þingvellir. Islandia dapat dikatakan sebagai negara bersistem demokrasi tertua yang masih bertahan sampai sekarang. Pada tahun 985, Erik si Merah diasingkan dari Islandia karena telah membunuh seseorang. Dia lalu berlayar ke barat dan menemukan Greenland. Anak Erik, Leif Erikson, menemukan Amerika pada tahun 1000 dan menamakannya Vinland. Perjalanan Erik, Leif, dan pengikutnya dikisahkan dalam sebuah saga. Pada tahun 1262, Islandia menjadi bagian dari Norwegia hingga pada tahun 1814 Islandia menjadi bagian dari Denmark. Pada akhir abad ke-19, banyak penduduk Islandia yang ingin memerdekakan dari Denmark. Pada tahun 1918, Islandia mendapatkan kedaulatannya, tetapi raja Denmark masih didaulat menjadi raja Islandia.

Jón Sigurðsson, pemimpin gerakan kemerdekaan Islandia.

Jón Sigurðsson, pemimpin gerakan kemerdekaan Islandia.

Ketika Jerman menduduki Denmark pada tanggal 9 April 1940, Althing memutuskan bahwa Islandia adalah milik rakyat Islandia. Akan tetapi, mereka masih belum mendeklarasikan kemerdekaan pada saat itu. Tentara Inggris dan menyusul kemudian Amerika Serikat berinisiatif untuk menduduki Islandia supaya tidak diserang Jerman. Pada tahun 1944, Islandia akhirnya mendeklarasikan kemerdekaannya. Setalah Perang Dunia II, Islandia menjadi anggota NATO, tetapi tidak menjadi anggota Uni Eropa. Antara tahun 1958 hingga 1976, terjadi tiga kali selisih paham antara Islandia dengan Inggris tentang siapa yang berhak mengambil ikan kod dari perairan di sekitar Islandia. Peperangan tersebut disebut Perang Kod. Tidak ada korban dalam perang tersebut. Pada tahun 1980, Vigdís Finnbogadóttir terpilih menjadi presiden. Dia merupakan presiden wanita pertama di Islandia.

Leave a comment »

Sikap Gereja pada Globalisasi

Sikap Gereja
Globalisasi dianggap suatu yang besar, lebih dari apapun yang sedang membentuk dunia saat ini, karena itu menyentuh segala bidang kehidupan. Kita tengok beberapa bidang yang ada kaitannya dengan gereja, dan bagaimana kita harus menyikapinya.
1. Ekonomi:
Segi positif: meningkatkan kemampuan gereja untuk memperluas kerajaan Allah dan melayani sesama.
Segi negatif: timbulnya sekularisasi, materialisme, komersialisasi hal-hal rohani (bandingkan Kid 8:18-20), dan sikap narcisis/egois yang mengorbankan nilai-nilai iman/rohani (ajaran teologi kemakmuran, fenomena debu emas/intan, “benih iman”/”seed-faith, dll).
Gereja perlu melanjutkan Zakheus-Zakheus (Luk 19:8) dan Barnabas-Barnabas (Kis 4:36-37). Bukan ‘duit’ tapi ‘ do it’ yang harus diutamakan.
2. Teknologi Telekomunikasi :
Perkembangan alat-alat telekomunikasi, terutama penggabungan beberapa teknologi informasi yaitu komputer, telepon dan televisi, memberi peluang PI, menggerakkan setiap anggota gereja terlibat dalam pelayanan.
Sisi negatifnya:
– Kemajuan telekomunikasi informasi juga membuka peluang masuknya arus informasi yang tidak bertanggung jawab (hal-hal yang menyesatkan, pornografi, kekerasan, dan ide-ide jahat). Harus dibarengi pembinaan moral dan etika.
– Tanpa sentuhan manusiawi (personal communication) dari hati-ke hati (seperti Yesus dengan Zakheus, dengan wanita Samaria). Persekutuan antar pribadi orang beriman perlu dijaga (Ibr 10:25).
– PI melalui alat-alat telekomunikasi bersifat verbal. Perlu diikuti PI yang bersifat nyata/perbuatan/sosial (Yak 1:27).
3. Budaya :
Berkaitan dengan nomor 2 di atas, arus budaya global juga menyerbu gereja (terutama musik dan tarian lewat kaset-kaset lagu atau video). Ini memang menimbulkan gairah baru yang menyegarkan dalam ibadah gereja.
Yang harus dipertanyakan:
– Apakah gairah dalam praise & worship itu serta merta dibarengi pertumbuhan menuju kedewasaan rohani serta pembaharuan etis-moral hidup Kristiani? (Baca kitab Amos dan Mikha yang penuh nuansa moral).
– Ada bahaya titik berat ibadah bergeser dari pemberitaan/penghayatan Firman menjadi sekedar pelipur lara dan pemuasan emosional (misal dengan bahasa lidah). Padahal iman hanya bertumbuh dan menjadi kuat oleh pemahaman Firman Allah yang sehat (Rom 10:17; I Pet 2:2; Yoh 17:17).
4. Peranan Wanita
Era globalisasi ditandai pula dengan munculnya pemimpin-pemimpin wanita atau wanita-wanita karier di berbagai bidang kehidupan. Martabat wanita terangkat. Ini positif bagi gereja karena di dalam gereja jumlah wanita umumnya lebih banyak daripada pria.
Yang harus diwaspadai:
– kemungkinan terjadinya perceraian lebih meningkat, lebih-lebih kalau istri lebih menonjol daripada suami.
– Wanita jangan melupakan fitrahnya sebagai ibu rumah tangga (harus membatasi waktu kerja dan karier). Feminisme menuntut wanita harus sama dengan pria dalam segala hal. Tidak mungkin.
– Kemitraan/partnership antara suami dan istri harus tetap dipelihara (Kej 2:18)
5. Agama / Spiritualitas
Terjadi kebangkitan agama-agama di jaman globalisasi ini (God at Work). Perubahan-perubahan cepat membuat manusia kehilangan keseimbangan dan memerlukan pegangan spiritual. Orang lalu lari ke agama-agama:
– Yang bersifat batin/ke dalam: Hindu, Budha, Konfusius, Sinto, Kebatinan, Karismatik, New Age.
– Yang bersifat keluar (otoriter/legalistis): Islam fundamentalis
Gereja juga tak luput dari perkembangan ini: merebaknya persekutuan atau kebaktian-kebaktian di kantor-kantor, hotel-hotel, rumah-rumah makan, karena menganggap gereja-gereja mapan tak mampu mengisi kekosongan batin umatnya.
Yang harus diwaspadai:
– Yang berkembang belum tentu benar secara teologis, yang tidak/kurang berkembang belum tentu tidak benar (bandingkan 450 nabi Baal >< Elia :I Raj 18:16-19)
– Gerakan-gerakan Kristen jangan hanya jadi ajang pertunjukan/ entertainment, obat bagi kerisauan jiwa (Bandingkan Yoh 4:13-14)
– Gereja-gereja mapan atau tradisional harus menyadari kekurangannya dalam melayani kebutuhan anggotanya akan nilai-nilai rohani yang lebih dalam. Gereja harus bisa menjadi transformator masyarakat melalui transformasi individu-individu. “Not having religion but being religius”. Untuk ini pembentukan komsel sangat membantu (Kis 2:46).
6. Individu
Era globalisasi adalah era kemenangan individu. Globalisasi yang sarat informasi tinggi, membuka peluang bagi individu-individu yang lebih gesit bergerak ketimbang lembaga-lembaga untuk menjalankan amanat Tuhan Yesus.
Kebangkitan kaum awam terjadi. Jemaat secara individual bisa lebih leluasa memilih ajaran-ajaran yang ingin diikutinya. Ini memacu munculnya individualisme yang tidak/kurang berpikir oikumenis.
Hal yang harus diwaspadai:
– Tiap orang mudah mengajarkan keyakinannya sendiri dengan menulis buku atau traktat, mencetaknya dan menyebarluaskannya. Kotbah-kotbahnya direkam sendiri dan dikirimkan kemana-mana. Lebih-lebih kalau didukung dana kuat (misal: penerbitan Alkitab 2000 – Injil dan Taurat).
– Menimbulkan kebingungan di antara umat karena banyaknya tawaran. Di sini perlu adanya sikap kembali kepada Alkitab dengan hermeunetik yang sehat (II Tim 2:14-19).
– Gereja harus mengembangkan kesalehan sosial, bukan hanya kesalehan ritual di antara warganya, sehingga tidak menjadi ekstrem.
– Kerjasama atau kebersamaan harus terus dikembangkan tidak secara struktural tapi jaringan kerja (networking).

Sumber : http://www.ladangtuhan.com

Leave a comment »

Penutup

Kesimpulan

Anemia gizi yang sering terjadi pada umumnya adalah anemia kurang besi, dan ibu hamil merupakan kelompok yang they berisiko tinggi. Infeksi kecacingan merupakan salah satu kontribusi untuk memperberat terjadinya anemia gizi disamping kekurangan asam folat dan kekurangan vitamin B12 Kebutuhan zat besi pada ibu hamil sangat meningkat, sehingga absorbsi zat besi akan semakin tinggi pula guna mengimbangi kebutuhan janin, plasenta dan volume darah ibu itu sendiri. dengan demikian disamping zat besi yang diperoleh dari bahan makanan diperlukan suplement zat besi.

Saran

Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut tentang berapa besar kontribusi infeksi kecacingan terhadap anemia kurang besi pada ibu hamil. Dengan demikian pemberian suplement zat besi tidak terbuang percuma. Tingkatkan pengetahuan ibu-ibu melalui penyuluhan tentang modifikasi bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi, dalam upaya pencegahan terjadinya anemia gizi. Peningkatan kebersihan lingkungan perlu diperhatikan dengan serius, dan membiasakan untuk hidup sehat.

Leave a comment »

Adakah Kontribusi Infeksi Kecacingan terhadap Anemia Gizi

Infeksi kecacingan merupakan faktor penyebab terpenting oleh karena prevalensinya di Indonesia cukup tinggi, terutama cacing tambang yang dapat menimbulkan anemia gizi, yaitu menyebabkan terjadinya perdarahan menahun. Keadaan ini tidak dapat ditolerir oleh golongan yang kebutuhan akan zat besinya sangat tinggi termasuk ibu hamil .
Apabila jumlah cacing semakin meningkat maka, kehilangan darah akan semakin meningkat, sehingga mengganggu keseimbangan zat besi karena zat besi yang dikeluarkan lebih banyak dari zat besi yang masuk. Di daerah tropis terutama di daerah pedesaan, konsumsi zat besi bersifat marginal, oleh karena itu kondis lingkungan dan prevalensi infeksi kecacingan juga tinggi maka, kedua faktor inilah yang merupakan penyebab terpenting anemia kurang besi. Tetapi faktor mana yang lebih dominan ditentukan pula oleh keadaan setempat terutama oleh :
1. kandungan total zat besi dan bioavailabilitas besi dalam makanan;
2. status cadangan besi populasi;
3. intensitas dan lamanya infeksi kecacingan.
Prevalensi infeksi kecacingan di Indonesia sangat tinggi tetapi intensitas infeksi umumnya ringan jarang dijumpai infeksi berat. Dengan demikian kontribusi atau peranan infeksi kecacingan terhadap anemia kurang besi itu memang ada. Tetapi sampai berapa besar peranan infeksi kecacingan sebagai penyebab anemia kurang besi di Indonesia hingga saat ini belum pernah diungkapkan dan nampaknya memerlukan penelitian yang lebih terarah kepada masalah kontribusi infeksi kecacingan terhadap anemia kurang besi pada ibu hamil.

Sumber dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.